Khazanah
Hilmi An Naufal

Menag Dorong Pesantren Makin Mandiri, Al Yasini Kelola 19 Unit Retail hingga Energi Surya dan Biogas

Menag Dorong Pesantren Makin Mandiri, Al Yasini Kelola 19 Unit Retail hingga Energi Surya dan Biogas

12 Oktober 2026 | 16:21

KebonCinta.com — Kementerian Agama mendorong pondok pesantren tidak hanya kuat dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemampuan ekonomi yang mandiri.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan komitmen tersebut saat berkunjung ke Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

“Melalui Ditjen Pontren ini, kita berharap Kemenag terus bisa lebih mengangkat martabat dan memajukan pondok pesantren,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia melihat pesantren memiliki karakter pendidikan yang berbeda karena pembelajaran tidak hanya menekankan kemampuan intelektual.

Tradisi pesantren juga mengajarkan pembentukan karakter, spiritualitas dan kedisiplinan.

Penguatan ekonomi kemudian menjadi salah satu faktor penting agar lembaga pendidikan tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ponpes Al Yasini menjadi salah satu contoh pesantren yang mengembangkan unit usaha untuk mendukung pendidikan.

Pesantren yang berdiri sejak 1940 tersebut kini mengasuh sekitar 4.561 santri.

Koperasi pesantren telah mengelola 19 unit retail.

Baca Juga: Nama atau Tanggal Lahir Siswa Salah di Dapodik? Ini Cara Memperbaikinya lewat VervalPD 

Selain itu terdapat produk air minum dalam kemasan milik pesantren sendiri.

Al Yasini juga memiliki Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah dengan 10 kantor layanan.

Hasil kegiatan ekonomi tersebut tidak hanya digunakan untuk mengembangkan usaha.

Sebagian manfaatnya dikembalikan kepada santri maupun masyarakat.

Program yang dijalankan antara lain beasiswa bagi santri tahfidz dan santri berprestasi.

Bantuan seragam serta fasilitas belajar juga diberikan kepada santri yang membutuhkan.

Pesantren bahkan membagikan sedikitnya 1.000 paket sembako setiap Ramadan.

Kegiatan sosial lainnya mencakup penyaluran hewan kurban serta bantuan pembangunan dan renovasi fasilitas masyarakat.

Model pemberdayaan tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan ekonomi dapat mendukung fungsi sosial pesantren.

Al Yasini juga mulai mengembangkan pengelolaan wakaf uang dan dana abadi berbasis syariah.

Dana tersebut diarahkan untuk menopang keberlanjutan kegiatan pesantren dalam jangka panjang.

Di bidang lingkungan, pesantren menerapkan konsep eco-pesantren.

Programnya antara lain pengelolaan sampah, penghematan energi, tenaga surya hingga pemanfaatan biogas.

Transformasi digital juga mulai dilakukan untuk mendukung pengelolaan pesantren.

Teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas layanan sekaligus membantu orang tua memantau perkembangan santri.

Kemenag berharap pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren semakin memperkuat program pemberdayaan tersebut.

Pesantren diharapkan tetap mempertahankan tradisi pendidikan dan keagamaannya sambil mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi, teknologi dan lingkungan.

Kemandirian ekonomi pada akhirnya tidak semata-mata dimaknai sebagai kemampuan mencari keuntungan.

Tujuannya adalah membuat pesantren semakin kuat dalam menyediakan pendidikan, beasiswa serta manfaat sosial bagi masyarakat di sekitarnya.

Tags:
pesantren Santri kemenag Nasaruddin Umar Ekonomi Pesantren Santripreneur Al Yasini

Komentar Pengguna