KebonCinta.com – Menyelesaikan pendidikan doktor membutuhkan proses panjang, ketekunan, serta komitmen akademik yang tidak sedikit. Mahasiswa harus melewati berbagai tahapan, mulai dari penelitian disertasi hingga ujian akhir atau sidang promosi doktor.
Untuk mendukung dosen yang tengah menyelesaikan pendidikan doktoral, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka Program Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor di Dalam dan Luar Negeri Tahun 2026.
Program yang dikelola melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAT) ini ditujukan bagi dosen di bawah koordinasi Kemdiktisaintek. Pendaftaran dibuka secara daring pada 4–11 November 2026 melalui portal resmi beasiswa Kemdiktisaintek.
Menariknya, beasiswa ini menyediakan dua skema dengan persyaratan berbeda. Pembagian tersebut memungkinkan dosen memperoleh dukungan sesuai dengan tahapan pendidikan doktoral yang sedang ditempuh.
Baca Juga: Kemenag Siapkan Kuota PPG 2026 Lebih dari 40 Ribu Guru, Cek Kriteria dan Syaratnya!
Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memahami dua skema yang ditawarkan Kemdiktisaintek agar dapat memilih jalur yang sesuai dengan kondisi akademiknya.
Skema pertama diperuntukkan bagi mahasiswa program doktor di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri yang telah memiliki jadwal sidang promosi doktor.
Jadwal tersebut dapat berupa sidang tertutup ataupun sidang terbuka. Apabila belum memperoleh jadwal resmi, pendaftar dapat menyertakan surat rekomendasi promotor yang memuat perkiraan waktu pelaksanaan sidang.
Surat rekomendasi tersebut juga harus menjelaskan perkembangan dan capaian akademik mahasiswa selama menjalani pendidikan doktoral.
Dengan demikian, skema ini secara khusus menyasar dosen yang telah memasuki tahap akhir studi dan sedang mempersiapkan penyelesaian pendidikan doktor.
Berbeda dengan skema pertama, jalur kedua ditujukan bagi mahasiswa program doktor yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri.
Persyaratan utamanya adalah calon peserta telah menyelesaikan atau dinyatakan lulus ujian maupun seminar proposal disertasi. Selain itu, pendaftar harus mendapatkan usulan resmi dari perguruan tinggi tempatnya menempuh pendidikan.
Skema ini memberikan kesempatan bagi dosen yang masih menjalani tahapan penelitian disertasi untuk memperoleh dukungan dalam melanjutkan proses penyelesaian studi.
Karena memiliki sasaran dan ketentuan berbeda, calon peserta perlu memastikan bahwa skema yang dipilih sesuai dengan posisi akademiknya saat ini.
Selain memenuhi kriteria berdasarkan skema pendaftaran, calon penerima beasiswa juga diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan administrasi.
Berikut dokumen dan ketentuan umum yang perlu dipersiapkan:
Selain persyaratan umum tersebut, terdapat beberapa dokumen tambahan yang perlu diperhatikan berdasarkan lokasi perguruan tinggi.
Bagi mahasiswa perguruan tinggi dalam negeri, dokumen yang harus disiapkan meliputi surat keterangan mahasiswa aktif semester gasal 2026/2027 dan transkrip nilai semester genap tahun akademik 2025/2026.
Sementara itu, mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri dapat melampirkan enrollment letter atau dokumen resmi lainnya yang membuktikan status aktif sebagai mahasiswa pada 2026. Pendaftar juga diwajibkan menyertakan transkrip nilai atau laporan perkembangan studi yang telah ditandatangani supervisor.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan calon pendaftar adalah ketentuan mengenai double funding atau pendanaan ganda.
Kemdiktisaintek mensyaratkan peserta tidak sedang mengajukan ataupun menerima bantuan pembiayaan lain dengan komponen yang sama. Ketentuan ini juga perlu dicermati apabila pendaftar memiliki keterkaitan dengan program hibah penelitian disertasi doktor dari Kemdiktisaintek.
Karena itu, calon peserta sebaiknya memeriksa kembali sumber pendanaan yang sedang diterima maupun diajukan sebelum mengirimkan berkas pendaftaran.
Pendaftar juga perlu menyusun rencana anggaran biaya secara terperinci. Begitu pula dengan linimasa penyelesaian studi yang harus menggambarkan tahapan akademik, perkembangan penelitian, hingga target penyelesaian disertasi.
Persiapan tersebut penting agar penggunaan dana beasiswa memiliki perencanaan yang jelas dan sejalan dengan target penyelesaian pendidikan doktor.
Bagi dosen yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor 2026 dapat dilakukan secara daring pada 4–11 November 2026.
Calon peserta dapat mengakses portal resmi melalui tautan berikut https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id.
Sebelum mengirimkan pendaftaran, pastikan seluruh dokumen telah disiapkan sesuai ketentuan. Pendaftar juga disarankan membaca Buku Panduan Pendaftaran Beasiswa Program Doktor Penyelesaian Studi di Dalam/Luar Negeri untuk memahami mekanisme seleksi, ketentuan setiap skema, serta format dokumen yang harus diunggah.
Kehadiran program ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi dosen dalam menuntaskan pendidikan doktoral. Melalui dua skema yang disediakan, kesempatan memperoleh bantuan dapat disesuaikan dengan tahapan akademik yang sedang dijalani.
Dengan waktu pendaftaran yang terbatas, ketelitian dalam memilih skema dan menyiapkan dokumen menjadi kunci agar kesempatan memperoleh beasiswa tidak terlewatkan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir