KebonCinta.com – Belajar UI/UX Design tidak harus dimulai dengan mengikuti bootcamp mahal. Internet menyediakan banyak materi, latihan, hingga proyek simulasi yang dapat digunakan untuk memahami bagaimana sebuah website atau aplikasi dirancang agar nyaman dilihat sekaligus mudah digunakan.
Masalahnya, pemula sering bingung harus mulai dari mana.
Ada yang langsung membuka Figma tetapi tidak tahu apa yang harus dibuat. Ada juga yang sudah menonton banyak tutorial, tetapi ketika diminta mendesain aplikasi sendiri justru kehilangan ide.
Padahal belajar UI/UX tidak cukup hanya memahami fungsi tombol di aplikasi desain. Seorang pemula juga perlu mengenal user research, wireframe, prototype, hierarki visual, usability hingga cara menjelaskan keputusan desain.
Kabar baiknya, sejumlah situs berikut dapat membantu proses tersebut. Sebagiannya menyediakan materi belajar, sementara lainnya memberikan tantangan proyek yang bisa dimasukkan ke portofolio.
Berikut tujuh situs yang layak dicoba.
Kalau ingin masuk ke dunia UI/UX, Figma menjadi salah satu tempat yang paling mudah untuk memulai.
Figma menyediakan Resource Library dan materi belajar mengenai dasar-dasar desain, termasuk perbedaan UI dan UX, prototyping, layout serta berbagai prinsip desain.
Bagi pemula yang benar-benar belum pernah memakai Figma, tersedia pula kursus Figma Design for Beginners.
Kursus tersebut mengajak pengguna membuat website portofolio dari awal. Materinya mencakup penggunaan shape, text, frame, Auto Layout, components hingga prototyping. Figma menyebut materi itu dapat dipraktikkan menggunakan fitur yang tersedia pada paket gratis.
Ini cocok untuk pemula yang sering berkata, “Saya sudah install Figma, tapi setelah itu harus ngapain?”
Daripada hanya mencoba tombol satu per satu, mengikuti satu proyek sampai selesai akan membuat proses belajarnya lebih terarah.
Cocok untuk: pemula total, belajar Figma dan membuat prototype.
Jika Figma lebih banyak membantu bagian eksekusi desain, Google UX Design Certificate cocok bagi yang ingin memahami proses UX secara lebih menyeluruh.
Materinya mencakup pembuatan persona, user story, user journey map, usability study, wireframe, prototype hingga penyusunan portofolio profesional.
Program ini tersedia melalui Coursera.
Namun ada hal yang perlu diperhatikan. Program sertifikat lengkap pada dasarnya merupakan layanan berbayar. Coursera saat ini menyediakan opsi untuk mencoba sebagian materi secara gratis, termasuk preview modul pertama pada banyak kursus, sementara akses penuh atau sertifikat dapat membutuhkan pembayaran maupun skema lain yang tersedia pada akun pengguna.
Jadi jangan salah mengira seluruh sertifikat Google UX otomatis gratis sampai selesai.
Meski demikian, materi awalnya tetap bisa menjadi referensi bagus untuk memahami bagaimana proses desain berpusat pada pengguna dilakukan secara sistematis.
Cocok untuk: belajar UX dari dasar, user research, wireframe, usability testing dan portfolio case study.
Tidak semua orang betah menonton video tutorial satu hingga dua jam.
Kalau lebih nyaman belajar sedikit demi sedikit, Uxcel bisa menjadi alternatif.
Platform ini menyediakan puluhan kursus interaktif mengenai UX Design, Product Management dan AI. Materinya dibuat dalam bentuk pelajaran pendek yang dapat dipelajari secara mandiri.
Salah satu kursusnya, UX Design Foundations, membahas dasar user research, wireframing, prototyping, usability, typography hingga prinsip visual.
Beberapa bagian dapat dimulai secara gratis, meskipun tidak seluruh fitur dan sertifikasi di Uxcel tersedia tanpa biaya.
Kelebihannya adalah proses belajar terasa seperti latihan singkat dibandingkan membaca teori panjang.
Cocok untuk: belajar dasar UX secara bertahap dan mengisi waktu 5–15 menit per hari.
Sudah memahami dasar Figma tetapi bingung mau membuat desain apa?
Coba Daily UI.
Konsepnya sederhana: pengguna mengikuti serangkaian tantangan desain yang dikirim secara berkala. Daily UI menyebut programnya sebagai tantangan desain selama 100 hari dan dapat dimulai secara gratis.
Tantangannya dapat berupa membuat halaman login, checkout, kalkulator, profil pengguna, landing page dan berbagai antarmuka lain.
Jangan sekadar mengejar desain yang terlihat cantik.
Setiap challenge dapat dikembangkan menjadi latihan lebih serius. Misalnya ketika diminta membuat halaman login, pikirkan juga posisi error message, forgot password, ukuran tombol, keterbacaan teks dan alur ketika pengguna salah memasukkan password.
Jika dilakukan konsisten, hasil latihan tersebut juga dapat menjadi bahan awal untuk membangun portofolio.
Cocok untuk: latihan UI setiap hari dan membangun konsistensi desain.
Salah satu penyakit pemula UI/UX adalah menunggu mendapat ide proyek yang “bagus”.
Akhirnya Figma dibuka, tetapi canvas tetap kosong.
Sharpen dibuat untuk mengatasi masalah semacam ini.
Situs tersebut menghasilkan prompt atau brief desain secara acak. Sharpen memiliki berbagai kategori tantangan yang ditujukan untuk melatih pemecahan masalah, rasa ingin tahu dan kreativitas.
Ada generator khusus UX dan web design yang dapat digunakan gratis untuk mendapatkan prompt latihan.
Brief acak ini justru menarik karena memaksa desainer keluar dari ide aplikasi yang itu-itu saja.
Daripada selalu mendesain aplikasi coffee shop atau e-commerce, Anda bisa mendapatkan masalah baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Setelah mendapatkan brief, lanjutkan seperti proyek nyata: tentukan target pengguna, masalah yang ingin diselesaikan, user flow, wireframe lalu high-fidelity design.
Cocok untuk: mencari ide proyek portofolio dan latihan problem solving.
Konsep UI Challenges mirip dengan Daily UI, tetapi pengguna bisa menghasilkan tantangan baru secara langsung.
Situs ini menyediakan challenge UI secara gratis dan bahkan memungkinkan pengguna mencoba generator tanpa membuat akun terlebih dahulu. Tantangan dapat dipilih berdasarkan tingkat kesulitan dan kategori.
Ini cocok bagi orang yang tidak ingin menunggu challenge berikutnya dikirim.
Misalnya pada akhir pekan Anda memiliki waktu tiga jam untuk latihan.