Keboncinta.com-- Masa kanak-kanak merupakan periode penting untuk menanamkan berbagai kebiasaan positif. Apa yang diperkenalkan dan dibiasakan sejak usia dini dapat menjadi bagian dari karakter anak ketika mereka tumbuh dewasa.
Di sekolah, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran. Guru juga memiliki peran dalam membentuk sikap, sopan santun, dan kebiasaan baik peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan anak menggunakan kata-kata yang menunjukkan rasa hormat dan kepedulian kepada orang lain. Ada empat kata sederhana yang bisa dikenalkan sejak dini, yaitu terima kasih, permisi, tolong, dan maaf.
Meski terdengar sederhana, keempat kata tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun kebiasaan berkomunikasi dengan santun.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Emosi Anak, Begini Cara Orang Tua Membantunya Belajar Mengelola Perasaan
Mengucapkan "terima kasih" merupakan kebiasaan sederhana yang mengajarkan anak untuk menghargai bantuan dan kebaikan orang lain.
Guru dapat memberikan contoh dalam berbagai situasi sehari-hari. Misalnya, anak dibiasakan mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah menyiapkan kebutuhan sekolah, kepada teman yang membantu mengerjakan sesuatu, atau kepada guru setelah mendapatkan penjelasan pelajaran.
Kebiasaan ini membantu anak memahami bahwa setiap bantuan atau kebaikan dari orang lain layak dihargai.
Tidak harus menunggu mendapatkan hadiah. Bahkan bantuan kecil sekalipun dapat menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak mengucapkan terima kasih.
Kata "permisi" juga penting dikenalkan sejak anak masih kecil. Kata ini dapat digunakan ketika anak hendak melewati seseorang, memasuki ruangan, bertamu, atau meminta izin melakukan sesuatu.
Misalnya, ketika melewati orang yang lebih tua, anak dapat mengatakan, "Permisi, Bu" atau "Permisi, Pak".
Begitu pula ketika ingin bertanya atau menggunakan sesuatu milik orang lain, anak dapat memulainya dengan meminta izin secara sopan.
Dengan membiasakan kata "permisi", anak belajar bahwa keinginan untuk melakukan sesuatu tetap perlu disampaikan dengan mempertimbangkan keberadaan dan kenyamanan orang lain.
Baca Juga: Bukan Sekadar Minuman Sehat, Ini Manfaat Jus Seledri untuk Imunitas dan Pencernaan
Tidak ada manusia yang dapat melakukan segala sesuatu seorang diri. Anak juga akan menghadapi berbagai situasi ketika membutuhkan bantuan dari orang lain.
Karena itu, guru dapat mengajarkan bahwa meminta bantuan sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang santun. Salah satunya dengan menggunakan kata "tolong".
Contohnya, ketika seorang anak belum memahami pelajaran, ia dapat mengatakan, "Tolong bantu saya memahami bagian ini."
Kebiasaan sederhana tersebut mengajarkan anak bahwa meminta pertolongan bukanlah sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, cara menyampaikannya dengan sopan menunjukkan penghargaan kepada orang yang memberikan bantuan.
Tidak ada manusia yang selalu benar. Anak perlu memahami sejak dini bahwa melakukan kesalahan merupakan bagian dari proses belajar.
Ketika melakukan kesalahan kepada teman, saudara, guru, maupun orang tua, anak perlu dibiasakan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Misalnya, ketika seorang anak tidak sengaja mengganggu temannya, ia dapat mengatakan, "Maaf, tadi saya tidak sengaja."
Guru juga dapat memberikan contoh nyata bahwa meminta maaf bukan berarti seseorang menjadi lebih rendah. Justru keberanian mengakui kesalahan menunjukkan sikap bertanggung jawab.
Baca Juga: Menanti TPG Agustus 2026 Cair, Guru Perlu Cermati Data dan Tahapan Penyaluran Tunjangan
Mengajarkan empat kata tersebut tidak cukup hanya melalui nasihat. Anak akan lebih mudah belajar jika melihat orang dewasa di sekitarnya juga menggunakan kata-kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika guru mengatakan "terima kasih" setelah menerima bantuan siswa, mengucapkan "permisi" sebelum masuk kelas, mengatakan "tolong" ketika membutuhkan bantuan, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan, anak mendapatkan contoh yang nyata.
Hal serupa dapat dilakukan oleh orang tua di rumah agar pembiasaan antara lingkungan keluarga dan sekolah berjalan searah.
"Terima kasih", "permisi", "tolong", dan "maaf" memang hanya terdiri dari kata-kata sederhana. Namun, kebiasaan menggunakannya dapat membantu anak belajar menghargai orang lain, meminta bantuan dengan santun, menghormati batasan, serta berani mengakui kesalahan.
Karakter dan akhlak anak tidak terbentuk dalam satu hari. Dibutuhkan pembiasaan yang konsisten, teladan dari orang dewasa, dan lingkungan yang mendukung.
Karena itu, mengajarkan empat kata ajaib tersebut sejak dini dapat menjadi salah satu langkah sederhana bagi guru dan orang tua untuk menanamkan sopan santun serta membangun karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.***