Lifestyle
Rahman Abdullah

Mata Minus Semakin Sering Terjadi, Kenali Penyebab dan Kebiasaan yang Perlu Dihindari

Mata Minus Semakin Sering Terjadi, Kenali Penyebab dan Kebiasaan yang Perlu Dihindari

21 Agustus 2026 | 15:12

Keboncinta.com-- Mata minus atau miopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang cukup banyak dialami masyarakat. Kondisi ini membuat seseorang kesulitan melihat objek yang berada jauh dengan jelas karena cahaya tidak terfokus tepat pada retina.

Kemunculan mata minus dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain faktor keturunan, lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga dapat berhubungan dengan risiko terjadinya atau berkembangnya miopia, terutama pada anak dan remaja.

Karena itu, menjaga kesehatan mata tidak cukup hanya dilakukan ketika penglihatan mulai terganggu. Kebiasaan menggunakan perangkat digital, aktivitas membaca, waktu berada di luar ruangan, hingga pemeriksaan mata secara berkala perlu mendapatkan perhatian.

Lantas, apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko mata minus dan bagaimana cara menjaga kesehatan mata?

Baca Juga: Sering Makan Salmon? Ini Manfaat Luar Biasa yang Bisa Didapatkan Tubuh

Faktor Genetik Dapat Meningkatkan Risiko Mata Minus

Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor penting yang berkaitan dengan kemungkinan seseorang mengalami miopia.

Seseorang yang memiliki orang tua dengan mata minus memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga tersebut. Faktor keturunan dapat memengaruhi karakteristik mata, termasuk bentuk dan panjang bola mata yang berkaitan dengan kemampuan mata memfokuskan cahaya.

Meski faktor genetik tidak dapat diubah, seseorang tetap dapat melakukan berbagai langkah untuk menjaga kesehatan mata dan mendeteksi perubahan penglihatan sejak dini.

Kebiasaan Menggunakan Gadget Perlu Diperhatikan

Penggunaan ponsel, tablet, komputer, dan perangkat digital lainnya telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Jika digunakan dalam waktu lama tanpa jeda, aktivitas tersebut dapat membuat mata mengalami kelelahan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Menatap layar terlalu lama bukan berarti secara sederhana dapat disebut sebagai satu-satunya penyebab mata minus. Namun, aktivitas melihat dekat dalam waktu lama, terutama pada anak-anak, menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan perkembangan miopia.

Karena itu, penggunaan perangkat digital sebaiknya diselingi dengan waktu istirahat. Sesekali mengalihkan pandangan dari layar dan melihat objek yang lebih jauh dapat membantu mengurangi ketegangan mata.

Baca Juga: Kemenag Hadirkan Al-Qur’an untuk Penyandang Disabilitas, Ada Mushaf Braille hingga Al-Qur’an Isyarat

Aktivitas di Dalam Ruangan dan Kurangnya Waktu di Luar Ruangan

Kebiasaan menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, khususnya pada anak dan remaja.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa waktu yang lebih banyak di luar ruangan berkaitan dengan risiko miopia yang lebih rendah pada anak. Karena itu, aktivitas luar ruangan dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan mata.

Selain itu, pencahayaan ruangan tetap perlu diperhatikan ketika seseorang membaca atau bekerja. Lingkungan dengan pencahayaan yang nyaman dapat membantu mengurangi rasa lelah pada mata.

Jarak Membaca dan Aktivitas Melihat Dekat

Membaca dalam jarak yang sangat dekat atau melakukan aktivitas melihat dekat dalam waktu lama dapat membuat mata bekerja lebih keras.

Kebiasaan tersebut terutama perlu diperhatikan apabila dilakukan terus-menerus tanpa jeda. Saat membaca buku maupun menggunakan perangkat digital, usahakan posisi tubuh nyaman dan jarak pandang tidak terlalu dekat.

Memberikan jeda secara berkala juga dapat membantu mengurangi ketegangan mata setelah melakukan aktivitas melihat dekat dalam waktu lama.

Pola Makan Tetap Penting untuk Kesehatan Mata

Asupan makanan yang seimbang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk mata.

Berbagai jenis sayuran, buah-buahan, ikan, telur, serta makanan bergizi lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Nutrisi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, zinc, serta asam lemak omega-3 diketahui memiliki peran dalam mendukung kesehatan mata.

Namun, penting dipahami bahwa mengonsumsi makanan tertentu tidak secara langsung menghilangkan atau menyembuhkan mata minus. Pola makan sehat lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan mendukung kesehatan mata secara keseluruhan.

Pemeriksaan Mata Jangan Menunggu Penglihatan Memburuk

Salah satu langkah penting untuk menjaga penglihatan adalah melakukan pemeriksaan mata secara berkala, terutama jika mulai mengalami gejala seperti pandangan jauh yang kabur, sering menyipitkan mata, sakit kepala setelah melihat jauh, atau kesulitan melihat tulisan dari jarak tertentu.

Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi penglihatan secara lebih akurat sekaligus menentukan apakah seseorang membutuhkan kacamata atau koreksi penglihatan lainnya.

Bagi anak-anak, pemeriksaan mata juga penting dilakukan karena perubahan penglihatan terkadang tidak selalu disadari oleh mereka.

Baca Juga: Sering Merasa Kerja Makin Berat? Bisa Jadi 5 Kebiasaan Ini Diam-Diam Jadi Penyebabnya

Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mata

Menjaga kesehatan mata dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana.

Gunakan perangkat digital secara bijak, berikan waktu istirahat pada mata, jaga jarak saat membaca, pastikan pencahayaan cukup nyaman, konsumsi makanan bergizi, dan luangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, kebersihan mata juga perlu diperhatikan. Bagi pengguna lensa kontak, ikuti aturan pemakaian dan perawatan yang dianjurkan serta jangan menggunakan lensa kontak secara sembarangan.

Mata Minus Tidak Selalu Disebabkan Satu Faktor

Mata minus atau miopia dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Karena itu, tidak tepat jika kondisi tersebut hanya dikaitkan dengan satu kebiasaan, seperti penggunaan gadget atau membaca dalam kondisi tertentu.

Yang lebih penting adalah mengenali faktor risiko, menjaga kebiasaan sehari-hari, serta melakukan pemeriksaan mata apabila muncul gangguan penglihatan.

Dengan perhatian yang lebih baik terhadap kesehatan mata sejak dini, perubahan penglihatan dapat diketahui lebih cepat dan ditangani sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Sering Merasa Kerja Makin Berat? Bisa Jadi 5 Kebiasaan Ini Diam-Diam Jadi Penyebabnya

Mata minus merupakan kondisi penglihatan yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keturunan dan lingkungan. Kebiasaan melakukan aktivitas melihat dekat dalam waktu lama, penggunaan perangkat digital, serta kurangnya waktu beraktivitas di luar ruangan menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama pada anak dan remaja.

Menjaga kesehatan mata tidak harus dilakukan dengan langkah yang rumit. Mengatur waktu menggunakan layar, menjaga jarak saat membaca, memenuhi kebutuhan nutrisi, beraktivitas di luar ruangan, serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya menjaga penglihatan tetap optimal.***

Tags:
Gaya Hidup Sehat Kesehatan Mata

Komentar Pengguna