KebonCinta.com — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka, Jawa Barat, mengembangkan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) melalui metode permainan edukatif dan analisis studi kasus.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari supervisi akademik yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendukung pengembangan karakter peserta didik.
Berdasarkan publikasi Kementerian Agama Kabupaten Majalengka pada Jumat, 6 November 2026, supervisi dilaksanakan di kelas XII-5 dengan melibatkan guru mata pelajaran dan supervisor madrasah.
SUPERVISI DILAKUKAN DI KELAS XII-5
Kegiatan supervisi dipimpin Wawan Abdul Gani selaku supervisor MAN 1 Majalengka.
Dalam kegiatan tersebut, guru PKN Neneng Lilis Analisa menyampaikan materi mengenai sikap solutif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban.
Pembelajaran dirancang agar peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai konsep kewarganegaraan.
Siswa juga didorong memahami penerapannya melalui berbagai persoalan yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
MENGGUNAKAN METODE GAME-BASED LEARNING
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Game-Based Learning atau pembelajaran berbasis permainan.
Metode tersebut dipadukan dengan Relay Game atau permainan berantai.
Melalui kegiatan ini, siswa dilibatkan dalam aktivitas yang mengharuskan mereka memahami persoalan, berkoordinasi, dan menyampaikan hasil pemikiran.
Permainan dirancang agar kegiatan belajar lebih interaktif dan tidak hanya didominasi penjelasan guru.
Namun, penggunaan metode permainan tetap perlu diarahkan pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
ANALISIS KASUS PELANGGARAN HAK DAN KEWAJIBAN
Selain permainan, Neneng menggunakan pendekatan studi kasus.
Siswa diajak membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara.
Mereka kemudian diminta memikirkan langkah penyelesaian yang sesuai serta menjelaskan hasil analisisnya.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Pembelajaran PKN juga diarahkan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan terhadap hak orang lain.
GURU DORONG SIKAP SOLUTIF
Neneng menjelaskan bahwa pembelajaran dirancang agar siswa terlibat aktif dalam memahami dan menyelesaikan persoalan.
Menurutnya, peserta didik perlu belajar menghadapi masalah secara bijaksana.
Melalui permainan dan analisis kasus, siswa tidak hanya diminta mengingat materi, tetapi juga dilatih menyampaikan gagasan.
Guru berharap kebiasaan tersebut dapat membantu membangun sikap pantang menyerah dan kemampuan mengambil keputusan.
Namun, dampak jangka panjang terhadap karakter siswa masih memerlukan pengamatan dan penilaian secara berkelanjutan.
SUPERVISI MENJADI BAGIAN DARI PENJAMINAN MUTU
Kegiatan supervisi akademik merupakan salah satu cara satuan pendidikan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran.
Supervisor melakukan pengamatan untuk mengetahui bagaimana guru menerapkan metode mengajar di dalam kelas.
Hasil pengamatan kemudian dapat digunakan sebagai bahan refleksi bersama.
Dengan proses tersebut, guru diharapkan memperoleh masukan mengenai bagian pembelajaran yang perlu dipertahankan maupun dikembangkan.
GURU DAN SUPERVISOR LAKUKAN REFLEKSI
Setelah kegiatan pembelajaran, Wawan Abdul Gani bersama guru PKN melaksanakan sesi refleksi pascaobservasi.
Pertemuan tersebut digunakan untuk membahas hasil pelaksanaan dan menyusun rekomendasi pengembangan pembelajaran berikutnya.
Salah satu perhatian utamanya adalah pemanfaatan permainan edukatif untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik.
Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung perbaikan metode mengajar secara berkelanjutan.
BUKAN PROGRAM BARU UNTUK SELURUH MADRASAH
Kegiatan yang dipublikasikan merupakan praktik supervisi pembelajaran di MAN 1 Majalengka.
Informasi ini tidak berarti seluruh madrasah Indonesia diwajibkan menggunakan Relay Game dalam mata pelajaran PKN.
Metode pembelajaran perlu disesuaikan dengan materi, kebutuhan peserta didik, dan kondisi satuan pendidikan.
Guru dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai salah satu referensi inovasi, tetapi tetap perlu menentukan pendekatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran masing-masing.
PENDIDIKAN KARAKTER MENJADI TUJUAN
MAN 1 Majalengka berharap pembelajaran berbasis permainan dan studi kasus dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keberanian mengemukakan pendapat, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembelajaran PKN juga menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai kewarganegaraan melalui aktivitas yang lebih dekat dengan pengalaman siswa.
Laporan kegiatan diterbitkan pada 6 November 2026, sedangkan peristiwa supervisinya disebut berlangsung pada 21 Oktober 2026.
Informasi lebih lanjut dapat diperiksa melalui kanal berita Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan pembelajaran madrasah yang menggabungkan pendidikan karakter, kegiatan interaktif, dan evaluasi profesionalisme guru.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir