CIREBON – Toga telah terpasang dan ijazah sudah di tangan. Namun bagi 423 wisudawan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tasikmalaya, seremoni di Hotel Aston Cirebon, Kamis (24/9/2026), bukanlah garis akhir—melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya.
Hadir memberikan arahan, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, memberikan pesan mendalam bagi para lulusan yang akan segera bertaruh di garda terdepan pelayanan medis masyarakat.
"Sumpah profesi yang kalian ikrarkan hari ini jangan cuma berhenti sebagai pemanis seremoni wisuda. Jadikan itu komitmen hidup. Masyarakat tidak hanya butuh orang pintar yang paham teori medis, tetapi butuh tenaga kesehatan yang melayani dengan hati dan menjunjung tinggi integritas," tegas Siti Farida di hadapan para wisudawan dan orang tua yang hadir.
Injeksi 'Darah Segar' untuk Benteng Kesehatan Cirebon
Kelulusan ratusan tenaga kesehatan (nakes) baru ini menjadi angin segar bagi peta kekuatan SDM kesehatan di Kota Cirebon dan sekitarnya. Tantangan medis saat ini kian kompleks—mulai dari perang melawan stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, hingga dinamika perubahan pola penyakit pascapandemi.
Siti Farida mengingatkan bahwa sebaik apa pun kebijakan kesehatan yang dirancang pemerintah, eksekusinya tetap berada di jemari para nakes di lapangan.
3 Pilar Pengabdian Nakes Muda
Guna menjawab tantangan tersebut, Pemkot Cirebon mendorong para lulusan untuk memegang tiga prinsip utama dalam menjalankan tugas:
Ilmu & Etika Berjalan Sejajar: Kemampuan teknis medis harus diimbangi dengan kepatuhan pada regulasi dan etika profesi.
Memberikan Rasa Aman: Pasien tak hanya butuh obat, tetapi juga rasa tenang, empati, dan penghormatan dari tenaga medis.
Belajar Tanpa Henti: Dunia medis berkembang pesat; gelar formal hanyalah tiket masuk untuk terus memperbarui kompetensi di lapangan.
Awal Pengabdian yang Sesungguhnya
Seada dengan pimpinan daerah, Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dini Mariani, mengingatkan agar para alumni selalu menjaga nama baik almamater dan menjadikan ilmu yang didapat sebagai ladang kebermanfaatan.
"Wisuda adalah titik awal untuk menerjemahkan teori kampus menjadi aksi nyata di tengah masyarakat," tutur Dini.
Lulusnya 423 nakes muda ini diharapkan menjadi amunisi baru bagi fasilitas kesehatan di Wilayah III Cirebon, membawa angin segar bagi pelayanan medis yang tak hanya canggih, tapi juga manusiawi. (swd)