KebonCinta.com — Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong penguatan literasi digital dan peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di SD Negeri Adisutjipto 2, Yogyakarta.
Dukungan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, ketika mengunjungi sekolah tersebut pada Minggu, 1 November 2026.
Informasi kunjungan dipublikasikan ANTARA pada Senin, 2 November 2026 pukul 04.55 WIB, berdasarkan keterangan yang diterima dari Kantor Staf Presiden.
Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya mengawal program prioritas pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui transformasi pendidikan dan penguasaan teknologi.
RENOVASI SEKOLAH TURUT DIRESMIKAN
Dalam kunjungannya, Kepala Staf Kepresidenan melakukan penandatanganan prasasti peresmian renovasi SD Negeri Adisutjipto 2.
Peresmian tersebut menandai dukungan terhadap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan agar peserta didik memiliki lingkungan pembelajaran yang lebih baik.
Pengembangan fasilitas sekolah menjadi perhatian karena kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi pelajaran, tetapi juga sarana yang tersedia.
Listyo Sigit menekankan pentingnya memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan anak.
Melalui lingkungan pendidikan yang mendukung, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, produktif, serta mampu menyelesaikan persoalan di sekitarnya.
SEKOLAH KEMBANGKAN PEMBELAJARAN KODING DAN AI
Salah satu kegiatan yang ditinjau adalah pengembangan SD Negeri Adisutjipto 2 sebagai sekolah model penerapan Pembelajaran Mendalam atau PM.
Sekolah tersebut juga mengembangkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial atau KKA.
Pendekatan tersebut diarahkan agar siswa tidak hanya mengenal penggunaan teknologi digital, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kerja sama.
Pembelajaran koding dapat menjadi sarana memperkenalkan cara berpikir terstruktur dalam menyelesaikan persoalan.
Sementara itu, pengenalan kecerdasan artifisial di lingkungan pendidikan perlu disertai pemahaman mengenai penggunaan teknologi yang bijak dan bertanggung jawab.
KSP menilai kemampuan tersebut menjadi bagian dari persiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
LAHAN SEKOLAH PRODUKTIF UNTUK PEMBELAJARAN STEM
Selain penguatan teknologi digital, sekolah mengembangkan program Lahan Sekolah Produktif.
Fasilitas tersebut digunakan sebagai laboratorium pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dikenalkan dengan tanaman obat keluarga, manfaatnya, serta kemungkinan pengembangan hasil tanaman menjadi produk yang bernilai guna.
Salah satu rencana pengembangan yang disampaikan adalah pemanfaatan serai sebagai bahan baku pengharum ruangan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan konsep sains dengan aktivitas nyata.
Namun, pengolahan serai menjadi produk pengharum ruangan masih disebut sebagai rencana pengembangan, bukan hasil produksi yang telah dipasarkan.
FASILITAS DIGITAL DAN PERPUSTAKAAN
SD Negeri Adisutjipto 2 turut mengembangkan sejumlah fasilitas pembelajaran yang mendukung kreativitas dan literasi siswa.
Fasilitas tersebut mencakup ruang broadcasting, perpustakaan, serta Papan Interaktif Digital atau PID.
Perpustakaan diarahkan sebagai ruang untuk meningkatkan budaya membaca dan memperluas akses pengetahuan siswa.
Sementara itu, penggunaan PID dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dengan memanfaatkan konten digital.
Penguatan fasilitas tersebut juga berkaitan dengan agenda Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang didorong pemerintah.
KEPALA SEKOLAH SAMBUT DUKUNGAN KSP
Kepala SD Negeri Adisutjipto 2, Andri Noviati Pihasta, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan dukungan yang diberikan kepada sekolah.
Menurutnya, kunjungan Kepala Staf Kepresidenan memberikan motivasi bagi sekolah dan para siswa untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dukungan terhadap fasilitas pendidikan diharapkan dapat membantu guru mengembangkan kegiatan belajar yang lebih kreatif dan sesuai kebutuhan peserta didik.
KSP juga menekankan pentingnya kerja sama pemerintah, sekolah, dan berbagai pihak dalam mendukung transformasi pendidikan.
BUKAN PENGUMUMAN PROGRAM NASIONAL BARU
Perlu diperhatikan bahwa informasi kunjungan pada 1 November 2026 tidak mengumumkan pembukaan pendaftaran bantuan perangkat digital untuk seluruh sekolah.
Laporan tersebut membahas perkembangan fasilitas dan pembelajaran pada SD Negeri Adisutjipto 2 serta dukungan terhadap agenda pendidikan nasional.
Belum terdapat rincian alokasi perangkat baru bagi sekolah lain yang secara khusus diumumkan melalui kunjungan tersebut.
Perkembangan program pembelajaran digital dan pendidikan dasar dapat dipantau melalui situs resmi Kemendikdasmen dan kanal informasi pemerintah.
Kunjungan ini memperlihatkan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, pengembangan keterampilan digital, serta penguatan pengalaman belajar langsung sejak jenjang sekolah dasar.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir