Kesehatan
Hilmi An Naufal

Konsultasi Kesehatan Mental Meningkat, 90 Persen Pengguna Berusia 18-34 Tahun dan Ansietas Jadi Keluhan Terbanyak

Konsultasi Kesehatan Mental Meningkat, 90 Persen Pengguna Berusia 18-34 Tahun dan Ansietas Jadi Keluhan Terbanyak

09 Oktober 2026 | 09:53

KebonCinta.com — Kesadaran masyarakat untuk mencari bantuan profesional ketika mengalami persoalan kesehatan mental menunjukkan perkembangan positif.

Laporan kesehatan terbaru menunjukkan semakin banyak masyarakat mulai memanfaatkan layanan konsultasi psikologi dan kesehatan mental.

Berdasarkan Indonesia Health Insights Report 2026, sekitar satu dari setiap 15 konsultasi yang dilakukan melalui platform Halodoc berkaitan dengan kesehatan mental.

Jumlah konsultasi tersebut tumbuh sekitar 8,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menariknya, sebagian besar pertumbuhan berasal dari masyarakat yang sebelumnya belum pernah berkonsultasi mengenai kesehatan mental.

Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa semakin banyak orang mulai berani membicarakan persoalan emosional dan psikologis.

“Semakin cepat konsultasi dengan tim profesional, semakin ringan proses penyembuhannya,” ujar psikolog Miki Amrilya Wardati.

Ia menekankan bahwa datang ke psikolog maupun psikiater bukan berarti seseorang kalah menghadapi persoalan.

Bantuan profesional justru dapat membantu seseorang memahami kondisi yang sedang dialami.

Data laporan menunjukkan sekitar 90,7 persen pengguna layanan konsultasi kesehatan mental berada pada kelompok usia 18 hingga 34 tahun.

Sebanyak 83,3 persen di antaranya merupakan perempuan.

Kelompok usia tersebut berada pada periode kehidupan yang penuh perubahan.

Sebagian sedang menjalani pendidikan tinggi.

Baca Juga: Anak Sedang Tantrum? Psikolog Ingatkan Orang Tua Jangan Ikut Marah, Begini Cara Meresponsnya 

Sebagian lainnya baru memasuki dunia kerja, membangun karier maupun menjalani kehidupan berkeluarga.

Tekanan akademik, pekerjaan, hubungan sosial dan kondisi ekonomi dapat menjadi bagian dari persoalan yang dihadapi.

Namun penyebab gangguan kesehatan mental tidak dapat disamaratakan karena kondisi setiap orang berbeda.

Selama semester pertama 2026, gangguan ansietas atau kecemasan menjadi diagnosis tertinggi dalam layanan konsultasi pada laporan tersebut.

Proporsinya mencapai sekitar 31,6 persen dari keseluruhan konsultasi kesehatan mental.

Angka konsultasi terkait ansietas juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Gejala kecemasan dapat muncul dalam berbagai bentuk.

Seseorang dapat merasa khawatir secara terus-menerus, kesulitan berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur maupun merasakan gejala fisik tertentu.

Namun seseorang tidak sebaiknya mendiagnosis dirinya sendiri hanya berdasarkan informasi di internet.

Diagnosis tetap perlu dilakukan tenaga profesional yang memiliki kompetensi.

Kesehatan mental juga berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.

Perubahan perilaku, emosi maupun kebiasaan yang berlangsung lama dan mulai mengganggu pekerjaan, pendidikan atau hubungan sosial perlu diperhatikan.

Dukungan dari orang terdekat dapat membantu.

Mendengarkan tanpa menghakimi sering kali menjadi langkah awal yang berarti bagi seseorang yang sedang mengalami kesulitan.

Di sisi lain, keluarga maupun teman tidak harus mengambil peran sebagai tenaga profesional.

Apabila persoalan mulai berat, bantuan psikolog, psikiater atau fasilitas kesehatan tetap menjadi pilihan yang tepat.

Meningkatnya jumlah konsultasi juga dapat dilihat sebagai perubahan cara masyarakat memandang kesehatan mental.

Mencari bantuan tidak lagi harus dianggap sebagai sesuatu yang memalukan.

Sama seperti kesehatan fisik, kondisi psikologis juga membutuhkan perhatian ketika mulai mengalami gangguan.

Tags:
Kesehatan Mental Psikolog Ansietas Remaja Gen Z Konsultasi Psikologi Kesehatan

Komentar Pengguna