Teknologi
Hilmi An Naufal

Komdigi Targetkan Internet Rumah 100 Mbps di Bawah Rp200 Ribu, Ini Rencana Pemerintah dan Perluasan Jaringannya

Komdigi Targetkan Internet Rumah 100 Mbps di Bawah Rp200 Ribu, Ini Rencana Pemerintah dan Perluasan Jaringannya

31 Oktober 2026 | 13:53

KebonCinta.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan perluasan akses internet tetap berkecepatan 100 Mbps dengan biaya yang lebih terjangkau bagi rumah tangga di Indonesia.

Target tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam keterangannya yang dipublikasikan pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Pemerintah membidik biaya layanan internet rumah sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu dengan memperluas jaringan fiber optik hingga kawasan permukiman.

Meski demikian, angka tersebut masih berupa target pengembangan akses internet nasional dan bukan pengumuman bahwa paket 100 Mbps dengan tarif tersebut sudah tersedia secara merata di seluruh Indonesia.

PERLUAS JARINGAN FIBER OPTIK

Baca Juga: Rintisan Relawan Mengajar Dimulai, Kabupaten Cirebon Masuk Daerah yang Terlibat 

Menurut Nezar Patria, salah satu langkah utama untuk menekan biaya internet adalah memperluas koneksi fixed broadband yang menggunakan infrastruktur jaringan tetap.

Fiber optik dinilai penting karena memungkinkan penyediaan koneksi berkecepatan tinggi bagi rumah tangga. Melalui satu sambungan internet, beberapa anggota keluarga dapat menggunakan layanan digital secara bersamaan.

Perluasan jaringan tersebut diharapkan membuat konektivitas berkualitas tidak hanya tersedia di pusat bisnis atau perkotaan besar, tetapi juga semakin menjangkau lingkungan permukiman masyarakat.

TARGET KECEPATAN 100 MBPS

Pemerintah membidik layanan internet rumah berkecepatan 100 megabit per detik atau Mbps dengan tarif sekitar Rp140 ribu hingga di bawah Rp200 ribu.

Dalam penggunaan sehari-hari, kecepatan tersebut dapat mendukung berbagai kebutuhan digital rumah tangga, termasuk kegiatan pembelajaran daring, pekerjaan, komunikasi, dan penggunaan layanan internet secara bersamaan.

Namun, kemampuan koneksi yang diterima setiap pengguna tetap dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kualitas jaringan, perangkat yang digunakan, jumlah pengguna aktif, dan kondisi layanan penyedia internet.

Karena itu, target 100 Mbps tidak berarti setiap rumah tangga otomatis memperoleh kecepatan yang sama dalam semua kondisi.

BELUM ADA JADWAL PEMERATAAN NASIONAL

Siaran pers Kemkomdigi pada 30 Oktober 2026 menjelaskan sasaran kecepatan dan biaya internet yang ingin dicapai pemerintah, tetapi belum memerinci tanggal penerapan serentak di setiap daerah.

Belum disebutkan pula daftar operator yang diwajibkan menyediakan paket dengan tarif tersebut kepada seluruh pelanggan.

Masyarakat yang ingin memasang internet rumah tetap perlu memeriksa ketersediaan jaringan, harga resmi, serta ketentuan paket dari penyedia layanan di wilayah masing-masing.

Pemerintah menempatkan perluasan fixed broadband sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur digital yang lebih inklusif dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat.

ADOPSI TEKNOLOGI 5G JUGA DITINGKATKAN

Selain koneksi internet tetap, Kemkomdigi menyoroti pentingnya peningkatan adopsi teknologi jaringan seluler generasi kelima atau 5G.

Nezar Patria menyebut tingkat adopsi 5G di Indonesia saat ini masih berada di bawah 10 persen. Pemerintah menargetkan peningkatan mendekati 30 hingga 40 persen dalam jangka tiga sampai lima tahun mendatang.

Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan konektivitas nasional yang mencakup jaringan internet tetap dan layanan seluler.

DAMPAK BAGI PENDIDIKAN DAN EKONOMI

Ketersediaan internet berkecepatan tinggi dengan biaya terjangkau diharapkan membantu keluarga mengakses pembelajaran digital, bekerja dari rumah, dan mengembangkan usaha secara daring.

Konektivitas yang lebih merata juga dapat mendukung pemanfaatan layanan publik digital dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Informasi mengenai perkembangan kebijakan, pembangunan jaringan, serta pengumuman resmi pemerintah dapat dipantau melalui situs https://www.komdigi.go.id.

Masyarakat tetap perlu menunggu informasi lebih lanjut mengenai realisasi target tarif dan kecepatan tersebut agar tidak keliru menganggapnya sebagai program pemasangan internet murah yang sudah dibuka secara nasional.

Tags:
internet murah 2026 Komdigi 100 Mbps internet rumah Rp200 ribu fiber optik Indonesia Nezar Patria jaringan broadband internet cepat teknologi 5G.

Komentar Pengguna