Berita
Hilmi An Naufal

KIP Kuliah 2026 di UMPR Diserbu Ratusan Pendaftar, 125 Mahasiswa Bersaing Rebut 96 Kuota

KIP Kuliah 2026 di UMPR Diserbu Ratusan Pendaftar, 125 Mahasiswa Bersaing Rebut 96 Kuota

02 September 2026 | 22:30

KEBONCINTA.COM – Persaingan memperoleh bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah 2026 berlangsung cukup ketat di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Sebanyak 125 calon penerima mengikuti tahapan wawancara setelah sebelumnya sekitar 350 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.

Seleksi wawancara dilaksanakan oleh Direktorat Alumni dan Kemahasiswaan UMPR di Gedung Pascasarjana, Ruang Auditorium UMPR, Palangka Raya.

Tahapan ini menjadi bagian penting dalam menentukan mahasiswa yang benar-benar memenuhi ketentuan sebagai penerima KIP Kuliah 2026.

Dari sekitar 350 pendaftar, sebanyak 125 mahasiswa dinyatakan memenuhi kriteria awal untuk melanjutkan ke tahap seleksi.

Direktur Alumni dan Kemahasiswaan UMPR Miftahurrizqi menjelaskan bahwa proses wawancara dilakukan untuk memastikan kondisi ekonomi, kesesuaian data serta komitmen calon penerima dalam menjalani pendidikan tinggi.

Salah satu ketentuan yang menjadi perhatian pada KIP Kuliah 2026 adalah pemeringkatan kondisi sosial ekonomi calon penerima.

Untuk proses seleksi di UMPR, mahasiswa yang dapat melanjutkan tahapan adalah mereka yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4.

Penentuan desil tersebut bukan dilakukan oleh pihak perguruan tinggi.

Data kondisi sosial ekonomi calon mahasiswa ditentukan berdasarkan pemeringkatan yang dikelola pemerintah. Karena itu, kampus tidak dapat mengubah status desil calon penerima secara sepihak.

Dari 125 calon penerima yang mengikuti seleksi, tidak seluruhnya akan mendapatkan KIP Kuliah.

UMPR pada tahun 2026 memperoleh kuota sebanyak 96 mahasiswa yang tersebar pada 18 program studi.

Jumlah kuota setiap program studi berbeda-beda dan salah satunya dipengaruhi kategori akreditasi program studi.

Program studi dengan kategori unggul atau A mendapatkan kuota maksimal lima mahasiswa. Sementara beberapa program studi dengan kategori baik sekali atau B memiliki kuota antara lima hingga 12 mahasiswa.

Untuk program studi kategori baik atau C, kuota yang tersedia sebanyak dua mahasiswa.

Persaingan calon penerima juga berbeda di setiap program studi.

Program Studi Administrasi Publik misalnya memiliki lima kuota namun terdapat 21 pendaftar yang memenuhi kriteria.

Program Studi Manajemen bahkan hanya mempunyai dua kuota dengan jumlah pendaftar yang memenuhi kriteria mencapai 18 orang.

Persaingan cukup tinggi juga terjadi di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD.

Program tersebut memiliki kuota 12 mahasiswa, sedangkan jumlah pendaftar yang memenuhi kriteria mencapai 30 mahasiswa.

Pada Program Studi Ilmu Komputer tersedia dua kuota dengan sembilan pendaftar.

Namun kondisi berbeda terjadi pada sejumlah program studi lainnya karena jumlah pendaftar justru lebih sedikit dibandingkan kuota yang tersedia.

Program Studi Agroteknologi misalnya memiliki lima kuota, tetapi hanya terdapat satu pendaftar yang memenuhi kriteria.

Teknik Lingkungan menyediakan 10 kuota dengan empat calon penerima yang memenuhi ketentuan.

Sedangkan Teknik Sipil memiliki 10 kuota dengan dua calon penerima.

Perbedaan jumlah pendaftar tersebut membuat proses verifikasi dan seleksi tetap perlu dilakukan secara cermat.

Pihak kampus menegaskan prioritas utama adalah memastikan bantuan KIP Kuliah diterima mahasiswa yang benar-benar memenuhi persyaratan.

Seluruh data dan dokumen calon penerima akan diverifikasi dan divalidasi sebelum keputusan penerima ditetapkan.

Bagi mahasiswa yang berhasil mendapatkan KIP Kuliah 2026, manfaat yang diterima tidak hanya berupa bantuan pembayaran biaya pendidikan.

Biaya pendidikan penerima diberikan sesuai ketentuan hingga semester delapan dan dibayarkan langsung kepada perguruan tinggi.

Mahasiswa juga memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp6,6 juta per semester.

Bantuan biaya hidup tersebut dapat diberikan selama delapan semester dan ditransfer langsung ke rekening mahasiswa penerima.

Meski demikian, KIP Kuliah tidak mencakup seluruh kebutuhan selama menempuh pendidikan tinggi.

Sejumlah komponen seperti jas almamater atau pakaian praktikum, biaya asrama, pelaksanaan KKN, PKL atau magang, kegiatan penelitian mandiri hingga biaya wisuda tidak termasuk dalam pembiayaan utama program tersebut.

UMPR menyatakan mahasiswa yang belum berhasil memperoleh KIP Kuliah tetap akan diarahkan untuk mencari kesempatan bantuan pendidikan lainnya.

Alternatif tersebut dapat berasal dari beasiswa pemerintah provinsi maupun program bantuan pendidikan dari lembaga lainnya.

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan KIP Kuliah masih menjadi salah satu program bantuan pendidikan yang sangat dibutuhkan calon mahasiswa.

Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup dapat menjadi faktor penting agar mahasiswa dapat tetap melanjutkan pendidikan.

Namun penetapan penerima tetap harus mengikuti mekanisme verifikasi serta ketentuan pemerintah.

Karena itu, mahasiswa yang mengikuti proses seleksi diharapkan memberikan data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari 125 calon penerima yang mengikuti tahapan wawancara tersebut, sebanyak 96 mahasiswa nantinya memiliki peluang memperoleh kuota KIP Kuliah UMPR 2026 sesuai hasil seleksi dan verifikasi.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna