Hal ini penting karena adaptor digunakan dalam sistem kelistrikan kendaraan yang memiliki karakteristik berbeda dengan sumber listrik rumah.
Baca Juga: 6 Tren Kebiasaan Makan Sehat yang Semakin Diminati, dari Pangan Lokal hingga Teknologi Gizi
Meskipun pengisian cepat menawarkan kemudahan, pengguna tetap perlu memperhatikan dampaknya terhadap suhu perangkat.
Proses pengisian baterai dapat menghasilkan panas. Ketika smartphone menerima daya besar, suhu perangkat berpotensi meningkat, terutama jika digunakan untuk menjalankan aplikasi berat secara bersamaan.
Contohnya, ketika HP digunakan untuk navigasi GPS, memutar musik, dan menjalankan Android Auto selama perjalanan. Aktivitas tersebut membuat perangkat bekerja lebih keras sehingga panas yang dihasilkan bisa semakin tinggi.
Suhu berlebih dalam jangka panjang dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak memaksakan pengisian cepat ketika kondisi smartphone sudah terasa panas.
Jika perangkat mengalami peningkatan suhu yang tidak biasa, hentikan sementara pengisian dan biarkan suhunya kembali normal. Hindari pula meletakkan HP di tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung di dalam kendaraan.
Pengisian daya HP yang lambat di mobil umumnya disebabkan keterbatasan daya port USB bawaan kendaraan. Port USB 2.0 lama tidak dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengisian cepat smartphone modern.
Solusinya, pengguna dapat memanfaatkan adaptor USB-C fast charging melalui soket 12 volt mobil dengan kabel yang sesuai. Namun, pemilihan adaptor harus mempertimbangkan kompatibilitas dan aspek keamanan.
Pengisian cepat memang membantu ketika baterai hampir habis selama perjalanan. Meski begitu, pengguna tetap perlu memperhatikan suhu perangkat dan tidak menjalankan terlalu banyak aplikasi berat saat mengisi daya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir