Teknologi
Hilmi An Naufal

Kemenkes Ungkap 43 Ribu Fasilitas Kesehatan Terhubung SATUSEHAT, 11 Inovator AI Unjuk Teknologi Baru

Kemenkes Ungkap 43 Ribu Fasilitas Kesehatan Terhubung SATUSEHAT, 11 Inovator AI Unjuk Teknologi Baru

28 Oktober 2026 | 19:54

KebonCinta.com — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan teknologi kesehatan dan integrasi data pelayanan. Hingga Oktober 2026, lebih dari 43 ribu fasilitas pelayanan kesehatan telah terhubung dengan platform SATUSEHAT.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam kegiatan Health Innovation Showcase 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pengembang teknologi kesehatan untuk memperkenalkan inovasi yang berpotensi meningkatkan mutu, efisiensi, serta akses pelayanan bagi masyarakat.

LEBIH DARI 43 RIBU FASILITAS TERINTEGRASI

Baca Juga: Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya? Kenali 3 Faktor yang Bisa Memengaruhi Pertumbuhannya 

Menurut Kemenkes, integrasi SATUSEHAT telah mencakup hampir seluruh rumah sakit dan lebih dari 90 persen puskesmas di Indonesia.

Salah satu fokus pengembangannya adalah penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME). Sistem tersebut memungkinkan pengelolaan riwayat kesehatan pasien secara berkesinambungan dan pertukaran informasi antarfasilitas sesuai ketentuan.

Dengan integrasi tersebut, fasilitas kesehatan diharapkan dapat memiliki akses terhadap informasi yang dibutuhkan untuk mendukung kesinambungan pelayanan.

Namun, akses terhadap riwayat kesehatan tetap harus memperhatikan ketentuan penggunaan data dan persetujuan pasien.

11 INOVATOR TEKNOLOGI KESEHATAN TERPILIH

Dalam Health Innovation Showcase 2026, sebanyak 11 inovator terpilih mempresentasikan berbagai solusi teknologi kesehatan.

Inovasi yang ditampilkan dinilai berdasarkan kesiapan penerapan, tingkat penerimaan masyarakat, serta peluang integrasi dengan ekosistem SATUSEHAT.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tidak cukup hanya menghasilkan aplikasi atau perangkat baru. Solusi yang diperkenalkan juga perlu dapat digunakan secara aman, sesuai kebutuhan pelayanan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

AI MULAI DIGUNAKAN DALAM LAYANAN KESEHATAN

Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu tren yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.

Beberapa pengembangan teknologi diarahkan untuk mendukung pemeriksaan genetik serta membantu pembuatan ringkasan rekam medis dari percakapan klinis secara otomatis.

Teknologi semacam ini berpotensi membantu tenaga kesehatan dalam pengelolaan informasi dan pekerjaan administratif.

Akan tetapi, penggunaannya memerlukan pemeriksaan terhadap ketepatan hasil, keamanan data, serta kesesuaian dengan prosedur medis.

AI TIDAK MENGGANTIKAN KEPUTUSAN DOKTER

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa kecerdasan artifisial harus digunakan sebagai teknologi pendukung tenaga kesehatan.

Artinya, AI tidak boleh dianggap sebagai pengganti penilaian klinis dokter. Keputusan mengenai diagnosis, pemeriksaan, dan penanganan pasien tetap membutuhkan pertimbangan tenaga medis yang berwenang.

Kemenkes juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital harus dilihat dari manfaat nyata yang diterima pasien, bukan hanya jumlah aplikasi yang dikembangkan.

60 INOVASI KESEHATAN LOLOS VERIFIKASI

Kemenkes mencatat sebanyak 60 inovasi kesehatan telah lolos proses verifikasi melalui program Sandbox Kesehatan selama periode 2023–2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 inovasi memperoleh tanda daftar resmi Inovasi Teknologi Kesehatan.

Sandbox Kesehatan merupakan ruang pengujian terkendali bagi pengembang teknologi sebelum solusi mereka diterapkan lebih luas.

Melalui mekanisme tersebut, inovator dapat memperoleh pendampingan dalam menguji teknologi dan menyesuaikannya dengan persyaratan yang berlaku.

PENDAFTARAN SANDBOX BERIKUTNYA

Kemenkes menyatakan bahwa pembukaan pendaftaran Sandbox Kesehatan periode berikutnya dijadwalkan pada akhir 2026.

Meski demikian, kementerian belum mencantumkan tanggal pembukaan dan batas akhir pendaftaran secara terperinci dalam pengumuman kegiatan 27 Oktober.

Pengembang teknologi yang berminat perlu menunggu informasi resmi dan tidak menganggap program tersebut sudah membuka pendaftaran baru.

TANTANGAN KEAMANAN DATA PASIEN

Selain mengembangkan inovasi, pemerintah mengingatkan pentingnya perlindungan data kesehatan.

Informasi medis merupakan data yang harus dikelola secara hati-hati karena dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan dan riwayat pelayanan pasien.

Pengembang teknologi perlu memperhatikan keamanan sistem, pembatasan akses, serta ketentuan penggunaan informasi pasien.

KOLABORASI PEMERINTAH DAN INOVATOR

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria turut menekankan pentingnya dukungan ekosistem inovasi, termasuk tata kelola data, pendampingan perusahaan rintisan, dan akses investasi.

Sementara itu, kerja sama Kemenkes dengan Pijar Foundation diarahkan untuk mendukung teknologi yang dapat membantu menjawab tantangan kesehatan nasional, seperti tuberkulosis, diabetes, dan penuaan penduduk.

Informasi mengenai perkembangan inovasi kesehatan dan integrasi SATUSEHAT dapat diperiksa melalui situs resmi https://kemkes.go.id/.

Tags:
SATUSEHAT 2026 AI kesehatan Indonesia Kemenkes rekam medis elektronik inovasi kesehatan Health Innovation Showcase Sandbox Kesehatan teknologi rumah sakit.

Komentar Pengguna