KebonCinta.com — Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence mulai dimanfaatkan untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat.
Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Kreativitas Teknologi melakukan pemetaan terhadap infrastruktur vital dan pusat aktivitas ekonomi yang terdampak.
Proses pemetaan tidak hanya dilakukan melalui pengamatan biasa.
Tim mengumpulkan foto, video hingga citra udara menggunakan drone.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan AI, computer vision dan geospatial intelligence.
“Melalui pemetaan ini, kami berharap dapat memberikan gambaran dan data yang lebih jelas,” ujar Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf Dandy Yudha Feryawan.
Ia kemudian menjelaskan informasi yang dihasilkan diharapkan membantu pemerintah daerah melihat lokasi yang membutuhkan perhatian maupun penanganan lebih lanjut.
Kemenekraf menggandeng startup teknologi Niriksagara dalam pelaksanaan program tersebut.
Niriksagara merupakan pemenang Ekraftech Innovation Challenge 2025 dan bergerak dalam teknologi pemetaan infrastruktur berbasis AI serta geospatial intelligence.
Tim melakukan pengujian dengan mengumpulkan dokumentasi dari berbagai titik.
Teknologi AI kemudian digunakan untuk membantu membaca kondisi berdasarkan informasi visual yang diperoleh di lapangan.
Sejumlah lokasi menjadi bagian dari pemetaan.
Baca Juga: Ingin Ajukan Bansos lewat Perlinsos Digital? Periksa Persyaratan Aksesnya Dulu
Di antaranya Jembatan dan Saluran Irigasi Gunung Nago serta Jembatan Kalawi.
Pemetaan juga mencakup Bendungan Lubuk Minturun dan kawasan pertanian Batu Busuk.
Kompleks Balai Kota serta Gedung DPRD Padang turut menjadi bagian dari lokasi yang akan diperiksa.
Data dari berbagai titik dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih terstruktur mengenai kondisi wilayah.
Cara tersebut berpotensi mempercepat proses identifikasi apabila area yang perlu ditangani cukup luas.
Namun teknologi AI tidak digunakan untuk menggantikan kewenangan pemerintah daerah.
Hasil pemetaan berfungsi sebagai data tambahan dalam proses menentukan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah tetap harus mempertimbangkan kondisi teknis, kebutuhan masyarakat dan penilaian dari dinas terkait.
Penerapan teknologi di Padang juga menjadi Proof of Concept atau PoC.
Artinya, penggunaan sistem tersebut masih menjadi pengujian untuk melihat bagaimana teknologi bekerja ketika diterapkan dalam kondisi pascabencana yang nyata.
Apabila hasilnya efektif, pengalaman tersebut berpotensi menjadi rujukan untuk penerapan teknologi serupa di wilayah lain.
Kolaborasi melibatkan Diskominfo dan Bappeda Kota Padang.
Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian juga memberikan pendampingan teknis sesuai bidang masing-masing.
Pemanfaatan AI dalam penanganan bencana menunjukkan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya digunakan untuk membuat teks maupun gambar.
Teknologi tersebut juga dapat membantu membaca data visual, memetakan wilayah serta mendukung proses pengambilan keputusan.
Drone mempunyai peran penting karena mampu mengambil gambar dari udara.
Area yang sulit dilihat secara menyeluruh dari permukaan dapat dipotret dari sudut yang lebih luas.
Ketika citra tersebut digabungkan dengan teknologi pemetaan digital, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih lengkap.
Tantangan berikutnya adalah memastikan data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat digunakan.
Teknologi tetap membutuhkan verifikasi manusia agar keputusan penanganan tidak hanya bergantung pada hasil analisis mesin.
Jika pendekatan tersebut berhasil, kolaborasi AI, drone dan analisis geospasial dapat menjadi salah satu alat baru untuk membantu pemerintah menangani dampak bencana secara lebih cepat dan terukur.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir