Khazanah
Hilmi An Naufal

Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi 118 Guru SMK dari 11 Provinsi

Kemendikdasmen Tingkatkan Kompetensi 118 Guru SMK dari 11 Provinsi

28 Agustus 2026 | 17:38

Keboncinta — Sebanyak 118 guru sekolah menengah kejuruan dari 11 provinsi mengikuti program peningkatan dan pembaruan kompetensi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut diarahkan untuk menjaga kemampuan guru agar tetap relevan dengan perkembangan industri dan perubahan teknologi.

Pelatihan berlangsung pada 20 Agustus hingga 2 September 2026. Kegiatan dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik di Medan, Sumatra Utara.

Peserta berasal dari tiga bidang keahlian, yaitu Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta Teknik Komputer dan Jaringan. Ketiga bidang tersebut mengalami perkembangan cukup cepat sehingga guru perlu terus memperbarui pengetahuan, metode kerja, dan teknologi yang digunakan.

Program dilaksanakan melalui lokakarya, kunjungan industri, praktik pembelajaran, serta uji kompetensi keahlian. Pola ini memungkinkan peserta memperoleh pemahaman teori sekaligus melihat langsung standar kerja yang diterapkan di lingkungan industri.

Kunjungan industri menjadi bagian penting karena memberikan gambaran mengenai teknologi, peralatan, dan keterampilan yang sedang dibutuhkan. Informasi itu kemudian dapat digunakan guru untuk menyesuaikan materi praktik di sekolah.

Selain memperkuat keterampilan teknis, pelatihan juga mencakup kompetensi pedagogik dan kewirausahaan. Guru diharapkan tidak hanya mampu mengajarkan penggunaan peralatan, tetapi juga membimbing siswa berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, dan melihat peluang usaha.

Pembelajaran berbasis proyek turut menjadi perhatian. Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat mempelajari suatu keterampilan dengan menghasilkan produk atau menyelesaikan persoalan yang menyerupai kondisi di dunia kerja.

Perkembangan teknologi digital juga membuat guru SMK perlu mengenal pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial. Teknologi tersebut bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan membantu proses perencanaan, praktik, evaluasi, dan pengembangan materi pembelajaran.

Peningkatan kemampuan guru menjadi penting karena kurikulum vokasi harus mengikuti kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Peralatan atau prosedur yang masih digunakan hari ini dapat berubah dalam waktu relatif cepat.

Apabila guru tidak memperoleh kesempatan memperbarui kompetensinya, dapat muncul kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan keterampilan yang dibutuhkan ketika siswa memasuki dunia kerja. Karena itu, program peningkatan kompetensi perlu diikuti dengan penerapan nyata setelah guru kembali ke sekolah.

Sekolah juga perlu memastikan pengetahuan dari peserta pelatihan dibagikan kepada guru lain. Hasil pelatihan dapat diteruskan melalui komunitas belajar, demonstrasi penggunaan teknologi, penyusunan modul, maupun proyek kolaboratif antarguru.

Penerapan hasil pelatihan selanjutnya perlu diukur melalui perubahan pembelajaran dan kemampuan siswa. Indikatornya tidak hanya berupa sertifikat yang diperoleh guru, tetapi juga peningkatan kualitas praktik, portofolio siswa, serta keterhubungan sekolah dengan industri.

Program ini diharapkan membantu guru menghasilkan pembelajaran vokasi yang lebih kontekstual. Dengan guru yang kompeten dan adaptif, lulusan SMK mempunyai peluang lebih besar untuk bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan sesuai bidang yang ditekuni.

Tags:
Berita Pendidikan

Komentar Pengguna