KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng 101 perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mempercepat pelatihan Bahasa Inggris bagi guru sekolah dasar (SD) di Indonesia.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah mempersiapkan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai Tahun Ajaran 2027/2028.
Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi Kemendikdasmen pada Jumat, 6 November 2026.
Program yang dijalankan bernama Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).
101 PERGURUAN TINGGI DILIBATKAN
Baca Juga: Kemenag Umumkan 52.325 Peserta PPG Daljab 2026, Ini Cara Cek dan Jadwal Lapor Diri 9–12 November
Kemendikdasmen melibatkan 101 perguruan tinggi penerima Bantuan Pemerintah sebagai mitra dalam pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru tersebut.
Perguruan tinggi yang dilibatkan terdiri dari institusi negeri dan swasta yang mendukung peningkatan kemampuan guru mengajar Bahasa Inggris.
Berdasarkan siaran pers kementerian, program ini ditargetkan menjangkau guru dari 58.482 sekolah di 19 provinsi.
Cakupan program meliputi 227 kabupaten/kota dan 2.717 kecamatan dengan penyelenggaraan melalui 3.002 kelas pelatihan.
Angka tersebut menunjukkan luasnya sasaran pengembangan kompetensi yang sedang disiapkan pemerintah menjelang penerapan kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
BAHASA INGGRIS WAJIB MULAI TAHUN AJARAN 2027/2028
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa kesiapan guru menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD.
Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Tahun Ajaran 2027/2028.
Sebelum pelaksanaannya, pemerintah perlu memastikan bahwa guru memiliki kemampuan bahasa dan keterampilan mengajar yang memadai.
Penguasaan materi saja tidak cukup. Guru juga perlu memahami metode pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan kemampuan, usia, dan perkembangan peserta didik sekolah dasar.
MENGAPA PELATIHAN GURU DIPERLUKAN?
Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan pada jenjang lebih tinggi.
Peserta didik usia sekolah dasar membutuhkan kegiatan pembelajaran yang mudah dipahami, menyenangkan, serta berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Guru diharapkan mampu mengembangkan kegiatan belajar yang melibatkan komunikasi sederhana, penggunaan kosakata yang relevan, serta aktivitas yang mendorong keberanian murid dalam berbahasa.
Melalui peningkatan kompetensi, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan kesiapan antara sekolah yang sudah memiliki tenaga pengajar Bahasa Inggris dan sekolah yang masih membutuhkan penguatan kapasitas.
BAGAIMANA GURU DAPAT MENGIKUTI PROGRAM?
Guru SD yang ingin memperoleh informasi mengenai program PKGSD-MBI dapat memantau pengumuman dari Kemendikdasmen, dinas pendidikan daerah, dan lembaga pelaksana yang ditunjuk.
Informasi mengenai penetapan peserta, lokasi pelatihan, serta mekanisme pelaksanaan harus mengikuti petunjuk resmi penyelenggara.
Keterangan mengenai 101 perguruan tinggi yang terlibat tidak dengan sendirinya berarti pendaftaran terbuka secara bebas bagi semua guru.
Karena itu, guru disarankan tidak menggunakan tautan pendaftaran yang belum dapat dipastikan berasal dari penyelenggara resmi.
PERSIAPAN MENUJU 2027
Program pelatihan guru menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris pada Tahun Ajaran 2027/2028.
Dengan melibatkan perguruan tinggi di berbagai daerah, Kemendikdasmen berupaya memperluas akses peningkatan kompetensi agar lebih banyak guru dapat mempersiapkan diri.
Keberhasilan program akan bergantung pada kualitas pelatihan, dukungan sekolah, serta kesiapan tenaga pendidik untuk menerapkan hasil pembelajaran di kelas.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir