Berita
Hilmi An Naufal

Kemendikdasmen Dorong STEAM di SMK, Siswa Disiapkan Hadapi Dunia Kerja yang Cepat Berubah

Kemendikdasmen Dorong STEAM di SMK, Siswa Disiapkan Hadapi Dunia Kerja yang Cepat Berubah

12 September 2026 | 07:33

KEBONCINTA.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penguatan pembelajaran Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics atau STEAM bagi murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pendekatan ini dinilai penting untuk membantu siswa menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin cepat.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni, menjelaskan bahwa siswa SMK tidak cukup hanya memiliki sertifikat kompetensi. Mereka juga perlu mempunyai kemampuan beradaptasi ketika teknologi, alat, serta kebutuhan industri berubah.

Pembelajaran dengan pendekatan STEAM dapat melatih siswa mempelajari alat baru, membaca data, menerima masukan, melakukan evaluasi, hingga memperbaiki hasil pekerjaan.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena dunia industri terus berkembang. Kompetensi yang dibutuhkan perusahaan pada masa mendatang belum tentu sama dengan keterampilan yang digunakan saat ini.

Karena itu, pendidikan vokasi perlu memberikan pengalaman belajar yang membuat siswa terbiasa menyelesaikan persoalan nyata, bukan hanya menghafal teori.

Pendekatan STEAM menggabungkan berbagai bidang ilmu dalam satu proses pembelajaran. Siswa dapat menggunakan pengetahuan sains dan matematika, memanfaatkan teknologi, melakukan proses rekayasa, sekaligus mengembangkan kreativitas.

Pola pembelajaran semacam ini juga dapat diterapkan melalui proyek. Siswa dapat diminta membuat produk, melakukan eksperimen, menganalisis persoalan, atau mengembangkan solusi terhadap kebutuhan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Kemendikdasmen berharap pembelajaran tersebut membantu lulusan SMK memiliki kemampuan yang lebih fleksibel sehingga tidak hanya siap memasuki pekerjaan yang tersedia saat ini, tetapi juga mampu mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan industri pada masa mendatang.

Bagi siswa SMK, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting selain kompetensi teknis. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat kemampuan belajar kembali dan memecahkan masalah menjadi semakin dibutuhkan di dunia kerja.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna