KebonCinta.com - Penguatan kualitas pendidikan tinggi pesantren menjadi salah satu agenda Kementerian Agama (Kemenag) dalam lima tahun ke depan. Melalui Direktorat Jenderal Pesantren, Kemenag menargetkan lahirnya 1.000 doktor dari lingkungan Ma’had Aly selama periode 2027–2031.
Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pendidik di lingkungan Ma’had Aly. Peningkatan kualifikasi akademik dosen dinilai penting agar pendidikan tinggi pesantren memiliki kapasitas keilmuan dan standar akademik yang semakin kuat.
Baca Juga: Kemenag Larang Pesantren Beri Hukuman Fisik kepada Santri, Ini Aturan Baru yang Wajib Diterapkan
Sebagai tahap awal, Kemenag akan melakukan pemetaan terhadap 95 Ma’had Aly yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemetaan tersebut mencakup jumlah tenaga pengajar, kebutuhan dosen berdasarkan bidang keilmuan, jumlah mahasantri, kualifikasi akademik, serta potensi alumni yang dapat dipersiapkan menjadi tenaga pendidik.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menilai pengembangan SDM Ma’had Aly membutuhkan perencanaan jangka menengah yang terukur. Karena itu, kebutuhan tenaga akademik selama lima tahun mendatang perlu diidentifikasi agar program peningkatan pendidikan dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing lembaga.
Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi Kemenag untuk menjajaki kerja sama pendanaan pendidikan lanjutan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Skema ini diharapkan membuka kesempatan bagi lulusan potensial Ma’had Aly untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3).
Kebutuhan pendidikan lanjutan akan disesuaikan dengan bidang keilmuan yang diperlukan oleh setiap lembaga. Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain sejarah peradaban Islam, hadis, fikih, dan tafsir. Dengan demikian, pengembangan tenaga pendidik tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah lulusan doktor, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan akademik.
Baca Juga: Kemenag Siapkan 40 Ribu Kuota PPG 2026, Ini Kriteria Guru yang Bisa Mendaftar
Basnang menyebut program 1.000 doktor tersebut sebagai bagian dari upaya membangun peta kebutuhan dosen Ma’had Aly secara nasional. Identifikasi terhadap lulusan potensial, termasuk alumni dari beberapa angkatan terakhir, juga akan dilakukan untuk menentukan calon penerima kesempatan pendidikan lanjutan.
Selain peningkatan kualifikasi tenaga pendidik, Kemenag turut menyoroti persoalan sarana dan prasarana yang masih dihadapi sejumlah Ma’had Aly. Ketersediaan fasilitas akademik yang memadai dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi pesantren.
Selama ini, sebagian Ma’had Aly masih menggunakan ruang pembelajaran secara bergantian dengan satuan pendidikan lain yang berada dalam lingkungan pesantren. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan fasilitas khusus agar kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berlangsung lebih optimal.
Kemenag pun mempertimbangkan penyusunan model bangunan Ma’had Aly yang dapat dijadikan acuan pengembangan fasilitas pendidikan. Rancangan tersebut mencakup ruang pimpinan, ruang dosen, ruang perkuliahan, serta fasilitas penunjang kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam tahap awal, pembangunan fasilitas khusus direncanakan menyasar sekitar lima hingga sepuluh Ma’had Aly pada 2027. Penentuan lembaga penerima akan mempertimbangkan kesiapan lahan, tingkat kebutuhan, jumlah mahasantri, serta kemampuan anggaran pemerintah.
Adapun kebutuhan anggaran awal diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar untuk setiap lokasi. Meski demikian, angka tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut dan penyesuaian dengan kondisi keuangan yang tersedia.
Basnang menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan seluruh Ma’had Aly. Karakteristik dan kekhasan masing-masing pesantren tetap harus dipertahankan sebagaimana diakui dalam Undang-Undang Pesantren.
Melalui dua agenda tersebut, yakni penguatan kualifikasi akademik tenaga pendidik dan pengembangan infrastruktur, Kemenag berupaya mendorong Ma’had Aly agar semakin kokoh sebagai institusi pendidikan tinggi. Pengembangan ini sekaligus diharapkan mampu mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, tanpa menghilangkan identitas khas pesantren.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir