JAKARTA — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama tengah mematangkan petunjuk teknis untuk program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan Widyalaya. Penyusunan pedoman dilakukan agar pelaksanaan bantuan dapat disiapkan sejak awal, sementara proses penyesuaian anggarannya masih berjalan.
Direktur Pendidikan Hindu Ditjen Bimas Hindu, I Ketut Sudarsana, menekankan pentingnya data kebutuhan yang akurat dari daerah. Kondisi ruang kelas, kebutuhan perangkat pembelajaran, ketersediaan listrik, dan akses internet perlu diperiksa sebelum bantuan ditetapkan untuk setiap satuan pendidikan.
Menurut Kemenag, rancangan revitalisasi fisik diarahkan pada perbaikan ruang kelas Widyalaya yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Dalam gambaran awal, nilai bantuan yang dibahas sekitar Rp200 juta per satuan pendidikan. Nilai tersebut merupakan bagian dari persiapan program dan pelaksanaannya masih mengikuti kepastian serta ketentuan anggaran.
Selain perbaikan bangunan, program digitalisasi mencakup rencana penyediaan papan tulis pintar atau smartboard. Perkiraan nilai yang disebutkan dalam pembahasan mencapai Rp35 juta per unit. Pengadaan perangkat direncanakan dilakukan secara terpusat agar spesifikasi, kualitas, dan layanan setelah pembelian dapat lebih seragam.
Kemenag juga memperhatikan sarana pendukung. Perangkat digital tidak akan banyak membantu pembelajaran apabila satuan pendidikan belum memiliki daya listrik dan jaringan internet yang memadai. Karena itu, kedua kebutuhan tersebut ikut masuk dalam pemetaan, bersama penyediaan buku literasi keagamaan.
Sudarsana meminta jajaran pembina pendidikan Hindu di provinsi serta kabupaten dan kota memverifikasi keadaan Widyalaya secara langsung. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan dan kesiapan sarana pendukung sesuai dengan usulan yang diajukan.
Persiapan petunjuk teknis dilakukan saat penyesuaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran masih berlangsung. Ditjen Bimas Hindu menilai pedoman dan dokumen pendukung perlu diselesaikan lebih awal karena waktu pelaksanaan anggaran hingga akhir tahun relatif terbatas.
Program revitalisasi dan digitalisasi diharapkan membantu Widyalaya menyediakan tempat belajar yang lebih layak serta menggunakan teknologi sesuai kebutuhan. Namun, keberhasilan program akan bergantung pada ketepatan data, kesiapan sekolah, dan pelaksanaan bantuan setelah anggarannya efektif.
Kemenag memperkirakan kepastian anggaran akan diperoleh pada Oktober 2026. Sampai tahap itu selesai, angka bantuan dan rencana pengadaan yang disampaikan masih perlu dipahami sebagai gambaran persiapan, bukan pengumuman bahwa seluruh bantuan telah disalurkan ke Widyalaya.