KebonCinta.com — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan lima agenda utama dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2026 yang jatuh pada 25 November mendatang.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru di lingkungan satuan pendidikan binaan Kementerian Agama.
Informasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
MELIBATKAN GURU DARI BERBAGAI BIDANG
Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadhli Zon Tetapkan 17 Oktober Jadi Hari Kebudayaan Nasional
Amien menjelaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional Kemenag akan melibatkan guru dari berbagai satuan pendidikan dan direktorat.
Menurutnya, lebih dari 800 ribu guru berada di bawah pembinaan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, sementara lebih dari 300 ribu guru Pendidikan Agama Islam mengajar di sekolah.
Selain itu, terdapat guru yang berada di bawah pembinaan direktorat bimbingan masyarakat agama lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag ingin memberikan ruang apresiasi bagi seluruh tenaga pendidik tanpa membedakan latar belakang agama dan satuan pendidikan.
LIMA AGENDA UTAMA YANG DISIAPKAN
Berdasarkan penjelasan Kemenag, terdapat lima kegiatan yang menjadi bagian utama dari peringatan tahun ini.
Agenda pertama adalah aksi ekoteologi yang berkaitan dengan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan kedua berupa olahraga dan kebersamaan guru untuk memperkuat hubungan antartenaga pendidik.
Agenda ketiga adalah sarasehan guru nasional yang disiapkan sebagai ruang pertemuan dan pertukaran pemikiran mengenai dunia pendidikan.
Kegiatan keempat berupa upacara peringatan Hari Guru Nasional.
Sementara itu, agenda kelima adalah malam tasyakuran dan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah.
ANUGERAH GTK MADRASAH JADI PERHATIAN
Kemenag menjadikan penghargaan kepada tenaga pendidik sebagai salah satu kegiatan penting dalam peringatan Hari Guru Nasional.
Penghargaan akan diberikan kepada guru yang menunjukkan inovasi, prestasi, dan dedikasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada guru yang mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Guru yang tetap menjalankan tugas di daerah terdampak bencana turut menjadi kelompok yang mendapat perhatian.
Menurut Amien, penghargaan diharapkan menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi tenaga pendidik yang selama ini memberikan pengabdian kepada masyarakat.
KEMENAG JUGA SIAPKAN SIMPOSIUM AI
Selain lima agenda utama tersebut, Kemenag menyiapkan simposium pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap perkembangan teknologi dan penggunaannya dalam pendidikan.
Amien menegaskan bahwa pembekalan mengenai AI tidak hanya ditujukan kepada guru madrasah.
Guru dari berbagai satuan pendidikan yang berada di bawah pembinaan Kemenag juga menjadi sasaran pengembangan kompetensi tersebut.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap guru lebih siap menghadapi perubahan teknologi yang memengaruhi kegiatan belajar mengajar.
GURU TETAP MEMILIKI PERAN UTAMA
Pemanfaatan AI dalam pembelajaran perlu disertai kemampuan guru untuk memeriksa ketepatan materi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta didik.
Teknologi dapat membantu penyusunan bahan ajar atau pengembangan kegiatan belajar, tetapi tetap memerlukan arahan dan penilaian pendidik.
Karena itu, peningkatan kemampuan menggunakan AI merupakan bagian dari pengembangan kompetensi, bukan penggantian peran guru oleh teknologi.
Kemenag berharap simposium dapat memberikan wawasan yang berguna bagi tenaga pendidik dalam memanfaatkan perkembangan digital.
BELUM ADA RINCIAN PENDAFTARAN SELURUH AGENDA
Hingga 3 November 2026, informasi yang telah disampaikan mencakup lima jenis kegiatan dan rencana simposium AI.
Namun, belum seluruh agenda dilengkapi tanggal pelaksanaan terperinci, lokasi kegiatan, ataupun mekanisme pendaftaran peserta.
Kemenag juga belum mengumumkan daftar final penerima penghargaan Anugerah GTK Madrasah 2026.
Guru yang ingin mengetahui ketentuan keikutsertaan disarankan mengikuti informasi dari instansi Kemenag serta satuan pendidikan masing-masing.
Informasi resmi dapat diperiksa melalui https://kemenag.go.id dan kanal Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Peringatan Hari Guru Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi, memperluas apresiasi, dan meningkatkan perhatian terhadap pengabdian guru di seluruh Indonesia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir