Beasiswa
Al Fina

Kemenag Siapkan 1.000 Doktor Ma'had Aly Mulai 2027, Lulusan Pesantren Punya Peluang Kuliah S2-S3

Kemenag Siapkan 1.000 Doktor Ma'had Aly Mulai 2027, Lulusan Pesantren Punya Peluang Kuliah S2-S3

07 November 2026 | 20:47

KebonCinta.com - Kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik bagi lulusan pendidikan tinggi pesantren berpotensi semakin terbuka. Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan program pengembangan 1.000 doktor Ma'had Aly yang direncanakan berlangsung selama lima tahun, mulai 2027 hingga 2031.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus meningkatkan kapasitas akademik pendidikan tinggi pesantren di Indonesia.

Melalui Direktorat Jenderal Pesantren, Kemenag akan terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pengajar dan potensi lulusan dari 95 Ma'had Aly yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini dilakukan agar program pendidikan lanjutan tidak sekadar mengejar jumlah lulusan bergelar doktor, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan keilmuan masing-masing lembaga.

Baca Juga: Cara Cek Bantuan Papan Interaktif Digital 2026 untuk PAUD dan SD, Begini Panduan Melihat Status Sekolah 

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa pengembangan tenaga pengajar membutuhkan perencanaan jangka menengah yang jelas dan terukur.

"Kita harus ada peta kebutuhan dosen kita selama lima tahun dan kita perjuangkan," ujar Basnang sebagaimana dikutip dari laman Kemenag, Jumat (6/11/2026).

Kemenag Petakan 95 Ma'had Aly Sebelum Membuka Peluang Studi S2 dan S3

Sebelum merealisasikan program 1.000 doktor, Kemenag akan mengidentifikasi kebutuhan dosen berdasarkan sejumlah indikator. Pemetaan tersebut mencakup jumlah tenaga pengajar, bidang keilmuan, jumlah mahasantri, kualifikasi akademik dosen, hingga alumni yang berpotensi dikembangkan menjadi tenaga pendidik.

Hasil pemetaan nantinya menjadi landasan untuk menyusun skema peningkatan kualifikasi akademik bagi lulusan Ma'had Aly.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjajaki kerja sama pendanaan pendidikan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui kolaborasi tersebut, lulusan potensial diharapkan memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3).

Bidang keilmuan yang menjadi perhatian antara lain sejarah peradaban Islam, hadis, fikih, dan tafsir.

Setiap Ma'had Aly mempunyai karakteristik serta kebutuhan akademik yang tidak selalu sama. Karena itu, penentuan calon penerima kesempatan studi lanjutan akan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing program studi.

Basnang mengatakan, identifikasi juga akan diarahkan kepada lulusan potensial dari beberapa angkatan terakhir yang dinilai mempunyai kemampuan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus berkontribusi dalam pengembangan perguruan tinggi pesantren.

"Sekarang kita petakan 95 ma'had aly itu. Kita pasang program 1.000 doktor ma'had aly," katanya.

Bukan Sekadar Mengejar Gelar, Kemenag Ingin Perkuat Dosen Pesantren

Program 1.000 doktor ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Ma'had Aly.

Ketersediaan dosen dengan kualifikasi akademik lebih tinggi dinilai penting untuk memperkuat tradisi keilmuan pesantren, mengembangkan penelitian, serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasantri.

Dengan perencanaan berbasis kebutuhan, pengembangan tenaga pengajar diharapkan lebih tepat sasaran. Ma'had Aly yang membutuhkan penguatan bidang hadis, misalnya, dapat diprioritaskan untuk menyiapkan calon dosen dengan kompetensi tersebut.

Begitu pula lembaga yang membutuhkan tenaga ahli dalam bidang fikih, tafsir, maupun sejarah peradaban Islam.

Apabila terealisasi sesuai rencana, program yang berlangsung pada 2027-2031 ini dapat menjadi peluang bagi lulusan pesantren untuk mengembangkan kapasitas akademiknya sekaligus mengambil peran lebih besar dalam dunia pendidikan tinggi Islam.

Kini, tahap awal yang menjadi perhatian Kemenag adalah memastikan pemetaan kebutuhan 95 Ma'had Aly berjalan komprehensif agar target 1.000 doktor tidak berhenti sebagai angka, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pendidikan tinggi pesantren.

Tags:
kementerian agama mahad aly Bantuan Pendidikan

Komentar Pengguna