Parenting
Rahman Abdullah

Kecerdasan Bukan Satu-Satunya Kunci Sukses, Ini Pentingnya Kegigihan pada Anak

Kecerdasan Bukan Satu-Satunya Kunci Sukses, Ini Pentingnya Kegigihan pada Anak

12 September 2026 | 16:41

Tujuannya adalah membantu anak kembali memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan.

Hargai Usaha, Bukan Sekadar Hasil

Apresiasi kepada anak tidak harus selalu diberikan ketika ia mendapatkan hasil terbaik. Keberanian mencoba, ketekunan, usaha, serta perkembangan yang ditunjukkan juga patut dihargai.

Ketika orang tua memberikan perhatian pada proses, anak dapat memahami bahwa keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir. Perjalanan untuk mencapai tujuan juga memiliki nilai penting.

Cara ini dapat membantu anak lebih menikmati proses belajar dan tidak terlalu takut ketika hasil percobaan pertamanya belum sempurna.

Baca Juga: Pendaftaran TKA dan AN 2026 Berakhir 27 September, Sekolah Segera Cek Data Dapodik

Bantu Anak Belajar dari Kegagalan

Kegagalan dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat jika anak diajak memahami apa yang terjadi. Orang tua dapat mengajaknya mengevaluasi proses dengan pertanyaan sederhana, seperti bagian mana yang sulit dan apa yang dapat dilakukan secara berbeda.

Dengan begitu, anak secara perlahan belajar melihat kesalahan bukan sebagai akhir dari usaha, melainkan sebagai informasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Orang Tua Berperan sebagai Pelatih dan Penyemangat

Dalam membangun kegigihan anak, orang tua dapat menjalankan dua peran sekaligus. Sebagai pelatih, orang tua memberikan arahan, masukan, dan koreksi ketika dibutuhkan.

Pada saat yang sama, orang tua juga perlu menjadi penyemangat yang memberikan dukungan ketika anak merasa lelah atau ingin menyerah. Keseimbangan antara arahan dan dukungan dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga: NISN Sudah Terbit di VervalPD tapi Belum Muncul di Dapodik? Ini Solusinya

Pada akhirnya, kegigihan bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki anak tertentu. Daya juang dapat dibentuk melalui kebiasaan, pengalaman, dukungan, serta cara orang tua mendampingi anak ketika menghadapi kesulitan.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Pola Asuh Anak Parenting Karakter Anak

Komentar Pengguna