Jika remaja mulai menyakiti diri sendiri atau mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan dari orang dewasa tepercaya dan tenaga profesional. Jika terdapat bahaya langsung, jangan biarkan ia sendirian dan segera hubungi layanan darurat.
Kecemasan sosial yang menetap dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan hubungan pertemanan, tetapi juga dapat menyentuh kesehatan fisik, kegiatan belajar, dan kualitas hidup.
Pertama, kualitas tidur dapat menurun. Kekhawatiran yang terus berulang membuat sebagian remaja sulit beristirahat dengan tenang. Mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur atau merasa lelah ketika bangun pada pagi hari.
Kedua, muncul keluhan fisik. Respons kecemasan dapat disertai jantung berdebar, napas cepat, berkeringat, mual, atau sakit perut. Jika keluhan fisik sering muncul atau terasa berat, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Ketiga, aktivitas sekolah dan pergaulan bisa terganggu. Ketakutan berbicara di depan kelas, bertanya kepada guru, atau bergabung dalam kelompok dapat membuat remaja kesulitan mengikuti kegiatan tertentu. Mereka juga berisiko kehilangan kesempatan membangun pertemanan dan mengembangkan keterampilan sosial.
Keempat, kepercayaan diri dapat melemah. Remaja yang terus-menerus mengkhawatirkan penilaian orang lain bisa merasa tidak mampu menghadapi situasi baru. Jika tidak mendapat dukungan yang sesuai, keadaan ini dapat memperburuk tekanan emosional.
Kecemasan berkepanjangan juga dapat terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lain, termasuk depresi. Meski demikian, tidak semua remaja dengan kecemasan sosial akan mengalami komplikasi tersebut. Kondisi setiap orang berbeda dan perlu dinilai secara individual.
Kecemasan sosial dapat ditangani. Dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan tenaga profesional dapat membantu remaja memahami perasaannya serta belajar menghadapi situasi sosial secara bertahap.
Baca Juga: Perbedaan Stres dan Depresi, Kenali Gejala serta Cara Menghadapinya
Remaja dapat memulai dengan menceritakan kesulitannya kepada orang tua, saudara, guru, konselor sekolah, atau teman yang dipercaya.
Orang di sekitarnya sebaiknya mendengarkan tanpa mengejek atau menganggap rasa takut tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan. Dukungan yang hangat dapat membantu remaja merasa lebih aman untuk mencari pertolongan.
Jika kecemasan mulai mengganggu kegiatan belajar, hubungan sosial, atau rutinitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat menjadi langkah yang tepat.
Tenaga profesional dapat membantu menilai kondisi yang dialami dan menentukan bentuk penanganan sesuai kebutuhan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT).
Melalui terapi ini, remaja dapat belajar mengenali pola pikir yang memicu kecemasan, menilai pikiran tersebut secara lebih realistis, dan melatih respons yang lebih membantu.
Teknik relaksasi, seperti pernapasan perlahan dan latihan kesadaran diri, dapat membantu sebagian orang mengelola ketegangan ketika merasa gugup.
Latihan ini bisa dilakukan sebelum menghadapi situasi yang menimbulkan kecemasan. Meski begitu, relaksasi bukan pengganti penanganan profesional jika gejala sudah cukup berat atau mengganggu kehidupan sehari-hari.
Memaksa remaja langsung tampil di depan banyak orang bisa membuatnya semakin tertekan. Sebaliknya, latihan dapat dimulai dari situasi yang dirasa lebih mudah, seperti menyapa teman, berbicara dengan satu orang yang dikenal, atau mengajukan pertanyaan sederhana di kelas.
Tingkat kesulitan kemudian dapat ditingkatkan perlahan sesuai kesiapan. Tujuannya bukan menghilangkan rasa takut dalam sekejap, melainkan membantu remaja belajar bahwa ia dapat menghadapi situasi sosial dengan cara yang lebih nyaman.
Tidur yang cukup, aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, dan waktu istirahat yang memadai dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Remaja juga perlu memiliki waktu untuk melakukan kegiatan yang disukai tanpa merasa harus selalu memenuhi harapan orang lain.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir