Kesehatan
Hilmi An Naufal

Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Anak, Dinkes Kaltim Salurkan Masker ke PAUD saat Kasus ISPA Meningkat

Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Anak, Dinkes Kaltim Salurkan Masker ke PAUD saat Kasus ISPA Meningkat

25 Oktober 2026 | 23:45

KebonCinta.com — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bersama Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kalimantan Timur menyalurkan bantuan masker kepada guru dan anak-anak PAUD sebagai langkah perlindungan dari paparan kabut asap.

Kegiatan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan laporan ANTARA pada Minggu (25/10/2026), bantuan tersebut diberikan kepada guru dan peserta didik PAUD di Kota Samarinda.

Ketua DPD PP PAUD Kalimantan Timur, Andi Srianti Ishak, menyampaikan bahwa upaya perlindungan anak memerlukan kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

BANTUAN MASKER BAGI ANAK DAN GURU

Baca Juga: Beasiswa Afirmasi Nakes Kemenkes 2026 Dibuka hingga 30 Oktober, Tanggung Biaya Kuliah dan Biaya Hidup, Ini Syaratnya 

Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Asran Bulkis, Kantor Dinas Sosial Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut bertujuan membantu mengurangi paparan polusi udara yang dapat memengaruhi kesehatan peserta didik.

Andi Srianti menyampaikan bahwa anak usia dini memerlukan perhatian khusus karena sistem pernapasan mereka masih dalam tahap pertumbuhan.

Paparan udara yang tercemar dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.

Karena itu, perlindungan di lingkungan sekolah perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.

KUALITAS UDARA SAMARINDA SEMPAT MASUK KATEGORI BERBAHAYA

Menurut data Stasiun Pemantauan Laboratorium Kesehatan Daerah Kalimantan Timur yang disampaikan dalam laporan tersebut, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Samarinda sempat mencapai angka 317.

Nilai tersebut masuk dalam kategori berbahaya.

Kondisi ini memerlukan kewaspadaan masyarakat, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Namun, angka 317 merupakan hasil pemantauan pada waktu tertentu, bukan berarti kualitas udara berada pada angka yang sama sepanjang hari atau di seluruh wilayah Samarinda.

Masyarakat perlu memeriksa informasi kualitas udara terbaru melalui lembaga yang berwenang.

DATA KASUS ISPA JADI PERHATIAN

Dalam laporan ANTARA, data Kementerian Kesehatan yang dikutip penyelenggara menyebut akumulasi kasus ISPA terkait karhutla secara nasional telah mencapai 333.470 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 75.172 kasus dilaporkan menyerang kelompok balita dan anak-anak.

Sementara di Kota Samarinda, laporan tersebut menyebut sekitar 12.819 kasus infeksi pernapasan tercatat dalam satu bulan terakhir.

Angka tersebut merupakan data yang disampaikan dalam laporan bertanggal 25 Oktober 2026.

Periode penghitungan, metode pencatatan, dan cakupan kasus perlu diperhatikan sebelum angka tersebut dibandingkan dengan periode atau wilayah lain.

Tidak tepat menganggap seluruh kasus ISPA mempunyai penyebab yang sama tanpa pemeriksaan medis.

AKTIVITAS LUAR RUANG PERLU DISESUAIKAN

Andi Srianti mengimbau lembaga pendidikan dan orang tua agar membatasi aktivitas anak di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Langkah tersebut penting untuk membantu mengurangi paparan asap.

Selain memperhatikan kualitas udara, sekolah dapat menyesuaikan kegiatan belajar dan aktivitas fisik anak berdasarkan petunjuk pemerintah daerah.

Penggunaan masker juga harus memperhatikan jenis masker dan kesesuaiannya dengan usia serta kemampuan anak.

Bagi anak yang terlalu kecil untuk memakai masker dengan aman, perlindungan utama adalah mengurangi paparan, berada di lingkungan dengan udara lebih bersih, dan mengikuti arahan tenaga kesehatan.

ORANG TUA PERLU MEMPERHATIKAN GEJALA

Orang tua disarankan memperhatikan perubahan kondisi kesehatan anak selama kabut asap berlangsung.

Gejala yang perlu mendapat perhatian meliputi batuk, gangguan napas, demam, atau kondisi anak yang tampak semakin lemah.

Apabila anak mengalami sesak napas, napas cepat, atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.

Penanganan harus mengikuti pemeriksaan tenaga kesehatan, terutama untuk anak yang mempunyai riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya.

Dinas Kesehatan dan PP PAUD Kalimantan Timur berharap pembagian masker dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan berlapis.

Di tengah kondisi karhutla, keselamatan peserta didik tetap perlu menjadi prioritas dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan.

Tags:
kabut asap Kalimantan Timur ISPA Samarinda Dinas Kesehatan Kaltim kesehatan anak PAUD karhutla 2026 bantuan masker Polusi Udara PP PAUD Kaltim kualitas udara berbahaya Perlindungan Anak

Komentar Pengguna