Pendidikan
Hilmi An Naufal

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Akan Dibuka Lagi Tahun Ajaran 2027/2028, Ini Penjelasan Mendikdasmen

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Akan Dibuka Lagi Tahun Ajaran 2027/2028, Ini Penjelasan Mendikdasmen

06 November 2026 | 09:33

KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan rencana mengembalikan sistem penjurusan pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) mulai tahun ajaran 2027/2028.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan pembukaan kembali jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan koordinasi dan penandatanganan kerja sama pengembangan kompetensi guru SD di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026.

TIGA JURUSAN SMA AKAN KEMBALI

 

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa sistem penjurusan SMA akan dikembangkan kembali sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan menengah.

Tiga kelompok bidang studi yang menjadi perhatian adalah IPA, IPS, dan Bahasa.

Pembukaan kembali jurusan tersebut dimaksudkan untuk membantu siswa memperdalam pengetahuan sesuai bidang yang ingin mereka tekuni.

Siswa yang berencana melanjutkan pendidikan tinggi diharapkan mempunyai landasan keilmuan yang lebih kuat sebelum memasuki program studi pilihannya.

Namun, pemerintah masih membahas kemungkinan penyesuaian model penjurusan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan.

MENGAPA PENJURUSAN INGIN DIKEMBALIKAN?

Menurut Abdul Mu'ti, salah satu pertimbangan perubahan tersebut adalah kesiapan pengetahuan dasar mahasiswa baru ketika memasuki perguruan tinggi.

Pemerintah menilai terdapat kebutuhan untuk memperkuat penguasaan materi tertentu sejak jenjang SMA.

Melalui pembelajaran yang lebih terarah, siswa diharapkan mempunyai bekal akademik yang lebih sesuai dengan bidang pendidikan lanjutannya.

Sebagai contoh, siswa yang berminat pada rumpun sains membutuhkan dasar pengetahuan yang kuat dalam bidang terkait.

Sementara itu, siswa yang memilih rumpun sosial dan bahasa juga memerlukan pembelajaran mendalam pada disiplin ilmu masing-masing.

Contoh tersebut menggambarkan tujuan penguatan bidang studi, bukan ketentuan resmi pembagian mata pelajaran yang telah ditetapkan untuk 2027.

PEMERINTAH MASIH MENYIAPKAN MODEL PELAKSANAAN

Kemendikdasmen belum menjelaskan secara lengkap mekanisme pembagian jurusan, penempatan siswa, ataupun perubahan struktur mata pelajaran.

Belum diumumkan pula apakah penjurusan akan dimulai sejak kelas X atau pada jenjang kelas berikutnya.

Karena itu, sekolah tidak disarankan langsung mengubah struktur pembelajaran hanya berdasarkan pernyataan Menteri pada 5 November.

Perubahan kurikulum dan pengaturan akademik perlu mengikuti dokumen resmi yang diterbitkan kementerian.

Sekolah, guru, dan orang tua perlu menunggu ketentuan teknis agar memahami bagaimana sistem tersebut akan diberlakukan.

BERKAITAN DENGAN KESIAPAN MASUK KULIAH

Pemerintah ingin sistem pendidikan SMA semakin selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi.

Menurut Mendikdasmen, penjurusan diharapkan membantu siswa mengembangkan kemampuan akademik berdasarkan bidang keilmuan yang diminati.

Keterkaitan tersebut juga berhubungan dengan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA.

Dalam TKA, siswa telah mengenal mata pelajaran pilihan yang dapat disesuaikan dengan orientasi studi ke jenjang perguruan tinggi.

Mendikdasmen menyampaikan bahwa hasil TKA mulai digunakan sebagai salah satu aspek pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tertentu.

Meski demikian, penggunaan TKA tidak berarti seluruh calon mahasiswa diwajibkan mengambil jurusan SMA tertentu untuk mendaftar setiap program studi.

Ketentuan seleksi masuk perguruan tinggi tetap mengikuti aturan penerimaan mahasiswa yang berlaku.

BAGAIMANA DENGAN SISWA SMA SAAT INI?

Rencana penerapan penjurusan ditujukan untuk tahun ajaran 2027/2028.

Dengan demikian, belum terdapat pengumuman bahwa seluruh siswa SMA pada tahun ajaran 2026/2027 harus langsung berpindah ke jurusan IPA, IPS, atau Bahasa.

Sekolah perlu mengikuti ketentuan kurikulum yang saat ini berlaku sambil menunggu petunjuk terbaru.

Bagi siswa, persiapan yang dapat dilakukan adalah mengenali minat, kemampuan akademik, dan tujuan pendidikan setelah lulus SMA.

Orang tua juga dapat membantu anak memahami berbagai pilihan bidang studi tanpa memaksakan keputusan sebelum informasi teknis tersedia.

PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING MENJADI PENTING

Apabila sistem penjurusan diberlakukan kembali, pendampingan pemilihan bidang studi akan menjadi kebutuhan penting.

Guru bimbingan konseling dapat membantu siswa mengenali minat dan mempertimbangkan pilihan pendidikan berdasarkan kemampuan serta tujuan belajar.

Pendampingan tersebut juga diharapkan mencegah keputusan jurusan yang hanya mengikuti pilihan teman atau tekanan lingkungan.

Namun, bentuk pendampingan resmi nantinya tetap perlu mengikuti ketentuan penyelenggara pendidikan.

TUNGGU PERATURAN RESMI KEMENDIKDASMEN

Hingga Jumat, 6 November 2026, informasi yang telah disampaikan pemerintah adalah rencana membuka kembali jurusan IPA, IPS, dan Bahasa mulai tahun ajaran 2027/2028.

Mekanisme pelaksanaan serta struktur kurikulum secara terperinci masih menunggu pengaturan lebih lanjut.

Informasi terbaru dapat dipantau melalui situs resmi https://www.kemendikdasmen.go.id.

Masyarakat diimbau tidak mempercayai informasi yang menyatakan siswa harus langsung memilih jurusan mulai November 2026 tanpa dasar pengumuman resmi.

Rencana perubahan ini menjadi salah satu perkembangan penting pendidikan menengah yang perlu dipantau oleh siswa, orang tua, guru, serta pihak sekolah.

Tags:
Jurusan SMA 2027 IPA IPS Bahasa kembali kurikulum SMA 2027/2028 Abdul Mu'ti kemendikdasmen penjurusan sma TKA SMA pendidikan menengah.

Komentar Pengguna