Keboncinta.com — Mengamalkan doa melepas pakaian merupakan salah satu tuntunan sunnah harian yang sangat penting bagi setiap muslim guna memperoleh perlindungan Allah SWT dari pandangan makhluk halus. Dalam aktivitas keseharian, manusia tentu tidak lepas dari kegiatan berganti busana atau menanggalkan pakaian, terutama ketika hendak membersihkan diri di dalam kamar mandi. Tanpa disadari, momen terbukanya aurat tersebut sangat disukai oleh bangsa jin dan setan apabila dilakukan tanpa menyebut asma Allah SWT.
Merujuk pada penjelasan ulama besar Imam As-Suyuthi dalam bukunya yang berjudul Alam Jin (terjemahan Kathur Suhardi), ruang kamar mandi atau tempat buang hajat merupakan salah satu sarang berkumpulnya jin dan setan. Oleh sebab itu, ketika seseorang memasuki kamar mandi dan menanggalkan pakaiannya untuk mandi, ia sangat dianjurkan membentengi dirinya dengan zikir.
Rasulullah SAW secara langsung telah mengabarkan rahasia perlindungan ini serta menegaskan bahwa bacaan basmalah merupakan tirai penghalang antara pandangan makhluk gaib dan tubuh manusia:
"Tabir antara mata jin dan aurat-aurat bani Adam jika salah seorang di antara kalian masuk kamar mandi ialah jika dia mengucapkan Bismillah." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Ali bin Abu Thalib RA).
Agar senantiasa terjaga dari gangguan yang tidak kasatmata, setiap muslim sepatutnya menghafal dan membiasakan bacaan doa ketika hendak menanggalkan pakaian beserta adab-adab yang menyertainya.
Baca Juga: Rajin Ibadah tapi Pahala Hangus: Waspada 4 Perbuatan yang Menghalangi Diterimanya Sholat
Terdapat beberapa versi lafaz doa melepas pakaian yang dapat diamalkan oleh umat Islam dalam keseharian. Menukil dari Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi serta buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari yang disusun oleh Redaksi QultumMedia, berikut adalah dua bacaan doa melepas pakaian beserta teks Arab, Latin, dan terjemahannya.
Bacaan pertama ini sangat ringkas dan dinukil oleh Imam an-Nawawi dari riwayat Ibnu Sunni melalui jalur sahabat Anas bin Malik RA, langsung dari tuntunan Nabi Muhammad SAW:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ
Teks Latin:Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa.
Artinya:"Dengan menyebut nama Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia (Allah)."
Selain lafaz di atas, umat Islam juga dapat mengamalkan doa melepas pakaian versi kedua yang memadukan permohonan agar dijauhkan dari sifat kemunafikan sekaligus meminta keteguhan iman di dalam hati:
اَللَّهُمَّ انْزَعْ عَنِيْ رَبَّقَةً النِّفَاقِ وَثَبِتْنِيْ عَلَى الْإِيمَانِ
Teks Latin:Allaahummanza' 'annii rabqatan nifaaqi wa tsabbitnii 'alal iimaan.
Artinya:"Ya Allah, lepaskanlah dariku ikatan sifat munafik dan tetapkanlah aku pada keimanan."
Membiasakan lisan untuk berdoa sebelum menanggalkan busana bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan mengandung hikmah perlindungan lahir dan batin yang sangat besar. Berdasarkan uraian dalam buku Living Hadis karya Salim Rosyadi dkk, terdapat tiga manfaat utama yang akan diraih oleh seorang muslim ketika rutin mengamalkan doa melepas pakaian:
Pakaian pada hakikatnya adalah penutup aurat sekaligus pelindung fisik manusia. Ketika pakaian tersebut dilepaskan dari badan, seorang hamba berada dalam kondisi terbuka. Melafalkan kalimat tauhid dan basmalah sebelum melepas pakaian akan menghadirkan penjagaan Allah SWT atas tubuh hamba-Nya.
Dalam akidah Islam, setiap manusia senantiasa didampingi oleh para malaikat penjaga (Hafazhah) serta malaikat pencatat amal yang tidak pernah berpisah dalam keadaan normal. Membaca doa saat hendak membuka pakaian merupakan cerminan adab, rasa malu (al-haya'), serta bentuk penghormatan seorang mukmin terhadap kehadiran para malaikat mulia yang menyertainya.
Manfaat yang tak kalah krusial adalah menutup rapat pandangan mata jin terhadap aurat manusia. Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya mengenai bahaya penyakit 'ain, yakni pandangan mata yang disertai rasa kagum berlebih atau kedengkian yang dapat menimbulkan mudarat maupun kerusakan pada fisik seseorang. Para ulama menjelaskan bahwa bahaya 'ain ini tidak hanya berasal dari tatapan sesama manusia, tetapi juga dapat dipicu oleh pandangan jin yang terpesona atau berniat buruk saat melihat aurat manusia yang terbuka tanpa perlindungan zikir.
Baca Juga: Suka Bertemu Banyak Orang? 5 Pekerjaan Ini Cocok untuk Ekstrovert, Gajinya Bisa Tembus Rp20 Juta
Selain menghafal lafaz doanya, kesempurnaan sunnah dalam berpakaian juga dilengkapi dengan penerapan tata krama yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Mengutip penjelasan dari Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, adab paling utama yang wajib diperhatikan saat menanggalkan pakaian adalah memulainya dari anggota tubuh sebelah kiri, baik ketika melepas lengan baju maupun saat menanggalkan celana dan alas kaki.
Ketentuan mendahulukan bagian kiri saat melepas pakaian ini bersandar pada hadits shahih yang diriwayatkan dari Ummul Mukminin Siti Hafshah RA:
"Bahwa Rasulullah SAW menggunakan tangan kanan untuk makan, minum, dan memakai pakaian, sedangkan tangan kiri beliau gunakan untuk selain hal tersebut." (HR. Abu Dawud dan Baihaqi).
Sebaliknya, apabila seorang muslim hendak mengenakan pakaian yang bersih, maka disunnahkan untuk mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan terlebih dahulu sebelum bagian kiri.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir