Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Jangan Sampai Salah, Kapan Sebenarnya Waktu yang Tepat untuk Membaca Niat Umrah?

Jangan Sampai Salah, Kapan Sebenarnya Waktu yang Tepat untuk Membaca Niat Umrah?

04 November 2026 | 09:56

Keboncinta.com — Ibadah umrah merupakan salah satu bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT yang dilakukan di Tanah Suci Makkah. Sebelum melaksanakan rangkaian ibadah tersebut, jemaah perlu memahami bacaan niat umrah, tata cara, serta ketentuan yang harus dipenuhi agar ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat Islam.

Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah. Dalam Islam, niat tidak hanya berupa ucapan lisan, tetapi juga kehendak hati untuk melaksanakan suatu ibadah karena Allah SWT. Oleh sebab itu, setiap muslim yang hendak menunaikan umrah perlu memahami makna niat dan waktu pelaksanaannya.

Berikut penjelasan mengenai bacaan niat umrah lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti, serta tata cara pelaksanaannya.

Bacaan Niat Umrah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Dikutip dari buku Buku Pintar Muslim dan Muslimah karya Rina Ulfatul Hasanah, terdapat bacaan niat umrah yang dapat dilafalkan oleh jemaah ketika hendak memulai ihram.

1. Bacaan Talbiyah Niat Umrah

Arab:

لَبَيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Latin:

Labbayka Allahumma 'umratan.

Artinya:

"Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk melaksanakan umrah."

Bacaan tersebut merupakan ungkapan pemenuhan panggilan Allah SWT untuk beribadah di Tanah Suci.

2. Bacaan Niat Umrah

Arab:

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitul 'umrata wa ahramtu biha lillahi ta'ala.

Artinya:

"Aku berniat umrah dan berihram karena Allah Ta'ala."

Perlu dipahami bahwa niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat dapat dilakukan sebagai bentuk membantu menghadirkan kesadaran dan keteguhan hati dalam menjalankan ibadah.

Baca Juga: Jemaah Wajib Tahu! Cara Memilih Aplikasi Umroh agar baterai HP Tidak Cepat Habis 

Kapan Niat Umrah Dibaca?

Niat umrah dibaca ketika jemaah mulai memasuki keadaan ihram, yakni di tempat miqat yang telah ditentukan. Berbeda dengan ibadah haji yang memiliki batas waktu tertentu, umrah dapat dilaksanakan sepanjang tahun.

Miqat merupakan batas yang menjadi ketentuan bagi jemaah untuk memulai ihram. Terdapat dua jenis miqat dalam ibadah umrah, yaitu miqat zamani dan miqat makani.

Miqat zamani umrah berlaku sepanjang tahun. Sementara itu, miqat makani merupakan batas tempat yang harus diperhatikan jemaah sebelum memasuki Makkah untuk melaksanakan ibadah.

Batas Tempat Niat Ihram Umrah atau Miqat Makani

Miqat makani ditetapkan berdasarkan arah kedatangan jemaah. Beberapa lokasi miqat yang dikenal dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah antara lain:

  • Zul Hulaifah atau Bir Ali: Miqat bagi jemaah yang datang dari Madinah.
  • Yalamlam: Miqat bagi jemaah yang datang dari arah selatan.
  • Qarnul Manazil: Miqat bagi jemaah yang datang dari arah Najd.
  • Juhfah: Miqat bagi jemaah yang datang dari arah Syam, Mesir, dan wilayah sekitarnya.
  • Dzatu Irqin: Miqat bagi jemaah yang datang dari arah Irak.

Bagi jemaah Indonesia yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat, miqat biasanya diumumkan oleh pihak penerbangan atau pembimbing ibadah ketika pesawat mendekati batas miqat. Jemaah perlu mempersiapkan ihram sebelum melintasi batas tersebut.

Adapun jemaah yang tiba melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah perlu mengikuti arahan pembimbing ibadah dan ketentuan fikih yang berlaku. Jangan menunda ihram hingga melewati miqat tanpa alasan yang dibenarkan.

Syarat Umrah yang Perlu Diketahui

Sebelum melaksanakan umrah, seorang muslim perlu memenuhi sejumlah ketentuan. Syarat umrah secara umum meliputi:

  1. Beragama Islam.
  2. Baligh atau telah mencapai usia dewasa menurut syariat.
  3. Berakal sehat.
  4. Memiliki kemampuan fisik untuk melaksanakan rangkaian ibadah.
  5. Mampu secara finansial untuk perjalanan dan kebutuhan ibadah.

Kemampuan tersebut juga perlu mempertimbangkan keamanan perjalanan serta kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.

Tata Cara Umrah Sesuai Tuntunan Islam

Merujuk pada buku Haji dan Umrah: Sebuah Perjalanan Spiritual dari Niat hingga Tawaf Wada karya Nadia Kharisma Afrillia dan Kustin Hartini, pelaksanaan umrah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Berikut rangkaian tata cara umrah yang perlu diketahui jemaah.

1. Memulai Ihram dan Membaca Niat

Jemaah mempersiapkan diri dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, kemudian berniat umrah di miqat. Setelah itu, jemaah dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah.

2. Melaksanakan Tawaf

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Jemaah hendaknya menjaga ketertiban dan tidak menyakiti orang lain.

3. Melaksanakan Sai

Sai merupakan berjalan atau berlari kecil sebanyak tujuh kali perjalanan antara Bukit Safa dan Marwah.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Niat Umrah Tata Cara Umrah Ibadah Umrah

Komentar Pengguna