Kesehatan
Al Fina

Jangan Langsung Berdiri saat Bangun Tidur! Ini Cara Mencegah Pusing pada Pagi Hari

Jangan Langsung Berdiri saat Bangun Tidur! Ini Cara Mencegah Pusing pada Pagi Hari

02 November 2026 | 18:51

KebonCinta.com - Pagi hari sering menjadi awal dari berbagai aktivitas. Setelah melewati waktu istirahat, tubuh diharapkan kembali memiliki energi untuk menjalani pekerjaan maupun rutinitas sehari-hari.

Namun, bagaimana jika setiap bangun tidur justru muncul sensasi kepala melayang, pandangan menggelap, atau tubuh terasa kehilangan keseimbangan?

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah cara seseorang beranjak dari tempat tidur. Berdiri secara tiba-tiba setelah berbaring cukup lama dapat memicu penurunan tekanan darah pada sebagian orang.

Baca Juga: Anak Susah Diajak Shalat? Ini 5 Cara Orang Tua Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini 

Kondisi tersebut dikenal sebagai hipotensi ortostatik. Ketika tubuh belum mampu menyesuaikan tekanan darah dengan perubahan posisi, seseorang dapat mengalami pusing hingga merasa akan pingsan.

Meski demikian, pusing pada pagi hari tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan bangun tidur. Kualitas istirahat, kecukupan cairan, efek obat, hingga gangguan keseimbangan telinga bagian dalam juga dapat berperan.

Lantas, bagaimana cara mengurangi risiko pusing setelah bangun tidur?

Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan agar Tidak Mudah Pusing pada Pagi Hari

Hindari kebiasaan saat bangun tidur:

1. Jangan Terburu-buru Bangkit dari Tempat Tidur

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengubah posisi tubuh secara bertahap.

Setelah membuka mata, jangan langsung berdiri. Cobalah menggerakkan tubuh perlahan, kemudian duduk terlebih dahulu di tepi tempat tidur.

Berikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri sebelum berdiri. Cara ini penting terutama bagi orang yang kerap mengalami pandangan berkunang-kunang ketika berpindah dari posisi berbaring ke posisi tegak.

Langkah tersebut juga sejalan dengan anjuran NHS untuk menghindari perubahan posisi tubuh secara mendadak ketika mengalami pusing.

2. Biasakan Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Kurangnya asupan air dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi. Kondisi ini bisa memicu rasa lemas, haus, dan pusing, termasuk ketika seseorang mulai beraktivitas pada pagi hari.

Selama tidur, tubuh tetap kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat. Karena itu, menjaga kecukupan minum sejak siang hingga malam menjadi kebiasaan yang perlu diperhatikan.

Kebutuhan cairan juga dapat meningkat ketika seseorang banyak berkeringat atau mengalami gangguan kesehatan seperti muntah dan diare.

Jika mulai merasa pusing, hentikan aktivitas sejenak dan duduk atau berbaring sampai kondisi lebih stabil.

3. Hindari Kebiasaan Begadang dan Atur Jadwal Tidur

Kualitas tidur memiliki peran penting dalam menjaga kondisi tubuh ketika bangun pagi.

Kebiasaan tidur terlalu larut, sering terbangun pada malam hari, atau memiliki jadwal istirahat yang tidak konsisten dapat membuat seseorang merasa kurang segar setelah bangun.

Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat disertai kepala terasa berat atau pusing.

Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang teratur. Selain itu, perhatikan kualitas istirahat agar tubuh mendapatkan kesempatan untuk memulihkan energi.

Jika sudah tidur cukup tetapi tetap sering bangun dengan kondisi tidak segar, terutama disertai dengkuran keras dan rasa kantuk berlebihan pada siang hari, gangguan seperti sleep apnea perlu diperiksa lebih lanjut.

4. Jangan Abaikan Efek Samping Obat yang Dikonsumsi

Sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa keluhan pusing dapat berkaitan dengan obat yang sedang digunakan.

Obat-obatan tertentu, termasuk yang memengaruhi tekanan darah, dapat menimbulkan efek samping berupa kepala terasa ringan atau gangguan keseimbangan.

Jika keluhan mulai muncul setelah mengonsumsi obat baru atau mengalami perubahan dosis, catat waktu kemunculannya dan konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa arahan tenaga medis.

5. Perhatikan Pola Makan dan Risiko Penurunan Gula Darah

Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat menyebabkan pusing.

Kondisi ini terutama perlu diwaspadai oleh penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat tertentu untuk mengontrol gula darah.

Gejala yang menyertai dapat berupa gemetar, berkeringat, tubuh terasa lemas, dan kebingungan.

Penderita diabetes yang mengalami keluhan berulang pada pagi hari sebaiknya mengevaluasi pola makan, jadwal pengobatan, dan hasil pemeriksaan gula darah bersama tenaga medis.

Dengan demikian, penyebab keluhan dapat diketahui dan penanganannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

6. Kenali Gejala yang Muncul ketika Mengubah Posisi Kepala

Tidak semua pusing pada pagi hari berkaitan dengan tekanan darah atau kurang tidur.

Apabila lingkungan sekitar terasa berputar ketika berguling di tempat tidur, bangkit dari posisi berbaring, atau menundukkan kepala, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan vertigo.

Salah satu jenis gangguan yang dapat memicunya adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), yang berhubungan dengan perpindahan partikel kecil di telinga bagian dalam.

Jika sensasi berputar sering muncul akibat perubahan posisi kepala, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.

Kapan Pusing Tidak Boleh Dianggap sebagai Keluhan Biasa?

Meskipun sejumlah kebiasaan dapat membantu mengurangi risiko pusing, tidak semua penyebabnya bisa diatasi hanya dengan memperbaiki rutinitas pagi.

Pusing yang berlangsung berulang, tidak kunjung membaik, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari perlu dievaluasi oleh tenaga medis.

Terlebih jika keluhan disertai perubahan pendengaran, gangguan penglihatan, denyut jantung tidak biasa, terjatuh, atau kehilangan kesadaran.

Ada pula sejumlah gejala yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Di antaranya kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan berat, nyeri dada, dan sakit kepala hebat yang muncul secara tidak biasa.

Gejala tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan yang serius.

Jangan Anggap Sepele Sinyal Tubuh pada Pagi Hari

Pusing setelah bangun tidur dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Membiasakan diri bangun secara perlahan, mencukupi kebutuhan cairan, menjaga kualitas tidur, dan memperhatikan penggunaan obat merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh.

Namun, hal yang tidak kalah penting adalah mengenali pola keluhan yang dialami. Catat kapan pusing muncul, berapa lama berlangsung, serta gejala lain yang menyertainya.

Dengan memahami sinyal tubuh, seseorang dapat lebih cepat menentukan kapan cukup beristirahat dan kapan perlu mendapatkan bantuan medis.

Sebab, memulai pagi dengan tubuh yang sehat bukan hanya soal mendapatkan tidur cukup, tetapi juga memahami kondisi tubuh setelah bangun dari istirahat panjang.

Tags:
bangun tidur kebugaran tubuh jadwal tidur

Komentar Pengguna