Kesehatan
Rahman Abdullah

Jangan Diabaikan, Ini 5 Perubahan Tubuh yang Bisa Menjadi Tanda Masalah Ginjal

Jangan Diabaikan, Ini 5 Perubahan Tubuh yang Bisa Menjadi Tanda Masalah Ginjal

11 Oktober 2026 | 16:55

Dokter dapat membantu mengevaluasi kemungkinan penyebab melalui pemeriksaan yang sesuai.

4. Tekanan darah sulit dikendalikan

Tekanan darah dan kesehatan ginjal memiliki hubungan yang erat. Ginjal membantu mengatur volume cairan serta keseimbangan zat tertentu yang berpengaruh terhadap tekanan darah.

Sebaliknya, tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan tersebut berpotensi mengganggu kemampuan ginjal dalam menyaring darah.

Karena itu, hipertensi yang tidak terkontrol perlu ditangani dengan serius. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi sebaiknya melakukan pemantauan secara rutin dan mengikuti anjuran pengobatan dari tenaga kesehatan.

Perlu dipahami bahwa hipertensi tidak selalu berarti seseorang sudah mengalami penyakit ginjal. Namun, kedua kondisi tersebut dapat saling memengaruhi sehingga pemeriksaan fungsi ginjal mungkin diperlukan, terutama pada orang dengan faktor risiko lain seperti diabetes.

Baca Juga: Ingin Mood Lebih Terjaga? Ini 7 Kebiasaan Sehat yang Bisa Dimulai dari Rumah 

5. Nafsu makan berkurang dan mual berulang

Perubahan selera makan juga dapat menjadi keluhan yang muncul ketika fungsi ginjal mengalami penurunan cukup berat. Penumpukan zat sisa metabolisme dalam tubuh dapat memengaruhi kondisi pencernaan dan menimbulkan rasa mual.

Sebagian orang mungkin merasa cepat kenyang, tidak berselera makan, atau mengalami perubahan rasa pada makanan. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat mengganggu asupan nutrisi dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Namun, mual dan penurunan nafsu makan memiliki banyak kemungkinan penyebab, mulai dari gangguan pencernaan hingga infeksi dan efek samping obat.

Jika keluhan terus berulang, terlebih jika disertai pembengkakan, perubahan urine, atau kelelahan yang tidak biasa, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya.

Penyakit ginjal bisa terjadi tanpa gejala pada tahap awal

Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah penyakit ginjal kronis sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Seseorang masih dapat merasa sehat meskipun fungsi ginjalnya mulai mengalami penurunan.

Itulah sebabnya, mengenali gejala saja tidak cukup untuk memastikan kondisi ginjal. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu menemukan gangguan yang belum menimbulkan keluhan berarti.

Orang yang memiliki diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga penyakit ginjal perlu lebih memperhatikan kesehatan ginjalnya. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan sesuai kondisi dan faktor risiko, termasuk tes darah untuk menilai fungsi ginjal serta pemeriksaan urine untuk mendeteksi protein atau kelainan lainnya.

Pemeriksaan tekanan darah juga penting karena hipertensi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

Baca Juga: Hasil MotoGP Mandalika 2026, Marco Bezzecchi Juara dan Marc Marquez Finis Keenam 

Kapan gejala perlu diperiksakan ke dokter?

Perubahan urine yang menetap, darah dalam urine, pembengkakan tanpa sebab yang jelas, kelelahan berkepanjangan, serta mual yang terus berulang sebaiknya tidak diabaikan. Apabila beberapa keluhan muncul bersamaan, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan keadaan darurat.

Jangan menunggu sampai keluhan semakin parah untuk memeriksakan diri. Semakin cepat penyebab masalah kesehatan diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan yang sesuai dapat dipertimbangkan.

Kebiasaan sehari-hari untuk menjaga kesehatan ginjal

Menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana. Terapkan pola makan seimbang, batasi konsumsi garam berlebihan, lakukan aktivitas fisik secara teratur, dan hindari merokok.

Mengontrol kadar gula darah serta tekanan darah juga penting, terutama bagi orang yang memiliki diabetes atau hipertensi. Selain itu, hindari penggunaan obat-obatan tertentu secara sembarangan, khususnya obat pereda nyeri yang dapat memengaruhi ginjal jika digunakan tidak tepat atau dalam jangka panjang.

Minum air sesuai kebutuhan tubuh juga membantu menjaga keseimbangan cairan. Namun, orang yang telah mengalami gangguan ginjal tertentu mungkin membutuhkan pengaturan asupan cairan berdasarkan anjuran dokter.

Pada akhirnya, perubahan pada urine, pembengkakan, kelelahan, tekanan darah tinggi, dan mual berkepanjangan merupakan keluhan yang layak diperhatikan, tetapi tidak bisa dijadikan dasar diagnosis secara mandiri. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi ginjal secara akurat.

Mengenali perubahan tubuh sejak dini, mengelola faktor risiko, dan melakukan pemeriksaan secara berkala merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Penyakit ginjal gejala ginjal Kesehatan Ginjal

Komentar Pengguna