Pendidikan
Rahman Abdullah

Jangan Asal Memuji Murid! Ini Cara Guru Memberikan Apresiasi agar Anak Lebih Percaya Diri

Jangan Asal Memuji Murid! Ini Cara Guru Memberikan Apresiasi agar Anak Lebih Percaya Diri

03 November 2026 | 20:59

KebonCinta.com-- Memberikan pujian kepada murid merupakan salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan guru untuk membangun suasana belajar yang positif. Apresiasi yang tepat bisa membuat anak merasa dihargai, lebih berani mencoba, dan terdorong untuk terus memperbaiki diri.

Namun, pujian tidak selalu memberikan dampak yang sama. Ucapan seperti “Kamu pintar!” atau “Hebat sekali!” memang terdengar menyenangkan, tetapi belum tentu membantu murid memahami hal baik yang telah dilakukannya.

Agar lebih bermakna, guru perlu menyampaikan pujian yang jelas, tulus, dan berkaitan dengan perilaku atau usaha murid. Dengan begitu, anak tidak hanya merasa senang karena mendapat perhatian, tetapi juga mengetahui sikap positif apa yang patut dipertahankan.

Baca Juga: Mengenal Disleksia pada Anak, Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mendukung Proses Belajarnya 

Mengapa Pujian dari Guru Penting bagi Murid?

Bagi murid, pengakuan dari guru dapat menjadi pengalaman yang berharga. Terlebih bagi anak yang masih membangun rasa percaya diri, apresiasi yang tepat dapat membantu mereka merasa bahwa usaha dan perkembangannya diperhatikan.

Pujian juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat kebiasaan positif di sekolah. Ketika guru mengapresiasi murid yang mau berbagi, menyelesaikan tugas dengan tekun, atau membantu temannya, anak memperoleh gambaran konkret tentang perilaku yang dihargai.

Meski demikian, pujian sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan atau sekadar untuk menyenangkan hati murid. Apresiasi perlu disampaikan secara wajar, sesuai kenyataan, dan tidak membandingkan seorang anak dengan teman-temannya.

Tujuannya bukan membuat murid terus bergantung pada penilaian guru, melainkan membantu mereka memahami nilai dari usaha, tanggung jawab, dan kebaikan yang dilakukan.

Mengapa Pujian yang Terlalu Umum Kurang Bermakna?

Kalimat seperti “Bagus!”, “Hebat!”, atau “Kamu anak pintar!” sering muncul dalam kegiatan belajar sehari-hari. Ucapan tersebut tidak selalu keliru, tetapi akan lebih bermanfaat jika disertai alasan yang jelas.

Misalnya, ketika murid menyelesaikan tugas yang sulit, guru hanya mengatakan, “Kamu hebat.” Anak mungkin merasa senang, tetapi belum tentu memahami bagian mana dari tindakannya yang layak diapresiasi.

Sebaliknya, guru dapat mengatakan, “Kamu tetap mencoba meskipun soal ini sulit, lalu memeriksa jawabanmu sebelum dikumpulkan. Itu menunjukkan ketekunan.”

Pujian kedua memberikan informasi yang lebih jelas. Murid mengetahui bahwa ketekunan dan kesediaan memeriksa pekerjaan merupakan hal positif yang perlu dipertahankan.

Guru juga sebaiknya tidak hanya memuji hasil akhir. Proses belajar, keberanian mencoba, kemauan memperbaiki kesalahan, dan sikap menghargai orang lain merupakan bagian penting yang layak mendapat perhatian.

Baca Juga: 7 Manfaat Buah Zaitun bagi Kesehatan, dari Jantung hingga Menjaga Sel Tubuh 

5 Contoh Kalimat Pujian Guru yang Lebih Bermakna

Agar lebih mudah diterapkan di kelas, berikut beberapa contoh pujian yang dapat disesuaikan dengan situasi dan karakter murid.

1. Apresiasi usaha saat menghadapi kesulitan

Ketika murid mengalami kesulitan mengerjakan soal tetapi tetap berusaha, guru dapat mengatakan:

“Kamu sudah mencoba beberapa cara untuk menyelesaikan soal ini. Bagus, kamu tidak langsung menyerah ketika menemukan kesulitan.”

Kalimat tersebut menekankan usaha dan ketekunan, bukan hanya jawaban yang benar. Murid dapat belajar bahwa menghadapi tantangan merupakan bagian dari proses belajar.

2. Hargai kepedulian terhadap teman

Jika seorang murid membantu temannya membereskan perlengkapan belajar atau menjelaskan materi yang belum dipahami, guru bisa memberikan apresiasi seperti:

“Tadi kamu membantu temanmu merapikan buku tanpa diminta. Sikap pedulimu membuat kegiatan di kelas menjadi lebih nyaman.”

Dengan menyebutkan tindakan yang dilakukan, guru membantu murid memahami bentuk nyata dari kepedulian dan sikap saling membantu.

3. Dorong keberanian menyampaikan pendapat

Tidak semua murid berani berbicara di depan kelas. Karena itu, ketika seorang anak mencoba menyampaikan gagasan, guru dapat mengatakan:

“Kamu berani menyampaikan pendapat meskipun masih merasa gugup. Terima kasih sudah mencoba menjelaskan idemu kepada teman-teman.”

Pujian ini menghargai keberanian untuk berpartisipasi tanpa menuntut murid harus selalu memberikan jawaban sempurna.

4. Hargai kreativitas dan cara berpikir

Saat murid menyampaikan gagasan yang menarik atau menemukan cara berbeda untuk menyelesaikan tugas, guru dapat mengatakan:

“Cara yang kamu gunakan cukup menarik.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Pujian guru Motivasi Belajar Kepercayaan diri murid

Komentar Pengguna