Selain itu, tubuh yang lelah biasanya membuat seseorang kurang bersemangat untuk bergerak dan berolahraga. Jika berlangsung dalam waktu lama, kombinasi kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan obesitas.
Kurang tidur juga dikaitkan dengan gangguan pengaturan gula darah serta penurunan sensitivitas insulin. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.
Tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan energi setelah beraktivitas. Jika tidur tidak mencukupi, seseorang mungkin merasa cepat lelah, kurang bertenaga, dan kesulitan mempertahankan performa fisik.
Dampaknya dapat terlihat ketika berolahraga, melakukan pekerjaan berat, atau menjalani kegiatan yang membutuhkan daya tahan tubuh.
Proses pemulihan setelah aktivitas fisik juga dapat terganggu. Bagi orang yang rutin berolahraga, menjaga jadwal tidur yang teratur menjadi bagian penting untuk mendukung kebugaran dan pemulihan tubuh.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi penampilan. Wajah bisa terlihat lebih lelah, mata tampak sembap, dan lingkaran gelap di bawah mata menjadi lebih jelas pada sebagian orang.
Hal ini berkaitan dengan kelelahan serta perubahan yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang memadai. Tidur berperan dalam proses pemeliharaan dan perbaikan jaringan, termasuk jaringan kulit.
Meski demikian, kurang tidur bukan satu-satunya penyebab munculnya kerutan atau tanda penuaan. Faktor usia, paparan sinar matahari, kebiasaan merokok, dan kondisi kesehatan turut memengaruhi keadaan kulit.
Dampak kurang tidur yang tidak boleh diabaikan adalah kaitannya dengan kesehatan jantung. Tidur yang tidak mencukupi secara terus-menerus berhubungan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.
Selama tidur, tubuh mengatur berbagai proses yang berperan dalam menjaga tekanan darah dan fungsi metabolisme. Ketika waktu istirahat terganggu, proses tersebut dapat ikut terpengaruh.
Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh sebab itu, menjaga pola tidur merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan jantung.
Kebutuhan tidur berbeda-beda berdasarkan usia. Orang dewasa pada umumnya dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Selain durasi, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Tidur yang sering terputus atau jadwal yang berubah-ubah dapat membuat seseorang tetap merasa lelah meskipun telah menghabiskan banyak waktu di tempat tidur.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir