Kesehatan
Rahman Abdullah

Jangan Anggap Sepele, Ini 8 Bahaya Kurang Tidur yang Bisa Mengganggu Kesehatan Tubuh

Jangan Anggap Sepele, Ini 8 Bahaya Kurang Tidur yang Bisa Mengganggu Kesehatan Tubuh

06 November 2026 | 16:18

Perubahan ini bisa membuat seseorang lebih mudah merasa lapar atau terdorong mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

Selain itu, tubuh yang lelah biasanya membuat seseorang kurang bersemangat untuk bergerak dan berolahraga. Jika berlangsung dalam waktu lama, kombinasi kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan obesitas.

Kurang tidur juga dikaitkan dengan gangguan pengaturan gula darah serta penurunan sensitivitas insulin. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.

Baca Juga: UI BBC dan IGTKI Kabupaten Cirebon Gelar Seminar Guru TK 3–5 November 2026, Bahas Pembelajaran di Era VUCA 

6. Stamina dan Kemampuan Fisik Menurun

Tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan energi setelah beraktivitas. Jika tidur tidak mencukupi, seseorang mungkin merasa cepat lelah, kurang bertenaga, dan kesulitan mempertahankan performa fisik.

Dampaknya dapat terlihat ketika berolahraga, melakukan pekerjaan berat, atau menjalani kegiatan yang membutuhkan daya tahan tubuh.

Proses pemulihan setelah aktivitas fisik juga dapat terganggu. Bagi orang yang rutin berolahraga, menjaga jadwal tidur yang teratur menjadi bagian penting untuk mendukung kebugaran dan pemulihan tubuh.

7. Kulit Tampak Lelah dan Tanda Penuaan Lebih Terlihat

Kurang tidur juga dapat memengaruhi penampilan. Wajah bisa terlihat lebih lelah, mata tampak sembap, dan lingkaran gelap di bawah mata menjadi lebih jelas pada sebagian orang.

Hal ini berkaitan dengan kelelahan serta perubahan yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang memadai. Tidur berperan dalam proses pemeliharaan dan perbaikan jaringan, termasuk jaringan kulit.

Meski demikian, kurang tidur bukan satu-satunya penyebab munculnya kerutan atau tanda penuaan. Faktor usia, paparan sinar matahari, kebiasaan merokok, dan kondisi kesehatan turut memengaruhi keadaan kulit.

8. Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah Terganggu

Dampak kurang tidur yang tidak boleh diabaikan adalah kaitannya dengan kesehatan jantung. Tidur yang tidak mencukupi secara terus-menerus berhubungan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.

Selama tidur, tubuh mengatur berbagai proses yang berperan dalam menjaga tekanan darah dan fungsi metabolisme. Ketika waktu istirahat terganggu, proses tersebut dapat ikut terpengaruh.

Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh sebab itu, menjaga pola tidur merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan jantung.

Berapa Jam Tidur yang Dibutuhkan Setiap Malam?

Kebutuhan tidur berbeda-beda berdasarkan usia. Orang dewasa pada umumnya dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Selain durasi, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Tidur yang sering terputus atau jadwal yang berubah-ubah dapat membuat seseorang tetap merasa lelah meskipun telah menghabiskan banyak waktu di tempat tidur.

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:

  • Tetapkan jadwal tidur yang konsisten. Biasakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari.
  • Kurangi penggunaan ponsel sebelum tidur. Batasi aktivitas yang membuat pikiran tetap terjaga menjelang waktu istirahat.
  • Perhatikan konsumsi kafein. Hindari kopi, teh berkafein, atau minuman energi menjelang waktu tidur jika membuat sulit terlelap.
  • Ciptakan kamar yang nyaman. Usahakan lingkungan tidur tenang, cukup gelap, dan memiliki suhu yang nyaman.
  • Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Bahaya kurang tidur Dampak begadang Kebutuhan tidur

Komentar Pengguna