KebonCinta.com — Perkembangan investasi di Kota Cirebon, Jawa Barat, menunjukkan tren peningkatan pada 2026. Data yang tercatat dalam sistem Online Single Submission (OSS) mencapai sekitar Rp4,438 triliun, sedangkan nilai setelah verifikasi dilaporkan sekitar Rp2,976 triliun.
Perbedaan kedua angka tersebut menjadi perhatian karena nilai yang dimasukkan pelaku usaha ke dalam sistem belum tentu sepenuhnya mencerminkan realisasi investasi yang telah terverifikasi.
Informasi ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Icip Suryadi, dalam pemberitaan yang terbit pada 29–30 Oktober 2026.
MENGAPA DATA OSS DAN VERIFIKASI BERBEDA?
Berdasarkan keterangan DPMPTSP, nilai investasi yang tercatat dalam sistem OSS masih memerlukan proses verifikasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kegiatan usaha yang sebenarnya.
Salah satu penyebab perbedaan angka berkaitan dengan pencatatan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI. Sebuah perusahaan dapat memasukkan lebih dari satu klasifikasi kegiatan usaha dalam sistem.
Situasi tersebut membuat pemerintah daerah perlu memeriksa pencatatan investasi agar angka yang dilaporkan sesuai dengan kondisi kegiatan usaha di lapangan.
Dengan demikian, angka Rp4,438 triliun merupakan nilai yang tercatat di OSS, sedangkan Rp2,976 triliun merupakan nilai hasil verifikasi yang dilaporkan DPMPTSP.
INVESTASI CIREBON MELAMPAUI CAPAIAN TAHUN LALU
Pemerintah daerah mencatat bahwa nilai investasi terverifikasi tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp1,9 triliun.
Dalam laporan yang diterbitkan Rakyat Cirebon pada 29 Oktober 2026, target investasi Kota Cirebon untuk tahun 2026 disebut sebesar Rp1,9 triliun. Informasi tersebut menunjukkan posisi investasi tahun berjalan telah melampaui target yang ditetapkan.
Peningkatan investasi menjadi salah satu indikator penting bagi perkembangan kegiatan ekonomi daerah. Namun, nilai investasi perlu dibedakan dari Pendapatan Asli Daerah atau PAD yang diterima pemerintah kota.
PERDAGANGAN DAN JASA JADI SEKTOR DOMINAN
Menurut Icip Suryadi, investasi yang masuk ke Kota Cirebon masih didominasi sektor perdagangan dan jasa. Salah satu sektor jasa yang menunjukkan perkembangan adalah perhotelan.
Sejumlah proyek pembangunan hotel sedang berlangsung di Kota Cirebon. Rakyat Cirebon melaporkan terdapat lima proyek hotel yang dibangun di beberapa kawasan, termasuk koridor Jalan Brigjen Dharsono, Jalan Evakuasi, Jalan Kesambi, dan Jalan Veteran.
Pembangunan fasilitas akomodasi menunjukkan adanya aktivitas investasi pada sektor jasa. Namun, manfaat ekonomi dari setiap proyek baru dapat dinilai lebih lanjut setelah fasilitas mulai beroperasi.
KENAIKAN INVESTASI BELUM OTOMATIS MENAMBAH PAD
DPMPTSP menjelaskan bahwa kenaikan investasi belum sepenuhnya diikuti pertumbuhan pendapatan daerah dalam besaran yang sama.
Salah satu penyebabnya adalah sebagian proyek yang tercatat masih berada pada tahap pembangunan. Hotel yang belum beroperasi, misalnya, belum memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah.
Selain itu, sejumlah perusahaan yang menanamkan modal di Kota Cirebon merupakan kantor cabang. Kondisi ini menyebabkan sebagian aliran pendapatan usaha masih menuju kantor pusat perusahaan di luar daerah.
PELUANG DAN TANTANGAN EKONOMI CIREBON
Perkembangan investasi berpotensi mendukung pertumbuhan kegiatan usaha, pengembangan fasilitas, dan kesempatan kerja di wilayah Kota Cirebon.
Namun, besarnya nilai investasi tidak secara otomatis membuktikan telah terciptanya jumlah lapangan kerja tertentu. Dampak tersebut memerlukan data penyerapan tenaga kerja serta realisasi operasional usaha yang terukur.
Pemerintah daerah juga masih menghadapi tantangan memastikan investasi memberi manfaat lebih luas bagi ekonomi lokal. Proses verifikasi data, perkembangan proyek, dan kontribusi investasi terhadap PAD menjadi hal penting untuk terus dipantau.
Masyarakat dan pelaku usaha dapat mengikuti informasi mengenai pelayanan perizinan serta penanaman modal melalui DPMPTSP Kota Cirebon dan sistem OSS resmi pemerintah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir