KebonCinta.com-- Masa remaja merupakan periode penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Berbagai aktivitas, mulai dari belajar di sekolah, berolahraga, hingga bersosialisasi dengan teman, membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.
Sistem imunitas berfungsi membantu tubuh mengenali dan melawan berbagai penyebab penyakit, termasuk virus dan bakteri. Namun, daya tahan tubuh tidak dapat ditingkatkan hanya dengan mengandalkan satu jenis makanan, minuman, atau suplemen tertentu.
Pola hidup sehari-hari justru memiliki peran penting dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi, tidur yang cukup, hingga mengelola stres, berbagai kebiasaan sederhana dapat membantu remaja menjaga kesehatannya.
Lantas, apa saja langkah yang bisa dilakukan untuk mendukung imunitas tubuh? Berikut sembilan kebiasaan yang patut diterapkan.
Baca Juga: Kompetensi Guru Bukan Sekadar Mengajar, Ini Kemampuan Penting yang Perlu Terus Dikembangkan
Tekanan tugas sekolah, ujian, pergaulan, dan persoalan pribadi terkadang membuat remaja mengalami stres. Jika berlangsung terus-menerus, stres dapat memengaruhi kualitas tidur, pola makan, dan berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan.
Untuk mengelolanya, luangkan waktu melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti membaca buku, mendengarkan musik, berjalan santai, atau menjalankan hobi. Berbicara dengan orang yang dipercaya juga dapat membantu meringankan beban pikiran.
Jangan ragu meminta bantuan orang tua, guru, atau tenaga profesional apabila stres terasa berat dan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.
Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh merupakan sumber serat yang baik bagi tubuh. Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan, sedangkan sebagian bahan pangan nabati mengandung antioksidan yang berperan melindungi sel dari kerusakan.
Contoh makanan yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian antara lain pepaya, jeruk, jambu biji, wortel, bayam, brokoli, dan kacang merah.
Usahakan mengonsumsi beragam jenis sayur dan buah, bukan hanya satu jenis makanan yang dianggap paling sehat. Variasi makanan membantu tubuh memperoleh lebih banyak zat gizi yang dibutuhkan.
Vitamin dan mineral berperan dalam mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, vitamin E, serta mineral seperti zinc dan zat besi memiliki fungsi penting dalam berbagai proses tubuh.
Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui makanan yang beragam, misalnya telur, ikan, susu, sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sumber protein lainnya.
Perlu diingat, mengonsumsi vitamin dalam jumlah berlebihan tidak otomatis membuat daya tahan tubuh lebih kuat. Suplemen sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan, terutama jika terdapat risiko kekurangan zat gizi atau atas saran tenaga kesehatan.
Aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran, kesehatan jantung, kualitas tidur, dan kesejahteraan mental. Berbagai manfaat tersebut turut mendukung kondisi tubuh secara keseluruhan.
Remaja dapat memilih aktivitas yang disukai, seperti bersepeda, berenang, bermain bulu tangkis, menari, berjalan cepat, atau mengikuti olahraga bersama teman.
Untuk usia 5–17 tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan rata-rata sedikitnya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat per hari sepanjang minggu.
Jika belum terbiasa, mulailah secara bertahap dan tingkatkan aktivitas sesuai kemampuan. Konsistensi lebih penting daripada memaksakan olahraga berat dalam waktu singkat.
Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat setelah beraktivitas. Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan yang mendukung kesehatan fisik dan fungsi kekebalan.
Remaja berusia 13–18 tahun umumnya membutuhkan tidur sekitar 8–10 jam setiap malam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir