Keboncinta.com – Memiliki tetangga yang baik merupakan salah satu nikmat dalam kehidupan. Tetangga menjadi orang terdekat yang dapat membantu ketika terjadi kesulitan, berbagi kebahagiaan, hingga memberikan pertolongan dalam keadaan darurat. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga dan memohon perlindungan Allah dari tetangga yang membawa keburukan.
Rasulullah SAW bahkan menyebut tetangga yang saleh sebagai salah satu kebahagiaan seorang Muslim. Dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, terdapat empat perkara yang termasuk kebahagiaan, yaitu pasangan yang saleh, tempat tinggal yang lapang, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon perlindungan kepada Allah dari tetangga yang buruk. Doa ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ فِي دَارِ الْمُقَامَةِ، فَإِنَّ جَارَ الْبَادِيَةِ يَتَحَوَّلُ
Latin:
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min jāris-sū’i fī dāril-muqāmah, fa inna jāral-bādiyati yataḥawwal.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat tinggal yang tetap. Sesungguhnya tetangga di tempat persinggahan dapat berpindah."
Doa tersebut diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya nomor 5502 dan dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib nomor 2556. Isinya mengajarkan bahwa gangguan dari tetangga yang menetap dapat berlangsung lama sehingga seorang Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah.
Selain membaca doa tersebut, seseorang juga dapat memanjatkan doa dengan bahasa sendiri agar Allah menganugerahkan lingkungan tempat tinggal yang aman, rukun, dan dipenuhi tetangga yang saling menghormati.
Baca Juga: Adab Bertetangga dalam Islam yang Semakin Penting di Tengah Kehidupan Modern
Doa perlu disertai usaha menjaga hubungan sosial. Islam mengajarkan sejumlah adab agar kehidupan bertetangga berlangsung harmonis.
1. Tidak menyakiti tetangga
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya tidak menyakiti tetangganya. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
2. Berbagi makanan dan rezeki
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW berpesan kepada Abu Dzar agar memperbanyak kuah ketika memasak dan membagikannya kepada tetangga.
3. Memperhatikan tetangga terdekat
Ketika Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang tetangga yang lebih dahulu diberi hadiah, beliau mengarahkan agar mendahulukan tetangga yang pintunya paling dekat.
4. Menjaga privasi dan kehormatan
Seorang Muslim tidak sepatutnya mengintip, menyebarkan rahasia, atau membicarakan keburukan tetangganya.
5. Membantu ketika mengalami kesulitan
Menjenguk tetangga yang sakit, menghibur ketika tertimpa musibah, serta membantu sesuai kemampuan merupakan bentuk kepedulian sosial.
Hubungan bertetangga yang harmonis memberikan banyak manfaat. Pertama, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Kedua, memperkuat solidaritas karena warga terbiasa saling membantu. Ketiga, mengurangi potensi perselisihan melalui komunikasi dan sikap saling menghormati.
Dalam kehidupan masyarakat yang semakin individualistis, kepedulian terhadap tetangga perlu terus dirawat. Kebaikan tidak harus berupa bantuan besar. Menyapa, menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membuat kegaduhan juga merupakan bentuk memuliakan tetangga.
Baca Juga: Kumpulan Doa agar Anak Terhindar dari Pergaulan Buruk dan Pengaruh Negatif, Ini Bacaannya
1. Apa doa agar mendapatkan tetangga yang baik?
Salah satunya adalah Allāhumma innī a‘ūdzu bika min jāris-sū’i fī dāril-muqāmah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir