Keboncinta.com-- Membiasakan anak mengikuti aturan dan bertanggung jawab atas perilakunya memang tidak selalu mudah. Dalam situasi tertentu, orang tua mungkin tergoda menggunakan ancaman agar anak segera menuruti perintah.
Namun, cara tersebut bukan satu-satunya pilihan. Disiplin dapat dibangun melalui pendekatan yang positif dengan memberikan batasan yang jelas sekaligus membantu anak memahami alasan di balik sebuah aturan.
Dengan pola pengasuhan yang konsisten dan penuh perhatian, anak dapat belajar bertanggung jawab tanpa harus merasa takut terhadap ancaman. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Bolehkah Anak Kecil Main HP? Ini Aturan yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Anak biasanya lebih mudah mengikuti arahan ketika mereka diberi kesempatan untuk menentukan pilihan yang masih berada dalam batas yang ditetapkan orang tua.
Alih-alih langsung memberikan ancaman ketika anak tidak mau melakukan sesuatu, berikan dua pilihan yang mudah dipahami. Misalnya, anak dapat memilih apakah ingin membereskan mainan sebelum membaca buku atau setelah selesai makan.
Pilihan seperti ini membuat anak memiliki ruang untuk mengambil keputusan sekaligus belajar memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Orang tua tetap perlu memastikan pilihan yang diberikan sesuai dengan usia dan tidak membingungkan anak.
Anak membutuhkan aturan yang jelas agar mengetahui perilaku apa yang diharapkan dari mereka. Batasan juga membantu anak memahami rutinitas dan memberikan rasa aman.
Namun, aturan sebaiknya dibuat secara masuk akal dan diterapkan dengan konsisten. Ketika meminta anak melakukan sesuatu, jelaskan alasan di balik aturan tersebut menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Sebagai contoh, jika anak perlu mandi sebelum pergi, orang tua dapat menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum beraktivitas.
Berikan pula waktu yang cukup agar anak dapat menyelesaikan hal yang diminta, terutama jika ia sedang melakukan kegiatan lain.
Baca Juga: Jangan Dianggap Kenakalan Biasa, Ini Tanda Bullying pada Anak yang Perlu Diketahui
Anak perlu mengetahui bahwa kehidupan di rumah memiliki aturan yang harus dipatuhi bersama. Selain memiliki hak, mereka juga mempunyai tanggung jawab yang perlu dilakukan sesuai usia.
Orang tua dapat menjelaskan aturan dengan kalimat sederhana dan memberikan contoh konkret. Misalnya, setelah bermain, anak memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan mainannya ke tempat semula.
Dengan cara tersebut, anak tidak sekadar mengetahui larangan, tetapi juga memahami perilaku yang diharapkan darinya.
Aturan keluarga juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai tanggung jawab, kerja sama, saling menghormati, dan menghargai perbedaan.
Anak dapat dilibatkan dalam pembicaraan mengenai aturan yang berlaku di rumah. Bukan berarti semua keputusan harus diserahkan kepada anak, tetapi mereka dapat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.
Misalnya, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai waktu bermain, jadwal tidur, atau tanggung jawab sederhana di rumah.
Ketika anak merasa pendapatnya didengar, mereka dapat lebih memahami alasan sebuah aturan dibuat. Orang tua juga dapat menjelaskan konsekuensi yang wajar jika aturan tersebut tidak dijalankan.
Cara ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengajarkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab secara langsung.
Baca Juga: Mau Magang di BUMN? Jangan Asal Klik Daftar, Ini Syarat dan Dokumen yang Harus Disiapkan
Ketika anak mampu menjalankan aturan atau menyelesaikan tanggung jawabnya, berikan penghargaan berupa pujian atau dukungan.
Tidak harus selalu berupa hadiah. Kalimat sederhana yang menunjukkan bahwa orang tua menghargai usaha anak sudah dapat memberikan penguatan positif.
Misalnya, orang tua dapat mengatakan bahwa anak sudah bertanggung jawab karena membereskan mainannya setelah bermain.
Pujian yang diberikan secara tepat membantu anak mengenali perilaku positif dan mendorongnya untuk mengulangi kebiasaan tersebut.
Mengajarkan anak untuk patuh bukan berarti orang tua harus membuat anak takut agar mengikuti aturan. Tujuan disiplin justru membantu anak memahami batasan, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas tindakannya.
Pilihan sederhana, aturan yang jelas, penjelasan yang mudah dipahami, keterlibatan anak, serta apresiasi dapat menjadi bagian dari proses tersebut.
Baca Juga: Anak Sulit Menunggu dan Sering Bertindak Spontan?