Berita
SUWANDI

Ikon Baru Kota Udang: Ketika Stasiun Cirebon 'Berdandan' Ciamik Hasil Keroyokan Pemkot dan KAI

Ikon Baru Kota Udang: Ketika Stasiun Cirebon 'Berdandan' Ciamik Hasil Keroyokan Pemkot dan KAI

27 September 2026 | 15:25

CIREBON — Pintu gerbang utama Kota Cirebon kini tampil beda. Wajah depan Stasiun Cirebon yang dulunya sekadar area transit, kini disulap menjadi kawasan estetik yang sarat akan ciri khas dan kebudayaan lokal Kota Udang. Transformasi ini menjadi bukti nyata suksesnya strategi "keroyokan" antara Pemerintah Kota Cirebon dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon.

Harmoni kolaborasi tersebut makin menguat saat Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir langsung dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT KAI yang digelar meriah pada Sabtu (26/9/2026).

Effendi Edo menilai, kerja sama lintas sektor ini tidak hanya mengubah estetika kota, tetapi juga memberikan dampak langsung pada kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang baru menginjakkan kaki di Cirebon.

“Kolaborasi dan kebersamaan antara Daop 3 Cirebon dengan Pemkot Cirebon ini luar biasa. Kita bisa menyaksikan langsung perubahan besarnya—salah satunya wajah baru di depan stasiun yang kini berdiri anggun sebagai ikon baru sekaligus cermin karakter khas Cirebon,” ujar Effendi Edo saat menyampaikan apresiasinya.

Tak berhenti di penataan kawasan stasiun, kemitraan Pemkot Cirebon dan KAI Daop 3 juga merambah pada aksi nyata penanganan masalah lingkungan, seperti sinergi penanggulangan potensi banjir di titik-titik rawan perlintasan.

“Selamat ulang tahun ke-81 untuk PT KAI. Semoga terus konsisten menghadirkan pelayanan prima dan menjadikan kereta api sebagai moda transportasi terdepan yang paling aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Filosfi Megalaras: Lebih Luas, Lebih Melayani

Sementara itu, Kepala Daerah Operasi (Kadaop) 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengungkapkan bahwa di usia yang telah menembus angka 81 tahun, KAI Daop 3 ingin hadir lebih dekat di hati masyarakat Cirebon melalui semangat lokalitas bertajuk Megalaras.

Istilah Megalaras—yang mengusung spirit Semakin Melayani—menjadi simbol komitmen KAI untuk tidak hanya berfokus pada kelancaran roda kereta, tetapi juga menyelaraskan ritme pembangunan daerah bersama pemerintah kota.

“Peringatan 81 tahun KAI ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bagi kami untuk mempererat kebersamaan internal sekaligus memperkuat pelayanan eksternal. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa tetap prioritas utama,” tegas Sigit.

Melalui sinergi estetik dan ekologis ini, Stasiun Cirebon kini siap menjadi etalase kota yang ramah, modern, dan berkebudayaan—menjadikan perjalanan tiap penumpang bukan cuma soal sampai di tujuan, tapi juga tentang menikmati kehangatan sambutan Kota Cirebon sejak langkah pertama dari gerbong kereta. (swd)

Tags:
Cirebon Pemerintah daerah

Komentar Pengguna