Ciayumajakuning
Hilmi An Naufal

IDE.IND Hadir di Cirebon, Kemenekraf Dorong Anak Muda Kembangkan Gim dan Startup Lokal

IDE.IND Hadir di Cirebon, Kemenekraf Dorong Anak Muda Kembangkan Gim dan Startup Lokal

08 November 2026 | 10:02

KebonCinta.com — Kota Cirebon, Jawa Barat, berupaya memperkuat industri ekonomi kreatif berbasis teknologi melalui kegiatan IDE.IND yang mempertemukan pelaku usaha, pengembang gim, komunitas digital, dan pemerintah.

Kegiatan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, dengan dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, serta Anggota DPR RI Herman Khaeron.

Program tersebut menjadi kesempatan bagi anak muda Cirebon untuk membangun kolaborasi dan mengembangkan produk digital yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.

PENGEMBANG GIM LOKAL MENJADI PERHATIAN

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai Kota Cirebon memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Salah satu bidang yang mendapat perhatian adalah industri gim.

Menurutnya, Cirebon memiliki talenta muda yang tertarik mengembangkan gim, tetapi masih membutuhkan ruang pertemuan dan kerja sama dengan pelaku industri.

Melalui IDE.IND, Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan pengembang gim dari Bandung untuk bertemu dengan komunitas dan pengembang lokal.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan serta membuka kesempatan pengembangan produk gim dari Cirebon.

PELUANG STARTUP BERBASIS KEBUTUHAN MASYARAKAT

 

Selain gim, pengembangan startup dan aplikasi digital juga menjadi bagian dari peluang ekonomi kreatif yang dibahas.

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha memasarkan produk, mengelola transaksi, atau meningkatkan efisiensi kegiatan bisnis.

Talenta digital lokal dapat mengembangkan solusi berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan UMKM.

Namun, pengembangan aplikasi yang bermanfaat tidak hanya membutuhkan keterampilan pemrograman. Para pengembang juga perlu memahami kebutuhan pengguna dan model usaha yang berkelanjutan.

POTENSI BATIK, ROTAN, DAN KULINER CIREBON

Anggota DPR RI Herman Khaeron menyoroti kekuatan industri kreatif Cirebon, termasuk batik, rotan, kuliner, dan berbagai produk berbasis keterampilan masyarakat.

Potensi tersebut dapat dikembangkan dengan memadukan kreativitas tradisional dan teknologi modern.

Sebagai contoh, teknologi digital dapat mendukung promosi produk batik, memperluas pemasaran kerajinan rotan, atau membantu pengelolaan usaha kuliner.

Contoh tersebut merupakan peluang pemanfaatan teknologi, bukan laporan bahwa seluruh program digitalisasi usaha sudah dilaksanakan dalam kegiatan IDE.IND.

MAYORITAS PENDUDUK CIREBON BERUSIA PRODUKTIF

Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan bahwa lebih dari 68 persen penduduk Kota Cirebon berada pada kelompok usia produktif.

Ia juga menyebut tingkat penetrasi internet di daerah tersebut telah melampaui 80 persen.

Kondisi ini dinilai menjadi modal penting untuk menumbuhkan ekosistem industri digital.

Pemerintah daerah ingin mendorong generasi muda bukan hanya menjadi pengguna aplikasi dan teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan produk digital sendiri.

PEMERINTAH DORONG KOLABORASI

Pemkot Cirebon menyatakan komitmen untuk mempertemukan pelaku usaha, akademisi, industri, komunitas, dan talenta digital.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan gagasan menjadi produk yang dapat digunakan masyarakat.

Kegiatan IDE.IND belum dapat dianggap sebagai pengumuman pembukaan program bantuan modal atau pendaftaran startup dengan jadwal tertentu.

Anak muda yang tertarik dapat mengikuti informasi dari kanal pemerintah daerah, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta komunitas pengembang yang terlibat.

Melalui kegiatan ini, Kota Cirebon diharapkan mampu memperluas peran ekonomi kreatif dan melahirkan inovasi digital yang dapat bersaing di tingkat nasional.

Tags:
startup Cirebon IDE.IND 2026 pengembang gim Cirebon ekonomi kreatif Cirebon Teuku Riefky Harsya industri digital UMKM cirebon talenta teknologi.

Komentar Pengguna