keboncinta.com – Hubungan dengan keluarga pasangan, seperti mertua dan ipar, terkadang menjadi tantangan dalam kehidupan rumah tangga. Perbedaan pendapat, kesalahpahaman, hingga komunikasi yang kurang baik dapat memicu ketegangan. Dalam menghadapi situasi tersebut, pasangan suami istri perlu mengedepankan kesabaran, komunikasi yang bijak, serta memohon petunjuk Allah SWT melalui doa.
Islam mengajarkan bahwa rumah tangga dibangun atas dasar ketenteraman, kasih sayang, dan rahmat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 21. Nilai-nilai tersebut tidak hanya perlu diterapkan antara suami dan istri, tetapi juga dalam hubungan dengan keluarga besar.
Doa menjadi salah satu ikhtiar spiritual agar hati lebih tenang dan diberikan kebijaksanaan dalam menghadapi persoalan. Berikut empat doa yang dapat diamalkan ketika hubungan dengan mertua atau ipar terasa sulit.
Arab:
اَللَّهُمَّ أَلْهِمْنِي رُشْدِي، وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي
Latin: Allahumma alhimni rusydi, wa a'idzni min syarri nafsi.
Artinya: Ya Allah, ilhamkanlah kepadaku petunjuk dan lindungilah aku dari keburukan diriku sendiri.
Doa ini mengajarkan seseorang untuk tidak hanya melihat kesalahan orang lain, tetapi juga mengevaluasi diri. Ketika menghadapi konflik keluarga pasangan, seseorang perlu menjaga emosi, menghindari prasangka buruk, dan mempertimbangkan perkataan sebelum bertindak.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Tahajud, Lengkap dengan Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Doa
Arab:
اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
Latin: Allahumma allif baina qulubina, wa ashlih dzata bainina, wahdina subulas salam, wa najjina minazh zhulumati ilan nur, wa jannibnal fawahisya ma zhahara minha wa ma bathan.
Artinya: Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, tunjukilah jalan keselamatan, dan jauhkanlah kami dari perbuatan keji, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Doa ini berisi permohonan agar Allah memperbaiki hubungan yang sedang mengalami ketegangan. Pasangan dapat membacanya dengan harapan tercipta komunikasi yang lebih baik dan suasana keluarga yang damai.
Arab:
اَللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ
Latin: Allahumma fathiras-samawati wal-ardhi 'alimal-ghaibi wasy-syahadah, anta tahkumu baina 'ibadika fima kanu fihi yakhtalifun.
Artinya: Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui perkara gaib dan nyata, Engkaulah yang memutuskan perkara yang diperselisihkan oleh hamba-hamba-Mu.
Doa yang terdapat dalam Surah Az-Zumar ayat 46 ini mengingatkan manusia bahwa Allah Maha Mengetahui persoalan yang diperselisihkan. Dengan membacanya, seseorang memohon petunjuk agar mampu mengambil keputusan secara adil dan bijaksana.
Arab:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Latin: Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj'alna lil muttaqina imama.
Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, serta jadikanlah kami teladan bagi orang-orang bertakwa.
Doa dalam Surah Al-Furqan ayat 74 ini memohon keluarga yang menghadirkan kebahagiaan dan ketenteraman. Nilainya juga dapat menjadi pengingat agar hubungan dengan keluarga besar dipenuhi kasih sayang dan kebaikan.
Baca Juga: Kapan Waktu Mustajab Berdoa pada Hari Jumat? Ini Penjelasan Ulama dan Cara Menyikapinya
Selain berdoa, pasangan suami istri perlu melakukan usaha nyata. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:
Membiasakan doa dapat membantu menenangkan hati, memperbaiki sikap, dan menguatkan hubungan suami istri. Doa juga menjadi pengingat agar seseorang tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika sedang marah.
Namun, doa bukan berarti harus membiarkan perlakuan yang merendahkan atau membahayakan. Jika konflik terus berulang, pasangan dapat mencari bantuan orang tepercaya atau mediator yang adil.
Pada akhirnya, keharmonisan keluarga membutuhkan doa, kesabaran, komunikasi, dan usaha bersama. Memohon petunjuk Allah menjadi ikhtiar agar setiap persoalan dapat dihadapi dengan hati yang lebih tenang dan keputusan yang membawa kebaikan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir