Pendidikan
M. Panji Maulana

Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober 2026: 7 Kegiatan Sederhana Mengenalkan Budaya Lokal di Sekolah

Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober 2026: 7 Kegiatan Sederhana Mengenalkan Budaya Lokal di Sekolah

17 Oktober 2026 | 14:53

keboncinta.com- Hari Kebudayaan Nasional yang diperingati pada 17 Oktober 2026 dapat menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta didik melalui kegiatan sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Peringatan ini tidak harus selalu dirayakan dengan pentas seni besar atau kegiatan yang membutuhkan anggaran tinggi. Guru dapat mengajak siswa mengenal bahasa daerah, memainkan permainan tradisional, mendengarkan cerita rakyat, hingga membuat pameran kecil di ruang kelas.

Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Melalui pengalaman langsung, siswa dapat memahami bahwa budaya merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dikenal, dihargai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Lantas, apa saja kegiatan Hari Kebudayaan Nasional 2026 yang dapat dilaksanakan di sekolah tanpa persiapan rumit?

Hari Kebudayaan Nasional 2026 Diperingati Setiap 17 Oktober

Hari Kebudayaan Nasional ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 162/M/2025, yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 7 Juli 2025.

Peringatan ini dilaksanakan setiap tanggal 17 Oktober sebagai momentum untuk memperkuat perhatian masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia.

Pada tahun 2026, tanggal 17 Oktober jatuh pada hari Sabtu.

Hari Kebudayaan Nasional merupakan hari peringatan, bukan hari libur nasional. Karena itu, sekolah dapat menyesuaikan kegiatan dengan kalender pendidikan masing-masing.

Informasi mengenai penetapan peringatan tersebut juga tercantum dalam publikasi Media Center Pemerintah Provinsi Riau.

Mengapa Budaya Lokal Perlu Dikenalkan kepada Siswa?

Indonesia memiliki beragam bahasa daerah, kesenian, tradisi, cerita rakyat, pakaian adat, dan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.

Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan mengenal budaya daerahnya secara langsung.

Sekolah dapat membantu memperkenalkan kekayaan tersebut melalui kegiatan pembelajaran yang sederhana dan kontekstual.

Menurut UNESCO, pendidikan mempunyai peran penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya takbenda, termasuk tradisi lisan, seni pertunjukan, dan praktik sosial masyarakat.

Artinya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pertunjukan atau dokumentasi. Generasi muda juga perlu mempunyai kesempatan untuk mempelajari dan mengalaminya.

7 Kegiatan Sederhana Hari Kebudayaan Nasional di Sekolah

1. Membuat Peta Budaya Daerah Asal Siswa

Guru dapat mengajak siswa mengenali keragaman budaya melalui peta Indonesia atau peta wilayah setempat.

Cara pelaksanaan:

Sediakan kertas karton besar atau gambar peta Indonesia.

Setiap siswa diminta menuliskan nama daerah yang dikenalnya, kemudian menambahkan informasi tentang makanan khas, bahasa, pakaian adat, atau kesenian daerah tersebut.

Hasilnya ditempel pada peta dan dijelaskan secara bergantian.

Kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa keberagaman budaya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Untuk jenjang SD, kegiatan dapat dibuat menggunakan gambar. Sementara siswa SMP dapat menambahkan informasi sejarah atau asal-usul tradisi berdasarkan sumber yang dapat dipercaya.

2. Mengadakan Permainan Tradisional di Halaman Sekolah

Permainan tradisional dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan budaya lokal.

Guru dapat memilih permainan seperti congklak, gobak sodor, engklek, bentengan, atau permainan khas daerah masing-masing.

Cara pelaksanaan:

Bagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil. Jelaskan aturan permainan, kemudian berikan waktu sekitar 15–20 menit untuk mencoba.

Setelah selesai, ajak siswa mendiskusikan nilai yang mereka pelajari.

Misalnya, permainan gobak sodor melibatkan kerja sama dan strategi, sedangkan congklak dapat melatih kemampuan berhitung serta pengambilan keputusan.

Pilih permainan yang aman, sesuai usia, dan dapat diikuti seluruh siswa dengan penyesuaian bila diperlukan.

Baca Juga: Serunya Olahraga dengan Permainan Tradisional

3. Mengadakan Tantangan Kosakata Bahasa Daerah

Bahasa daerah merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

Sekolah dapat membuat kegiatan sederhana berupa tantangan mengenal kosakata daerah.

Cara pelaksanaan:

Guru menyiapkan beberapa kata, seperti makan, minum, terima kasih, rumah, dan teman.

Siswa kemudian mencari padanannya dalam bahasa daerah yang dikenal di lingkungan mereka.

Hasilnya dapat ditulis pada papan kelas dan dibacakan bersama.

Guru perlu memperhatikan ketepatan kosakata serta menghargai perbedaan dialek.

Kegiatan ini sejalan dengan perhatian Badan Bahasa Kemendikdasmen terhadap pentingnya pembelajaran bahasa daerah melalui metode yang menarik dan melibatkan siswa.

Baca Juga: Pelestarian Bahasa Cirebon Dimulai dari Sekolah, Ini Catatan Penting untuk Para Guru

4. Membaca dan Memerankan Cerita Rakyat

Cerita rakyat merupakan media pembelajaran yang dapat memperkenalkan nilai moral, kehidupan masyarakat, dan tradisi daerah.

Guru dapat memilih cerita seperti Timun Mas, Malin Kundang, Lutung Kasarung, atau kisah rakyat setempat.

Cara pelaksanaan:

Bacakan cerita selama beberapa menit, lalu bagi siswa menjadi kelompok kecil untuk memerankan bagian tertentu.

Setelah itu, mintalah setiap kelompok menjelaskan pesan moral yang ditemukan.

Guru juga dapat mengajak siswa membedakan unsur cerita yang bersifat legenda dengan informasi sejarah yang dapat dibuktikan.

Kegiatan ini dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus pengenalan budaya.

5. Membuat Pameran Mini Budaya Lokal

Pameran budaya tidak harus dilaksanakan di aula besar.

Satu sudut kelas dapat dimanfaatkan untuk menampilkan karya dan benda yang berkaitan dengan kebudayaan.

Cara pelaksanaan:

Siswa membawa foto atau gambar rumah adat, motif batik, alat musik, atau kerajinan daerah.

Benda asli boleh ditampilkan apabila aman dan mendapatkan izin pemiliknya.

Setiap kelompok kemudian membuat keterangan singkat mengenai nama, asal daerah, dan fungsi benda tersebut.

Pengunjung pameran dapat berasal dari kelas lain sehingga hasil belajar dapat dibagikan kepada lebih banyak siswa.

6. Mengenalkan Lagu dan Alat Musik Tradisional

Kegiatan musik dapat menjadi cara menarik untuk memperkenalkan kesenian daerah.

Guru dapat memilih lagu daerah yang sesuai dengan usia siswa dan konteks pembelajaran.

Cara pelaksanaan:

Putarkan lagu, jelaskan asal daerah serta maknanya, kemudian ajak siswa menyanyikan bagian yang mudah dipelajari.

Jika tersedia, siswa dapat mencoba alat musik tradisional seperti angklung, rebana, atau alat musik khas daerah setempat.

Jika perangkat tidak tersedia, guru dapat menggunakan video pembelajaran atau mengundang pelaku seni lokal.

Kegiatan ini sebaiknya menekankan pemahaman makna budaya, bukan hanya kemampuan menirukan pertunjukan.

7. Membuat Proyek Wawancara Budaya Bersama Keluarga

Kegiatan terakhir dapat dilakukan sebagai tugas sederhana yang menghubungkan pembelajaran sekolah dengan kehidupan keluarga.

Cara pelaksanaan:

Siswa diminta mewawancarai orang tua, kakek, nenek, atau tokoh masyarakat mengenai satu tradisi yang dikenal di lingkungan mereka.

Pertanyaannya dapat mencakup nama tradisi, waktu pelaksanaan, tujuan, dan perubahan yang terjadi dari masa lalu hingga sekarang.

Hasil wawancara dituliskan dalam satu halaman atau disampaikan melalui presentasi singkat.

Guru perlu mengingatkan siswa agar meminta izin sebelum merekam atau memublikasikan cerita serta dokumentasi narasumber.

Contoh Jadwal Kegiatan Budaya di Sekolah Selama 90 Menit

Jika sekolah hanya mempunyai waktu terbatas, kegiatan dapat dilaksanakan dengan susunan berikut:

  • 10 menit: Pembukaan dan pengenalan Hari Kebudayaan Nasional.
  • 20 menit: Kuis bahasa daerah dan pengenalan budaya.
  • 25 menit: Permainan tradisional berkelompok.
  • 25 menit: Pameran mini dan presentasi karya siswa.
  • 10 menit: Refleksi dan penutupan.

Jadwal tersebut merupakan contoh yang dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan, fasilitas, dan jumlah siswa.

Tips agar Kegiatan Budaya Tidak Sekadar Seremonial

Sekolah sebaiknya memilih kegiatan berdasarkan budaya yang benar-benar hidup di lingkungan masyarakat sekitar.

Guru dapat melibatkan orang tua, seniman lokal, atau tokoh masyarakat sebagai narasumber apabila memungkinkan.

Hindari menjadikan pakaian adat, bahasa, atau tradisi tertentu sebagai bahan ejekan. Kegiatan harus mengajarkan penghormatan terhadap keberagaman.

Selain itu, tidak semua siswa harus memiliki pakaian adat atau membawa barang mahal. Gunakan bahan sederhana yang tersedia agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan.

Setelah acara selesai, guru dapat meminta siswa menuliskan satu budaya baru yang mereka pelajari dan satu tindakan sederhana untuk ikut menjaganya.

Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober 2026 dapat menjadi awal pembiasaan yang berkelanjutan, bukan sekadar peringatan tahunan.

Dengan menghadirkan permainan tradisional, bahasa daerah, cerita rakyat, dan kegiatan kreatif di sekolah, siswa memperoleh pengalaman langsung untuk mengenal sekaligus menghargai budaya Indonesia.

Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, sekolah dapat membantu menjaga kekayaan budaya lokal agar terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tags:
Hari Kebudayaan Nasional 2026 17 Oktober Budaya Lokal pendidikan Kegiatan Sekolah

Komentar Pengguna