Kesehatan
Al Fina

Ginjal Bekerja Setiap Hari, tetapi 3 Kebiasaan Makan Ini Bisa Membuatnya Terbebani

Ginjal Bekerja Setiap Hari, tetapi 3 Kebiasaan Makan Ini Bisa Membuatnya Terbebani

02 November 2026 | 19:13

KebonCinta.com Pernah menghitung berapa banyak garam yang dikonsumsi dalam sehari? Mulai dari sosis untuk sarapan, mi instan saat makan siang, hingga keripik sebagai camilan sore, berbagai makanan tersebut bisa menyumbang asupan natrium tanpa disadari.

Padahal, ginjal memiliki tugas penting untuk menyaring darah dan mengeluarkan zat sisa dari tubuh. Organ ini juga membantu mengatur keseimbangan cairan. Ketika asupan natrium terlalu tinggi, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihannya.

Itulah sebabnya, memperhatikan pola makan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan ginjal. Mengutip Eating Well, ada tiga jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi secara terbatas.

Baca Juga: Baru Bangun Sudah Main TikTok dan Instagram? Hati-hati, Kebiasaan Ini Bisa Mengacaukan Rutinitas Pagi 

1. Terlalu Sering Mengandalkan Daging Olahan

Sosis, nugget, kornet, ham, dan berbagai produk daging olahan kerap menjadi pilihan karena mudah disajikan. Sayangnya, kepraktisan tersebut perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kandungan gizinya.

Ahli gizi Melanie Betz menerangkan bahwa daging olahan umumnya memiliki kandungan natrium cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan garam dapat meningkatkan tekanan darah dan berpotensi memperbesar risiko gangguan ginjal.

Kebiasaan mengandalkan produk olahan sebagai sumber protein sebaiknya mulai dikurangi. Konsumen dapat mempertimbangkan bahan makanan segar sebagai pilihan alternatif dan mengolahnya dengan tambahan garam secukupnya.

2. Tidak Memeriksa Kandungan Gizi Makanan Kemasan

Makanan kemasan menawarkan kemudahan, terutama ketika seseorang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Namun, tidak semua produk praktis memiliki kandungan natrium yang rendah.

Mi instan, sup kalengan, bumbu instan, dan makanan siap saji tertentu dapat mengandung natrium serta fosfor tambahan. Kedua kandungan tersebut perlu diperhatikan, khususnya jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah berlebihan.

Natrium berlebih dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Adapun fosfor dapat menumpuk dalam tubuh ketika fungsi ginjal menurun sehingga pengaturannya menjadi semakin penting.

Salah satu kebiasaan yang bisa diterapkan adalah membaca label informasi nilai gizi sebelum membeli produk. Perhatikan jumlah natrium dalam setiap sajian dan utamakan produk dengan label low sodium atau reduced sodium.

3. Menganggap Camilan Asin sebagai Makanan Ringan Biasa

Camilan sering kali dianggap tidak memberikan pengaruh besar terhadap pola makan. Padahal, keripik kentang, makaroni berbumbu, dan makanan ringan bercita rasa asin dapat menyumbang natrium dalam jumlah yang cukup berarti.

Masalahnya, camilan seperti ini mudah dikonsumsi berulang kali tanpa memperhatikan porsinya. Jika ditambah dengan asupan garam dari makanan utama, jumlah natrium harian bisa semakin tinggi.

Ahli gizi Melissa Prest menjelaskan bahwa membatasi garam membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan. Pada orang dengan penyakit ginjal, pengurangan asupan natrium juga dapat membantu mengurangi jumlah protein yang terbuang melalui urine.

Karena itu, penting untuk lebih memperhatikan jenis dan jumlah camilan yang dikonsumsi. Tidak harus menghilangkan kebiasaan ngemil sepenuhnya, tetapi memilih produk dengan kandungan garam lebih rendah dapat menjadi langkah yang lebih bijak.

Mulai dari Kebiasaan Kecil untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Menjaga kesehatan ginjal bukan hanya tentang menghindari makanan tertentu, melainkan juga membangun kebiasaan makan yang lebih seimbang.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
konsumsi makanan asin Kesehatan

Komentar Pengguna