KebonCinta.com — Festival Literasi Kota Cirebon 2026 resmi dibuka pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon. Kegiatan berlangsung hingga 29 Oktober dengan rangkaian acara yang mempertemukan kegiatan membaca, kreativitas, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pembukaan dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati bersama Sekretaris Daerah Iing Daiman. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah kota juga meluncurkan Donasi Buku Eceran 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam gerakan literasi.
DARI MEMBACA MENUJU KARYA
Baca Juga: Contoh Inovasi Pembelajaran untuk RPL PPG Kemenag 2026: Modul, Video, PTK, dan Karya Guru
Pemerintah kota menempatkan literasi sebagai kemampuan untuk memahami informasi, mengolah pengetahuan, dan menghasilkan karya. Empat arah yang diangkat dalam festival adalah membaca, berkarya, berbudaya, serta kesetaraan akses.
Pesan tersebut menghubungkan kebiasaan membaca dengan kemampuan berpikir kritis dan keberanian menyampaikan gagasan. Kebudayaan lokal turut memperoleh ruang, antara lain melalui penampilan Tari Topeng dalam rangkaian festival.
BERAGAM KEGIATAN UNTUK PENGUNJUNG
Kepala Dispusip Kota Cirebon Mastara menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan mencakup talkshow, lomba menggambar, bedah buku, dan pameran UMKM. Sebelumnya juga telah berlangsung kegiatan pendukung, termasuk lomba resensi, mendongeng tingkat sekolah dasar, dan bimbingan teknis literasi informasi.
Dalam informasi kegiatan yang diumumkan menjelang pembukaan, festival dijadwalkan terbuka untuk umum pada pukul 07.30–16.00 WIB setiap hari. Pengunjung dapat menyesuaikan kedatangan dengan kegiatan yang ingin diikuti selama tiga hari pelaksanaan.
Agenda yang diperkenalkan kepada masyarakat mencakup sesi literasi keuangan bersama OJK dan Bank Indonesia, pembahasan ketenagakerjaan, serta public speaking. Terdapat pula kegiatan mengenai naskah kuno, teknik bercerita, merajut, dan pembelajaran bahasa isyarat.
RUANG BAGI ANAK DAN KELUARGA
Kegiatan anak dan keluarga disiapkan melalui panggung dongeng serta lomba mewarnai. Bazar buku dan UMKM juga menjadi bagian dari festival, sehingga pengunjung dapat mengenal bacaan sekaligus produk kreatif masyarakat setempat.
Festival diumumkan dapat dikunjungi tanpa dipungut biaya. Namun, informasi mengenai pendaftaran lomba maupun urutan sesi perlu diperiksa secara khusus karena jadwal umum kunjungan tidak otomatis menjelaskan ketentuan setiap kegiatan.
Bagi keluarga, memilih satu atau dua sesi yang sesuai usia anak dapat membantu kunjungan lebih terarah. Orang tua juga dapat mengajak anak membicarakan kembali cerita atau pengetahuan yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan.
AKSES LITERASI YANG LEBIH LUAS
Melalui festival ini, Dispusip ingin memperkuat budaya baca sekaligus mendukung peningkatan kualitas literasi masyarakat. Kehadiran unsur pendidikan, budaya, kegiatan inklusif, dan usaha lokal memperlihatkan luasnya ruang partisipasi yang ditawarkan.
Masyarakat yang membutuhkan rincian jadwal, pendaftaran lomba, atau informasi kemitraan dapat menghubungi narahubung kegiatan, Saras, melalui 0896-3100-2442. Konfirmasi sebelum berangkat akan membantu pengunjung memastikan sesi pilihan masih sesuai dengan jadwal pelaksanaan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir