Keboncinta.com – Mengaji merupakan salah satu fondasi penting dalam pendidikan agama anak sejak usia dini. Melalui kegiatan membaca Al-Qur’an, anak tidak hanya belajar mengenal huruf hijaiyah dan melafalkan ayat, tetapi juga mulai menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci sebagai pedoman kehidupan.
Selain membiasakan anak membaca Al-Qur’an, orang tua juga perlu mengajarkan doa setelah belajar mengaji. Kebiasaan ini menjadi bagian dari pendidikan adab agar anak terbiasa mengingat Allah setelah memperoleh ilmu.
Doa setelah mengaji berisi permohonan agar pelajaran yang telah diterima mudah diingat, memberikan manfaat, serta menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kajian adab membaca Al-Qur’an, Musthofa menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang melibatkan lisan, penglihatan, pendengaran, akal, dan hati. Karena itu, kegiatan mengaji sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman dan pengamalan.
Baca Juga: Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Amalkan pada Sepertiga Malam
Salah satu doa yang populer diajarkan setelah kegiatan belajar adalah doa memohon agar ilmu yang telah dipelajari tetap tersimpan dan dapat diingat kembali ketika dibutuhkan.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ وَلَا تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Bacaan Latin:
Allahumma innii astaudi'uka maa 'allamtaniihi fardudhu ilayya 'inda haajatii ilaihi wa laa tansaniihi yaa rabbal 'aalamiin.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada-Mu ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Maka kembalikanlah ilmu itu kepadaku ketika aku membutuhkannya dan janganlah Engkau membuatku melupakannya, wahai Tuhan semesta alam."
Doa ini dapat dibiasakan setelah anak menyelesaikan kegiatan mengaji. Melalui doa tersebut, anak diajarkan untuk menyadari bahwa kemampuan memahami dan mengingat ilmu merupakan karunia Allah SWT.
Selain memohon agar ilmu tidak mudah terlupakan, orang tua dapat membacakan doa untuk kebaikan anak agar tumbuh menjadi pribadi saleh, mencintai Al-Qur'an, dan memahami ajaran agama.
Bacaan Arab:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِي الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Bacaan Latin:
Allahummaj'al awlaadanaa awlaadan shaalihiin haafizhiina lil-qur'aani was-sunnati fuqahaa'a fid-diini mubaarakan hayaatuhum fid-dunyaa wal-aakhirah.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami sebagai anak-anak yang saleh, penghafal Al-Qur'an dan Sunnah, memahami agama, serta Engkau berkahi kehidupan mereka di dunia dan akhirat."
Doa ini dapat dipanjatkan oleh orang tua sebagai bentuk harapan agar anak tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Tidak hanya mampu membaca dan menghafal, tetapi juga menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup.
Membiasakan anak membaca doa setelah mengaji memiliki sejumlah hikmah dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Pertama, memohon ilmu yang bermanfaat. Doa setelah belajar mengajarkan anak untuk berharap agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan.
Kedua, melatih daya ingat. Anak dibiasakan memohon kepada Allah agar pelajaran yang telah diterima tidak mudah terlupakan dan dapat diingat ketika diperlukan.
Ketiga, menanamkan sikap rendah hati. Anak belajar memahami bahwa keberhasilan dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an tidak hanya berasal dari usaha pribadi, tetapi juga atas pertolongan Allah SWT.
Keempat, membangun kebiasaan berdoa. Mengakhiri kegiatan mengaji dengan doa membantu anak memahami bahwa setiap aktivitas yang baik hendaknya melibatkan Allah.
Kelima, mempererat hubungan orang tua dan anak. Membaca doa bersama setelah mengaji menjadi kesempatan bagi keluarga untuk saling mendoakan dan memberikan dukungan dalam proses pendidikan agama.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Jenazah, Lengkap dengan Urutan Takbir dan Bacaan Doanya
Mengajarkan Al-Qur'an kepada anak tidak cukup hanya dengan melatih kelancaran membaca. Orang tua juga perlu mengenalkan adab ketika berinteraksi dengan kitab suci.
Beberapa adab yang dapat dibiasakan antara lain:
Dalam buku Membaca Al-Qur'an: Adab dan Hukumnya, Mahmud Al-Dausary menjelaskan pentingnya memperhatikan adab dalam membaca Al-Qur'an. Kebiasaan tersebut membantu membangun hubungan yang baik antara seorang muslim dengan kitab sucinya.
Agar doa mudah dihafalkan, orang tua sebaiknya menggunakan pendekatan sederhana dan menyenangkan.
Pertama, bacakan doa secara perlahan agar anak dapat mengikuti pelafalannya. Kedua, jelaskan arti doa menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Ketiga, lakukan pengulangan secara rutin setelah kegiatan mengaji.
Orang tua juga dapat menempelkan tulisan doa di tempat belajar anak agar lebih mudah dibaca dan diingat.
Hal terpenting adalah memberikan contoh secara langsung. Ketika orang tua membiasakan berdoa bersama, anak akan lebih mudah memahami bahwa doa merupakan bagian dari kehidupan seorang muslim.
1. Apa doa setelah belajar mengaji untuk anak?
Salah satu doa yang populer diajarkan adalah Allahumma innii astaudi'uka maa 'allamtaniihi. Doa ini berisi permohonan agar ilmu yang telah dipelajari tidak terlupakan.
2. Kapan doa setelah mengaji dibaca?
Doa dapat dibaca setelah anak menyelesaikan kegiatan mengaji, baik di rumah, sekolah, maupun Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
3.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir