Pendidikan
M. Panji Maulana

Contoh Modul Ajar SKI untuk RPL PPG Kemenag 2026: Komponen, Struktur, dan Cara Menyusunnya

Contoh Modul Ajar SKI untuk RPL PPG Kemenag 2026: Komponen, Struktur, dan Cara Menyusunnya

07 November 2026 | 21:04

dalam menyampaikan ajaran Islam.

6. Ibrah dari Dakwah Periode Makkah

Materi diakhiri dengan pembahasan nilai keteladanan yang dapat diterapkan, seperti kejujuran, kesabaran, keberanian, kebijaksanaan, dan sikap menghargai orang lain.

G. Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dapat dirancang menggunakan alur memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.

1. Kegiatan Pendahuluan

Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan pemeriksaan kesiapan peserta didik.

Selanjutnya, guru menampilkan gambar atau ilustrasi Gua Hira dan memberikan pertanyaan mengenai awal kenabian Rasulullah saw.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta menghubungkan materi dengan pengetahuan awal peserta didik.

2. Kegiatan Inti

Memahami

  • Guru menyajikan materi mengenai kondisi masyarakat Arab sebelum Islam.
  • Peserta didik membaca bahan sejarah mengenai awal kenabian dan dakwah Rasulullah saw.
  • Guru menampilkan garis waktu peristiwa dakwah periode Makkah.
  • Peserta didik mengidentifikasi tokoh, tempat, dan peristiwa penting.

Menganalisis dan Mengaplikasi

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.
  • Setiap kelompok memperoleh sumber bacaan atau dokumen sejarah.
  • Kelompok menyusun pertanyaan menggunakan unsur 5W dan 1H.
  • Peserta didik menganalisis tantangan dakwah dan respons masyarakat Quraisy.
  • Setiap kelompok menyusun kronologi peristiwa dalam bentuk garis waktu atau peta konsep.
  • Hasil diskusi dipresentasikan di depan kelas.

Merefleksi

  • Peserta didik mengidentifikasi nilai keteladanan dari dakwah Rasulullah saw.
  • Guru mengajak peserta didik menghubungkan nilai tersebut dengan kehidupan sekolah dan masyarakat.
  • Peserta didik menuliskan satu sikap yang ingin diterapkan berdasarkan ibrah pembelajaran.

3. Kegiatan Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi dan memberikan penguatan terhadap fakta sejarah yang telah dibahas.

Selanjutnya, peserta didik menyampaikan refleksi singkat mengenai pengalaman belajar.

Guru memberikan umpan balik, menyampaikan tindak lanjut, dan menutup pembelajaran dengan doa.

H. Asesmen Pembelajaran

Asesmen dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam memahami fakta sejarah, menganalisis informasi, dan mengambil ibrah.

AspekTeknik PenilaianContoh
PengetahuanTes tertulis atau lisanMenjelaskan tahapan dakwah Rasulullah saw. di Makkah
KeterampilanTugas kronologi dan presentasiMenyusun garis waktu dan mempresentasikan hasil analisis sejarah
Sikap dan refleksiObservasi dan refleksiMenunjukkan sikap menghargai pendapat dan mengambil nilai keteladanan

Guru dapat menggunakan rubrik untuk menilai ketepatan informasi sejarah, kemampuan menyusun kronologi, kualitas argumentasi, serta kemampuan menghubungkan peristiwa dengan kondisi masa kini.

Penilaian sikap sebaiknya didasarkan pada perilaku yang dapat diamati selama kegiatan pembelajaran.

I. Pengayaan dan Remedial

Peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat diberikan tugas pengayaan berupa pencarian informasi dari sumber sejarah tambahan mengenai tokoh-tokoh awal penerima Islam.

Sementara itu, peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran dapat memperoleh pendampingan melalui pembacaan ulang materi, penyusunan kronologi sederhana, dan diskusi terbimbing.

J. Refleksi Pembelajaran

Guru dapat menggunakan pertanyaan berikut:

  • Apakah peserta didik mampu membedakan tahapan dakwah Rasulullah saw.?
  • Apakah sumber sejarah yang digunakan cukup membantu pemahaman?
  • Apakah peserta didik mampu menyusun kronologi secara tepat?
  • Apakah peserta didik dapat menemukan ibrah dari peristiwa sejarah?
  • Bagian mana yang perlu diperbaiki dalam kegiatan pembelajaran berikutnya?

Refleksi digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran SKI pada pertemuan selanjutnya.

Cara Menyiapkan Modul Ajar SKI sebagai Dokumen RPL

Setelah modul ajar terkumpul, guru perlu menata dokumen berdasarkan tahun pelajaran, semester, kelas, dan materi yang pernah diajarkan.

Berikut langkah yang dapat dilakukan.

1. Kumpulkan Modul Ajar atau RPP yang Pernah Digunakan

Periksa arsip perangkat pembelajaran yang tersimpan di komputer, laptop, penyimpanan digital, atau dokumen administrasi madrasah.

Pilih dokumen yang benar-benar pernah disusun atau digunakan dalam pembelajaran SKI.

Jika guru masih memiliki RPP dari kurikulum sebelumnya, dokumen tersebut juga dapat dipersiapkan sesuai periode dan ketentuan RPL yang berlaku.

2. Kelompokkan Berdasarkan Tahun Pelajaran dan Semester

Dokumen sebaiknya diurutkan berdasarkan riwayat pembelajaran.

Contoh pengelompokan:

Tahun PelajaranSemesterMateri SKIDokumen
2023/2024GanjilMasyarakat Arab sebelum IslamRPP
2023/2024GenapDakwah Rasulullah saw. periode MakkahRPP
2024/2025GanjilDakwah Rasulullah saw. periode MadinahModul Ajar
2024/2025GenapKhulafaurasyidinModul Ajar
2025/2026GanjilDaulah UmayyahModul Ajar
2025/2026GenapDaulah AbbasiyahModul Ajar

Tabel tersebut hanya contoh pengarsipan. Guru perlu mengisinya berdasarkan dokumen yang benar-benar dimiliki dan materi yang pernah diajarkan.

3. Periksa Kesesuaian CP, TP, dan Materi

Jika dokumen menggunakan kurikulum periode sebelumnya, pertahankan identitas dan acuan aslinya.

Untuk perangkat yang disusun berdasarkan kurikulum madrasah terbaru, periksa kembali CP SKI berdasarkan SK Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025 dan implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025.

4. Pastikan Aktivitas Pembelajaran Mendukung Keterampilan Sejarah

Modul ajar SKI sebaiknya tidak hanya berisi kegiatan membaca dan menghafal.

Jika tujuan pembelajaran menekankan kemampuan analisis sejarah, kegiatan perlu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari sumber, membandingkan informasi, menyusun kronologi, dan menyampaikan hasil analisis.

Jika tujuan pembelajaran menekankan pengambilan ibrah, kegiatan refleksi perlu disediakan agar peserta didik dapat menghubungkan nilai sejarah dengan kehidupan masa kini.

5. Simpan dalam Format Digital yang Rapi

Dokumen dapat disimpan dalam format PDF apabila diminta oleh LPTK.

Contoh struktur folder:

RPL PPG SKI

  • 01_SK_Mengajar
  • 02_Perangkat_Pembelajaran
    • 01_RPP_Modul_Ajar
    • 02_Materi_Ajar
    • 03_LKPD
    • 04_Media_Pembelajaran
    • 05_Instrumen_Penilaian
    • 06_Prota_Promes

Susunan tersebut merupakan rekomendasi pengarsipan, bukan format folder wajib nasional.

Baca Juga: Perangkat Pembelajaran untuk RPL PPG Kemenag 2026: Prota, Promes, RPP, Modul Ajar hingga LKPD

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menyiapkan Modul Ajar SKI

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dokumen yang dikumpulkan tetap relevan dan mudah diperiksa.

Pertama, menggunakan CP yang tidak sesuai dengan jenjang atau fase. Guru perlu memastikan perangkat mengacu pada CP SKI MI, MTs, atau MA sesuai satuan pendidikan.

Kedua, pembelajaran hanya berorientasi pada hafalan kronologi. SKI juga menuntut kemampuan menganalisis informasi, memahami konteks, dan mengambil ibrah dari peristiwa sejarah.

Ketiga, menggunakan sumber sejarah yang tidak jelas. Informasi mengenai tokoh, tanggal, tempat, dan peristiwa perlu diperiksa melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keempat, tidak menghubungkan tujuan dengan aktivitas pembelajaran. Jika tujuan pembelajaran meminta peserta didik menganalisis peristiwa sejarah, kegiatan sebaiknya melibatkan penelusuran sumber dan diskusi, bukan hanya mendengarkan ceramah.

Kelima, tidak menyediakan kegiatan refleksi. Nilai keteladanan dan ibrah merupakan bagian penting dari karakteristik mata pelajaran SKI.

Keenam, mengubah dokumen lama agar terlihat mengikuti kurikulum terbaru. Dokumen historis harus tetap menggambarkan perangkat yang benar-benar digunakan pada periode tersebut.

Penilaian akhir mengenai kelayakan modul ajar sebagai dokumen RPL tetap menjadi kewenangan LPTK berdasarkan instrumen dan rubrik yang berlaku.

Modul Ajar SKI Harus Menghubungkan Fakta Sejarah dengan Nilai Keteladanan

Persiapan modul ajar SKI untuk RPL PPG Kemenag 2026 perlu memperhatikan kesesuaian kurikulum, kelengkapan perencanaan, dan keterkaitan antara peristiwa sejarah dengan kehidupan peserta didik.

Melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025, pembelajaran SKI diarahkan untuk mengembangkan pemahaman konsep sekaligus keterampilan proses sejarah. Peserta didik diharapkan mampu mengamati, mencari sumber, menganalisis informasi, menyimpulkan, mengomunikasikan hasil, dan mengambil ibrah dari peristiwa yang dipelajari.

Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran yang tidak hanya mengutamakan hafalan tokoh dan kronologi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memahami konteks sejarah serta meneladani nilai positif dari perjalanan peradaban Islam.

Untuk kebutuhan RPL, guru sebaiknya menggunakan dokumen yang autentik, mengelompokkannya berdasarkan periode mengajar, dan memeriksa kesesuaiannya dengan petunjuk LPTK.

Dengan penataan yang baik, modul ajar dapat menjadi bukti kemampuan profesional guru SKI dalam merencanakan pembelajaran sejarah yang kritis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

 

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
3 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
modul ajar SKI RPL PPG Kemenag 2026 Perangkat pembelajaran SKI guru SKI madrasah CP SKI 2025 KMA 1503 Tahun 2025

Komentar Pengguna