keboncinta.com- Jurnal mengajar guru harian dapat membantu mencatat kegiatan pembelajaran sekaligus menentukan langkah pada pertemuan berikutnya. Catatan ini lebih bermanfaat apabila memuat hasil pengamatan dan tindak lanjut, bukan hanya tanggal serta materi yang diajarkan.
Guru tidak harus menulis laporan panjang setiap selesai mengajar. Format sederhana dengan informasi yang jelas dapat digunakan untuk merekam perkembangan kelas secara teratur.
Jurnal mengajar mencatat pelaksanaan pembelajaran yang benar-benar berlangsung. Isinya dapat berbeda dari rencana awal apabila kegiatan berubah karena kebutuhan siswa, keterbatasan waktu, atau kondisi kelas.
Kolom yang dapat digunakan antara lain:
Format berikut merupakan contoh praktis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan administrasi sekolah.
Baca Juga: Jurnal Predator Ancam Integritas Akademik, Publikasi Ilmiah Tak Boleh Sekadar Kejar Target
| Tanggal/Kelas | Tujuan dan Kegiatan | Hasil Pengamatan | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| 14 Oktober 2026 / VII A | Membandingkan pecahan melalui gambar dan latihan | Sebagian siswa masih membandingkan penyebut tanpa memperhatikan nilai pecahan | Menggunakan potongan kertas pada pertemuan berikutnya |
| 14 Oktober 2026 / VII B | Menemukan gagasan utama dalam paragraf | Beberapa siswa memilih kalimat menarik sebagai gagasan utama | Memberikan latihan membedakan gagasan utama dan kalimat penjelas |
| 15 Oktober 2026 / VII A | Memeriksa kembali pemahaman pecahan | Siswa mulai dapat menjelaskan alasan jawabannya | Memberikan soal dengan bentuk representasi berbeda |
Tanggal, kelas, dan kegiatan dalam tabel tersebut hanya contoh pengisian.
Tuliskan sesuatu yang dapat diamati, bukan penilaian umum terhadap pribadi siswa.
Catatan “kelas kurang memahami materi” masih terlalu luas. Catatan yang lebih membantu adalah “sebagian siswa belum dapat menjelaskan mengapa satu perempat lebih kecil daripada satu pertiga”.
Apabila menggunakan jumlah siswa, pastikan angka berasal dari pemeriksaan yang dilakukan. Guru dapat menggunakan jawaban latihan, pertanyaan lisan, hasil kerja kelompok, atau tugas singkat sebagai bukti.
Untuk catatan yang dibagikan secara luas, gunakan informasi kelompok. Nama siswa yang membutuhkan pendampingan khusus dapat dicatat secara terpisah dengan akses terbatas.
Tindak lanjut sebaiknya menjelaskan tindakan, waktu, dan sasaran.
Contohnya, “memberikan penguatan” dapat diperjelas menjadi “pada awal pertemuan berikutnya, mengulang konsep pecahan menggunakan gambar selama sepuluh menit untuk kelompok yang masih keliru”.
Tindakan tidak selalu berupa pengulangan seluruh pelajaran. Guru dapat memilih latihan tambahan, pendampingan kelompok kecil, perubahan media, atau tugas pengayaan.
Setelah tindakan dilaksanakan, catat hasilnya. Dengan demikian, guru dapat melihat apakah strategi tersebut membantu atau perlu diubah.
Baca Juga: Jangan Larang Anak Marah, Begini Cara Mengajarkan Emosi dengan Aman
Isi jurnal segera setelah pembelajaran agar kejadian penting tidak terlupakan. Gunakan kalimat singkat, istilah yang konsisten, dan satu tempat penyimpanan yang mudah ditemukan.
Jika pembelajaran tidak berlangsung sesuai jadwal, tuliskan kondisi sebenarnya. Hindari menyalin catatan pertemuan sebelumnya tanpa menyesuaikan kegiatan.
Periksa jurnal secara berkala untuk menemukan kendala yang berulang. Catatan beberapa pertemuan dapat menjadi bahan memperbaiki cara menjelaskan, memilih latihan, dan mengatur waktu pembelajaran.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir