KebonCinta.com - Kebiasaan mencari informasi di internet perlahan mengalami perubahan. Jika sebelumnya pengguna lebih sering membuka Google untuk menemukan jawaban, kini chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT mulai menjadi alternatif.
OpenAI bahkan mengungkapkan bahwa aktivitas pencarian informasi melalui ChatGPT telah berkembang cukup pesat. Product Lead OpenAI, Adam Fry, menyebut volume pertanyaan yang menyerupai aktivitas pencarian atau search-like queries di ChatGPT kini mencapai sekitar 20 persen dari volume pencarian Google.
Pernyataan tersebut disampaikan Fry dalam wawancara bersama jurnalis Alex Kantrowitz dari Big Technology. Ia menjelaskan bahwa penggunaan ChatGPT untuk kebutuhan pencarian meningkat sejak layanan tersebut memiliki kemampuan mengakses informasi terkini dari internet.
"Volume pertanyaan yang menyerupai pencarian di ChatGPT kini kira-kira mencapai seperlima dari volume pertanyaan di Google," kata Fry.
Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026
Pada awal kemunculannya, ChatGPT lebih dikenal sebagai alat bantu untuk menyusun tulisan, menjawab pertanyaan, hingga membantu pekerjaan pemrograman. Aktivitas tersebut berbeda dari kebiasaan pengguna ketika membuka mesin pencari konvensional seperti Google atau Microsoft Bing.
Namun, perkembangan fitur membuat fungsi ChatGPT semakin luas. Dalam setahun terakhir, pengguna mulai memanfaatkannya untuk mencari informasi aktual dari berbagai bidang.
Kemampuan mengakses internet menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut. ChatGPT kini dapat melakukan pencarian web ketika pengguna membutuhkan informasi terbaru, misalnya perkembangan suatu peristiwa atau penjelasan mengenai isu yang sedang ramai dibicarakan.
Dengan kemampuan tersebut, pengguna tidak hanya memperoleh daftar tautan seperti pada mesin pencari tradisional, tetapi juga jawaban yang disusun berdasarkan informasi dari sumber-sumber di internet.
Meski angka yang disampaikan OpenAI terbilang besar, klaim tersebut perlu dipahami secara hati-hati.
Istilah search-like queries memiliki cakupan yang lebih luas daripada aktivitas memasukkan kata kunci ke mesin pencari. Kategori ini mencakup berbagai pertanyaan yang biasanya mendorong seseorang membuka Google, tetapi kini diajukan langsung kepada ChatGPT.
Dalam wawancara tersebut, Alex Kantrowitz juga mempertanyakan metode penghitungan yang digunakan. Salah satu persoalannya adalah apakah setiap pertanyaan yang membutuhkan pencarian web dihitung sebagai satu pencarian, atau beberapa pertanyaan dalam satu percakapan dianggap sebagai satu aktivitas.
Fry menjelaskan bahwa kategori tersebut mencakup kebutuhan informasi yang lazimnya dicari melalui mesin pencari konvensional.
"Pada dasarnya, ini mencakup segala hal yang biasanya membuat pengguna membuka mesin pencari konvensional, tetapi kini mereka memilih untuk bertanya kepada ChatGPT," ujarnya.
Namun, OpenAI belum memerinci jumlah prompt yang masuk dalam kategori tersebut maupun metode penghitungan secara menyeluruh.
Karena itu, angka 20 persen tidak dapat langsung diartikan sebagai ChatGPT telah menguasai seperlima pangsa pasar mesin pencari global. Angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai perbandingan volume pertanyaan yang dikategorikan menyerupai pencarian.
Sebagai gambaran, Google dilaporkan menangani sekitar 16 miliar pencarian setiap hari. Jika klaim 20 persen dari OpenAI dibandingkan dengan angka tersebut, volumenya secara kasar setara dengan 3,2 miliar interaksi pencarian per hari.
Meski demikian, perhitungan itu hanya ilustrasi matematis, bukan angka resmi jumlah pencarian harian ChatGPT. Perbedaan definisi dan metode penghitungan membuat kedua data tersebut belum tentu sepenuhnya sebanding.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa persaingan layanan pencarian informasi semakin berkembang. ChatGPT tidak lagi hanya berhadapan dengan kebutuhan pengguna untuk menulis atau membuat kode, tetapi juga mulai masuk ke kebiasaan sehari-hari dalam mencari pengetahuan.
Jika tren tersebut berlanjut, cara masyarakat mengakses informasi di internet berpotensi semakin beragam. Mesin pencari konvensional tetap memiliki peran, tetapi chatbot AI kini menawarkan pengalaman pencarian yang lebih interaktif dan berbasis percakapan.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir