Pendidikan
M. Panji Maulana

Cara Menyusun Program Kerja Wakasek Sarpras Tahunan, Lengkap dengan Kalender Pemeliharaan dan Contoh Format

Cara Menyusun Program Kerja Wakasek Sarpras Tahunan, Lengkap dengan Kalender Pemeliharaan dan Contoh Format

30 Oktober 2026 | 18:14

Rencana Kegiatan
  1. Melakukan pemeriksaan terhadap kursi pada seluruh ruang kelas sasaran.
  2. Mencatat kursi yang membutuhkan penanganan.
  3. Memisahkan kursi yang tidak aman dari penggunaan.
  4. Melakukan pemeriksaan teknis terhadap kerusakan.
  5. Menyusun rencana perbaikan barang yang masih layak diperbaiki.
  6. Menyiapkan usulan penanganan barang yang tidak layak digunakan.
  7. Berkoordinasi dengan kepala sekolah dan pengelola aset.
  8. Melaksanakan perbaikan melalui petugas yang kompeten.
  9. Memeriksa hasil perbaikan sebelum barang digunakan kembali.
  10. Memperbarui catatan inventaris dan menyusun laporan.

D. Indikator Keberhasilan

Seluruh 12 kursi bermasalah telah diperiksa.

Delapan kursi yang direncanakan untuk diperbaiki memperoleh penanganan dan dinyatakan aman sebelum digunakan kembali.

Empat kursi yang tidak layak telah diamankan serta memperoleh tindak lanjut administratif sesuai status kepemilikan dan ketentuan yang berlaku.

E. Jadwal Pelaksanaan

Pemeriksaan dan tindak lanjut dijadwalkan selama satu periode pemeliharaan, dengan penanganan keselamatan dilakukan segera saat ditemukan risiko.

F. Penanggung Jawab

Wakasek sarpras sebagai koordinator, dengan petugas pemeliharaan, pengelola aset, dan pihak berwenang sesuai penugasan.

G. Bukti Pelaksanaan

Rekap pemeriksaan, daftar kode barang, catatan kerusakan, dokumentasi yang relevan, laporan perbaikan, dan hasil pemeriksaan ulang.

H. Evaluasi

Sekolah memeriksa kembali kondisi kursi yang telah ditangani dan memastikan inventaris telah diperbarui.

Apabila ditemukan kerusakan yang berulang, sekolah perlu meninjau faktor penyebab dan cara pemeliharaan.

Contoh Perhitungan Anggaran Program Sarpras

Untuk memahami hubungan antara kebutuhan dan anggaran, berikut simulasi perhitungan.

KegiatanVolumeAsumsi Harga SatuanJumlah
Perbaikan kursi8 unitRp75.000Rp600.000
Usulan penggantian kursi4 unitRp300.000Rp1.200.000
Pemeriksaan/perawatan proyektor2 unitRp250.000Rp500.000
Total perkiraan  Rp2.300.000

Penting: Seluruh harga pada tabel merupakan angka simulasi untuk menjelaskan cara menghitung anggaran, bukan hasil survei harga pasar atau standar biaya resmi.

Penggantian barang, khususnya aset yang tidak layak digunakan, harus memperhatikan kewenangan pengelolaan aset serta mekanisme belanja.

Nilai yang akhirnya diajukan perlu berdasarkan spesifikasi, pemeriksaan kebutuhan, survei atau dasar harga yang relevan, ketentuan sumber pendanaan, dan persetujuan dalam dokumen anggaran yang berlaku.

Apabila suatu kegiatan belum disetujui atau tidak dapat dibiayai dari sumber tertentu, program perlu disesuaikan.

SOP 1: Penyusunan Program Kerja Sarpras Tahunan

Sekolah dapat menggunakan SOP internal untuk memastikan proses penyusunan berjalan terarah.

Tujuan: Menghasilkan program kerja sarpras yang berbasis data, sesuai kebutuhan, dan selaras dengan perencanaan sekolah.

Tahapan:

  1. Kepala sekolah mengoordinasikan proses perencanaan sesuai pembagian tugas.
  2. Wakasek sarpras mengumpulkan inventaris dan laporan kondisi fasilitas.
  3. Hasil pemeriksaan tahun sebelumnya dievaluasi.
  4. Kebutuhan dari guru dan unit terkait dihimpun.
  5. Kondisi serta pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia dianalisis.
  6. Prioritas kegiatan dirumuskan.
  7. Tujuan dan indikator keberhasilan ditentukan.
  8. Penanggung jawab serta waktu pelaksanaan disusun.
  9. Kebutuhan pembiayaan diperiksa bersama pihak berwenang.
  10. Rancangan program dibahas agar selaras dengan RKT.
  11. Program ditinjau dan disetujui melalui mekanisme sekolah.
  12. Hasil pelaksanaan dipantau dan dievaluasi secara berkala.

SOP ini merupakan contoh operasional, bukan prosedur baku nasional.

SOP 2: Monitoring dan Evaluasi Program Sarpras

Monitoring diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan yang direncanakan benar-benar dilaksanakan.

Tujuan: Memastikan program sarpras berjalan sesuai kebutuhan dan memperoleh tindak lanjut apabila terdapat kendala.

Tahapan:

  1. Menentukan jadwal pemeriksaan program.
  2. Menyiapkan matriks kerja dan indikator yang telah ditetapkan.
  3. Memeriksa realisasi kegiatan berdasarkan bukti.
  4. Membandingkan target dengan hasil pelaksanaan.
  5. Mengidentifikasi kegiatan yang belum selesai.
  6. Memeriksa penyebab keterlambatan atau kendala.
  7. Menentukan kebutuhan perubahan jadwal atau rencana.
  8. Menyampaikan hasil monitoring kepada kepala sekolah.
  9. Menindaklanjuti rekomendasi sesuai kewenangan.
  10. Menggunakan hasil evaluasi untuk perencanaan berikutnya.

Monitoring dapat dilakukan secara bulanan, semesteran, atau sesuai kebutuhan.

Namun, keadaan yang membahayakan keselamatan harus segera ditangani tanpa menunggu jadwal monitoring.

Contoh Format Monitoring Program Sarpras

LEMBAR MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM SARPRAS

Nama Sekolah: ..........................................

Semester: ..........................................

Periode Monitoring: ..........................................

Nama Pemeriksa: ..........................................

ProgramTargetRealisasiStatusTindak Lanjut
InventarisasiSeluruh ruang sasaran diperiksa5 dari 6 ruangDalam prosesPemeriksaan 1 ruang tersisa
Pemeliharaan kursi8 kursi diperbaiki setelah pemeriksaan6 telah selesaiDalam prosesMenangani 2 kursi tersisa
Pemeriksaan proyektor2 perangkat diperiksa2 perangkat selesai diperiksaSelesaiTindak lanjut sesuai hasil teknis
SanitasiSeluruh fasilitas sasaran diperiksa1 toilet perlu perbaikanPerlu tindak lanjutKoordinasi perbaikan

Seluruh angka merupakan simulasi.

Sekolah perlu menggunakan realisasi sebenarnya dan membedakan kegiatan yang telah selesai dengan kegiatan yang masih membutuhkan tindak lanjut.

Contohnya, pemeriksaan toilet yang sudah dilaksanakan tidak berarti persoalan sanitasi otomatis selesai jika kerusakan belum diperbaiki.

Cara Mengarsipkan Program Kerja Sarpras

Program kerja perlu didukung oleh arsip yang tertib.

Sekolah dapat menggunakan folder fisik maupun digital.

Contoh struktur folder digital sederhana adalah:

ARSIP PROGRAM SARPRAS

  • 01_Program_Kerja_Tahunan
  • 02_Data_Inventaris
  • 03_Hasil_Pemeriksaan
  • 04_Kalender_Pemeliharaan
  • 05_Usulan_Kebutuhan
  • 06_Dokumen_Pelaksanaan
  • 07_Monitoring_Evaluasi

Sekolah dapat menggunakan satu file spreadsheet yang berisi beberapa lembar kerja untuk mengelola informasi tersebut.

Namun, dokumen yang sudah tersedia dalam sistem resmi tidak harus dibuat berulang hanya untuk memenuhi administrasi internal.

Dokumen pengadaan, data aset, dan informasi keuangan perlu disimpan dengan hak akses yang sesuai.

Baca Juga: Cara Menata Arsip Digital Sekolah di Google Drive agar Dokumen Mudah Ditemukan

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Penyusunan Program Sarpras

Ada beberapa kesalahan yang dapat menyebabkan program kerja sarpras kurang efektif.

Pertama, menyusun program tanpa pemeriksaan fasilitas. Kebutuhan yang dicatat mungkin tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kedua, menyalin program tahun sebelumnya. Perubahan kondisi barang perlu dipertimbangkan.

Ketiga, mengutamakan pengadaan daripada pemeliharaan. Barang yang masih berfungsi sebaiknya dimanfaatkan secara optimal.

Keempat, tidak memberikan prioritas terhadap risiko keselamatan. Fasilitas berbahaya membutuhkan tindakan segera.

Kelima, menentukan indikator yang terlalu umum. Setiap program sebaiknya mempunyai hasil yang dapat diperiksa.

Keenam, tidak membagi penanggung jawab. Wakasek sarpras tidak harus mengerjakan seluruh kegiatan sendirian.

Ketujuh, menyusun kalender tanpa memperhatikan kegiatan pembelajaran. Pemeliharaan perlu dikoordinasikan agar tidak mengganggu layanan pendidikan.

Kedelapan, menganggap program kerja sebagai persetujuan belanja. Pengeluaran tetap membutuhkan mekanisme yang sah.

Kesembilan, tidak memeriksa status kepemilikan aset. Penggantian dan penghapusan barang harus sesuai ketentuan.

Kesepuluh, tidak menggunakan hasil evaluasi. Temuan program seharusnya menjadi dasar perbaikan pada periode berikutnya.

Checklist Program Kerja Wakasek Sarpras

Sebelum program digunakan, wakasek sarpras dapat memeriksa beberapa komponen berikut.

  1. Program kerja telah diselaraskan dengan RKT sekolah.
  2. Data inventaris yang relevan telah diperiksa.
  3. Kondisi fasilitas sesuai hasil pengamatan nyata.
  4. Laporan kerusakan sebelumnya telah ditinjau.
  5. Kebutuhan pembelajaran telah dipertimbangkan.
  6. Standar sarpras yang berlaku telah diperiksa.
  7. Prioritas risiko keselamatan telah ditentukan.
  8. Program pemeliharaan rutin telah disusun.
  9. Penggunaan fasilitas yang sudah tersedia dianalisis.
  10. Alternatif pemanfaatan bersama dipertimbangkan.
  11. Tujuan setiap kegiatan dirumuskan.
  12. Indikator keberhasilan dapat diperiksa.
  13. Penanggung jawab kegiatan ditentukan.
  14. Jadwal kegiatan realistis.
  15. Kalender pemeliharaan selaras dengan kegiatan sekolah.
  16. Kebutuhan tenaga dan fasilitas pendukung diketahui.
  17. Kegiatan yang membutuhkan anggaran diidentifikasi.
  18. Sumber pembiayaan diperiksa sesuai ketentuan.
  19. Usulan pembiayaan dihubungkan dengan dokumen anggaran yang berlaku.
  20. Mekanisme pengadaan mengikuti regulasi terbaru.
  21. Bukti pelaksanaan yang diperlukan telah ditentukan.
  22. Sistem pengarsipan tersedia.
  23. Format monitoring dapat digunakan.
  24. Jadwal evaluasi telah ditetapkan.
  25. Program ditinjau bersama pihak yang berwenang.
  26. Perubahan program mempunyai mekanisme persetujuan.
  27. Temuan kerusakan memperoleh tindak lanjut.
  28. Realisasi pekerjaan dicatat berdasarkan keadaan sebenarnya.
  29. Hasil evaluasi dilaporkan kepada kepala sekolah.
  30. Rekomendasi perbaikan digunakan untuk penyusunan program berikutnya.

Checklist tersebut merupakan contoh instrumen internal, bukan formulir nasional yang harus digunakan secara seragam.

Program Sarpras Harus Berorientasi pada Manfaat Pembelajaran

Program kerja wakasek sarpras merupakan pedoman penting untuk memastikan fasilitas sekolah dikelola secara terarah.

Perencanaan yang baik harus dimulai dari pemeriksaan kondisi barang, analisis kebutuhan, penentuan prioritas, serta penyusunan kegiatan yang realistis.

Melalui program yang jelas, sekolah dapat mengatur pemeliharaan ruang kelas, perangkat pembelajaran, sanitasi, perpustakaan, dan fasilitas lainnya dengan lebih sistematis.

Namun, keberhasilan program sarpras tidak boleh dinilai hanya dari banyaknya barang yang dibeli atau jumlah kegiatan yang selesai dilaksanakan.

Sekolah perlu memastikan bahwa fasilitas yang dimiliki benar-benar aman, berfungsi, digunakan secara efektif, dan mendukung kegiatan belajar.

Wakasek sarpras juga harus membangun koordinasi dengan kepala sekolah, guru, operator, pengelola aset, bendahara, petugas pemeliharaan, serta pihak terkait lainnya.

Perencanaan pembiayaan dan pengadaan harus mengikuti kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi perlu digunakan untuk memperbaiki cara pengelolaan fasilitas pada tahun berikutnya.

Dengan demikian, program kerja sarpras bukan sekadar dokumen administrasi tahunan, melainkan alat untuk membantu sekolah menyediakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, efisien, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

 

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Program Kerja Wakasek Sarpras Administrasi Sarpras Pemeliharaan Sekolah Kalender Sarpras Inventaris Barang Evaluasi Sarpras

Komentar Pengguna