KebonCinta.com – Program kerja laboratorium sekolah merupakan pedoman penting untuk memastikan kegiatan praktikum berjalan terencana, fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal, dan kebutuhan pembelajaran terpenuhi. Melalui program yang disusun dengan baik, sekolah dapat mengatur jadwal praktikum, kebutuhan peralatan, persediaan bahan, pemeliharaan, serta kegiatan evaluasi laboratorium.
Dalam praktiknya, pengelolaan laboratorium sering kali berfokus pada persiapan alat dan bahan ketika guru akan melaksanakan praktikum.
Padahal, laboratorium membutuhkan perencanaan jangka panjang agar fasilitas tetap tersedia, aman, dan dapat digunakan oleh seluruh kelas yang membutuhkan.
Sebagai contoh, sebuah SMP mempunyai satu laboratorium IPA yang digunakan oleh kelas VII, VIII, dan IX. Pada awal tahun ajaran, sekolah belum melakukan pendataan kebutuhan praktikum seluruh guru.
Akibatnya, beberapa kegiatan membutuhkan peralatan yang sama pada waktu berdekatan. Sebagian bahan praktikum juga tidak tersedia ketika diperlukan, sementara beberapa alat belum mendapatkan pemeriksaan berkala.
Situasi tersebut dapat mengganggu kegiatan pembelajaran dan menyebabkan pengeluaran yang tidak direncanakan.
Permasalahan seperti ini dapat dikurangi melalui program kerja laboratorium yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata, kondisi fasilitas, dan kalender pendidikan sekolah.
Pada tahun ajaran 2026/2027, perencanaan laboratorium perlu memperhatikan Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana, Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan, serta Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 tentang Standar Tenaga Kependidikan.
Jika program membutuhkan pembiayaan dari Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), sekolah juga perlu memperhatikan Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 dan ketentuan anggaran yang berlaku.
Program kerja laboratorium merupakan dokumen perencanaan yang menjelaskan kegiatan, sasaran, jadwal, penanggung jawab, kebutuhan sumber daya, serta indikator keberhasilan pengelolaan laboratorium dalam periode tertentu.
Program tersebut dapat mencakup penggunaan ruang, pelaksanaan praktikum, pemeliharaan alat, pengendalian bahan, pengembangan fasilitas, dan peningkatan keselamatan.
Program kerja berbeda dari jurnal praktikum dan laporan laboratorium.
Program kerja menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Jurnal praktikum mencatat kegiatan yang benar-benar terlaksana.
Laporan laboratorium merangkum hasil pelaksanaan, perkembangan fasilitas, kendala, dan rekomendasi.
Ketiga dokumen tersebut saling melengkapi.
Sebagai contoh, program kerja menetapkan 24 sesi praktikum selama satu bulan.
Jurnal kegiatan kemudian mencatat sesi yang benar-benar dilaksanakan.
Pada akhir bulan, laporan laboratorium membandingkan rencana dan realisasi untuk mengetahui penyebab kegiatan yang tertunda.
Dengan cara tersebut, pengelolaan laboratorium mempunyai dasar evaluasi yang jelas.
Beberapa regulasi resmi menjadi acuan dalam penyusunan program laboratorium sekolah.
Peraturan ini mengatur Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
Kebutuhan fasilitas harus memperhatikan fungsi pendidikan, karakteristik satuan pendidikan, dan pelaksanaan pembelajaran.
Laboratorium yang digunakan dalam kegiatan pendidikan perlu dikelola agar mendukung tujuan pembelajaran secara aman dan efektif.
Peraturan tentang Standar Pengelolaan ini mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan.
Perencanaan satuan pendidikan mencakup bidang kurikulum dan pembelajaran, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta penganggaran.
Karena itu, pengembangan laboratorium perlu diselaraskan dengan kebutuhan pembelajaran dan rencana kerja sekolah.
Peraturan ini mengatur Standar Tenaga Kependidikan.
Sekolah perlu memastikan pengelolaan laboratorium dilakukan oleh tenaga yang memenuhi kompetensi sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Peraturan ini mengatur petunjuk teknis pengelolaan Dana BOSP.
Apabila sekolah menggunakan dana tersebut untuk kegiatan yang berkaitan dengan laboratorium, setiap komponen pembiayaan harus sesuai dengan ketentuan sumber dana, kebutuhan sekolah, dan dokumen RKAS yang berlaku.
Perlu dipahami bahwa regulasi tersebut tidak menetapkan satu format program kerja laboratorium yang wajib digunakan secara seragam oleh seluruh sekolah.
Format dalam artikel ini merupakan contoh instrumen administrasi internal.
Program kerja membantu sekolah mengelola laboratorium secara lebih terarah.
Pertama, program membantu mengetahui kebutuhan praktikum setiap kelas dan mata pelajaran.
Kedua, program mempermudah pembagian penggunaan ruang dan peralatan.
Ketiga, program membantu mengidentifikasi kebutuhan bahan sebelum persediaan habis.
Keempat, program menyediakan jadwal pemeliharaan dan pemeriksaan kondisi fasilitas.
Kelima, program mendukung penerapan keselamatan berdasarkan risiko kegiatan.
Keenam, program memberikan dasar untuk mengajukan kebutuhan pengadaan dan perbaikan.
Ketujuh, program mempermudah evaluasi kegiatan pada akhir semester atau tahun ajaran.
Dengan demikian, program kerja tidak boleh hanya berupa daftar barang yang akan dibeli.
Perencanaan harus menunjukkan hubungan antara kebutuhan pembelajaran, kegiatan, sumber daya, dan hasil yang diharapkan.
Penyusunan program dimulai dengan mengumpulkan data mengenai keadaan laboratorium.
Petugas dapat memeriksa jumlah alat, kondisi peralatan, bahan yang tersedia, fasilitas keselamatan, dan penggunaan laboratorium pada periode sebelumnya.
Hasil pemeriksaan menjadi dasar penentuan kebutuhan.
HASIL EVALUASI KONDISI LABORATORIUM
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Tahun Ajaran: 2026/2027
Jenis Laboratorium: Laboratorium IPA
Jumlah Rombongan Belajar: 9 rombel
Jumlah Guru Pengguna: 3 orang
Jumlah Alat Tercatat: 150 unit
Alat Layak Digunakan: 135 unit
Alat Memerlukan Perbaikan: 10 unit
Alat Memerlukan Pemeriksaan Lanjutan: 5 unit
Jumlah Jenis Bahan Praktikum: 25 jenis
Bahan dengan Persediaan Perlu Ditambah: 6 jenis
Temuan Administrasi: Beberapa kartu riwayat perawatan belum diperbarui.
Temuan Operasional: Jadwal penggunaan ruang memerlukan koordinasi antarguru.
Temuan Keselamatan: Perlu pemeriksaan kelengkapan fasilitas darurat sesuai penilaian risiko.
Seluruh angka tersebut merupakan simulasi, bukan data sekolah sebenarnya.
Hasil evaluasi harus diperoleh dari pemeriksaan dan register yang dapat ditelusuri.
Setelah kondisi fasilitas diketahui, pengelola perlu mengumpulkan rencana kegiatan dari guru.
Informasi yang diperlukan antara lain kelas, topik praktikum, tujuan pembelajaran, waktu pelaksanaan, kebutuhan alat dan bahan, serta penilaian risiko.
Sebagai contoh, guru kelas VII merencanakan kegiatan pengamatan struktur tumbuhan.
Guru kelas VIII merencanakan pengukuran besaran fisika.
Guru kelas IX merencanakan praktikum menggunakan rangkaian listrik pendidikan yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Pengelola kemudian memeriksa apakah peralatan yang dibutuhkan tersedia dan dapat digunakan.
Jika terdapat keterbatasan, guru bersama tim laboratorium dapat menyesuaikan metode, jadwal, atau pengorganisasian kelompok.
Namun, penyesuaian tidak boleh mengabaikan keselamatan maupun tujuan utama pembelajaran.
Tidak seluruh kebutuhan dapat diselesaikan sekaligus.
Sekolah perlu menentukan prioritas berdasarkan urgensi, risiko keselamatan, kebutuhan pembelajaran, kondisi peralatan, dan kemampuan sumber daya.
Contoh prioritas program:
Prioritas 1 – Keselamatan Laboratorium
Memastikan kegiatan yang direncanakan mempunyai pengendalian risiko yang sesuai.
Prioritas 2 – Kelayakan Peralatan
Memeriksa dan menangani alat yang mengalami kerusakan atau penurunan fungsi.
Prioritas 3 – Ketersediaan Bahan
Menyediakan bahan praktikum yang aman dan relevan berdasarkan kebutuhan.
Prioritas 4 – Penataan Jadwal
Mengatur penggunaan ruang agar tidak terjadi benturan.
Prioritas 5 – Administrasi dan Pelaporan
Memperbarui inventaris, jurnal, kartu stok, dan laporan kegiatan.
Prioritas 6 – Pengembangan Praktikum
Meningkatkan penggunaan laboratorium untuk mendukung tujuan pembelajaran.
Urutan tersebut merupakan contoh. Bahaya keselamatan yang serius perlu segera ditangani meskipun hanya terjadi pada satu alat atau satu kegiatan.
Program tahunan membantu menghubungkan kebutuhan dengan kegiatan yang dapat dilaksanakan.
PROGRAM KERJA LABORATORIUM IPA 2026/2027
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Tahun Ajaran: 2026/2027
Penanggung Jawab: ....................................
Program 1 – Penataan Administrasi Laboratorium
Tujuan: Memperbarui dan menertibkan data fasilitas laboratorium.
Kegiatan: Pemeriksaan inventaris alat, bahan, dan dokumen pengelolaan.
Waktu: Juli–Agustus 2026.
Indikator: Data inventaris dan persediaan tersedia serta telah diperiksa.
Program 2 – Pelaksanaan Praktikum
Tujuan: Mendukung pembelajaran IPA melalui kegiatan praktik yang terencana.
Kegiatan: Pengaturan jadwal, persiapan peralatan, dan pelayanan praktikum.
Waktu: Sepanjang tahun ajaran.
Indikator: Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal yang disetujui dan hasilnya tercatat.
Program 3 – Pemeliharaan Peralatan
Tujuan: Menjaga kelayakan alat.
Kegiatan: Pemeriksaan berkala, perawatan, serta tindak lanjut kerusakan.
Waktu: Berdasarkan jadwal dan risiko alat.
Indikator: Alat prioritas diperiksa dan temuan ditindaklanjuti.
Program 4 – Pengelolaan Keselamatan
Tujuan: Mengendalikan risiko kegiatan laboratorium.
Kegiatan: Pemeriksaan fasilitas, pengarahan pengguna, dan evaluasi prosedur.
Waktu: Sebelum kegiatan serta evaluasi berkala.
Indikator: Bahaya diidentifikasi dan tindakan pengendalian diterapkan.
Program 5 – Pengembangan Alat dan Bahan
Tujuan: Memenuhi kebutuhan praktikum prioritas.
Kegiatan: Analisis kebutuhan, usulan pengadaan, dan pengolahan barang yang diterima.
Waktu: Sesuai rencana dan persetujuan sekolah.
Indikator: Kebutuhan prioritas ditangani berdasarkan keputusan yang sah.
Program 6 – Evaluasi Laboratorium
Tujuan: Mengetahui hasil pelaksanaan dan kebutuhan perbaikan.
Kegiatan: Rekap bulanan, evaluasi semester, dan penyusunan laporan tahunan.
Indikator: Laporan tersedia dan digunakan untuk perencanaan berikutnya.
Program ini merupakan simulasi yang dapat dikembangkan berdasarkan kondisi sekolah.
Kalender kegiatan membantu mengatur pekerjaan sepanjang tahun ajaran.
Berikut contoh kegiatan untuk periode Juli 2026 sampai Juni 2027.
Juli 2026
Kegiatan: Evaluasi kondisi awal, pendataan alat dan bahan, serta pengumpulan kebutuhan praktikum guru.
Hasil: Tersedia data dasar dan daftar kebutuhan laboratorium.
Agustus 2026
Kegiatan: Penataan jadwal, pemeriksaan kelayakan alat, dan pengarahan keselamatan pengguna.
Hasil: Jadwal serta kesiapan praktikum diperiksa.
September 2026
Kegiatan: Pelaksanaan praktikum dan monitoring penggunaan alat.
Hasil: Jurnal kegiatan diperbarui.
Oktober 2026
Kegiatan: Pemeriksaan kartu stok, rekap pemakaian bahan, dan evaluasi peralatan.
Hasil: Data penggunaan serta kebutuhan tindak lanjut tersedia.
November 2026
Kegiatan: Praktikum sesuai perencanaan dan pemeriksaan kondisi alat prioritas.
Hasil: Pelaksanaan kegiatan dan kondisi alat tercatat.
Desember 2026
Kegiatan: Rekap serta evaluasi semester ganjil.
Hasil: Laporan semester dan rekomendasi perbaikan.
Januari 2027
Kegiatan: Penyiapan semester genap dan pemeriksaan kebutuhan praktikum.
Hasil: Jadwal semester serta kondisi fasilitas diperbarui.
Februari 2027
Kegiatan: Pelaksanaan praktikum dan monitoring keselamatan.
Hasil: Jurnal serta catatan pengendalian risiko tersedia.
Maret 2027
Kegiatan: Evaluasi persediaan bahan dan kebutuhan pemeliharaan.
Hasil: Daftar kebutuhan prioritas diperbarui.
April 2027
Kegiatan: Pemeriksaan kelayakan alat dan evaluasi penggunaan ruang.
Hasil: Temuan serta tindak lanjut dicatat.
Mei 2027
Kegiatan: Pemeriksaan pelaksanaan program dan persiapan evaluasi tahunan.
Hasil: Tersedia rekap capaian.
Juni 2027
Kegiatan: Laporan tahunan dan penyusunan rekomendasi program berikutnya.
Hasil: Laporan evaluasi serta usulan pengembangan.
Jadwal tersebut hanya contoh dan perlu diselaraskan dengan kalender pendidikan resmi serta program pembelajaran sekolah.
Rencana anggaran diperlukan apabila program membutuhkan pembelian bahan, perbaikan peralatan, jasa pemeriksaan teknis, atau penambahan fasilitas.
Perencanaan biaya harus didasarkan pada kebutuhan yang telah diverifikasi.
RENCANA KEBUTUHAN ANGGARAN LABORATORIUM
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Periode Perencanaan: Tahun Ajaran 2026/2027
Kegiatan 1 – Pengadaan Alat Praktikum
Kebutuhan: 5 unit alat pengukuran pembelajaran.
Asumsi Harga Satuan: Rp250.000.
Perkiraan Biaya: Rp1.250.000.
Kegiatan 2 – Pengadaan Bahan Praktikum
Kebutuhan: 10 paket bahan pembelajaran yang telah dinilai aman dan sesuai kebutuhan.
Asumsi Harga Satuan: Rp100.000.
Perkiraan Biaya: Rp1.000.000.
Kegiatan 3 – Pemeliharaan Peralatan
Kebutuhan: 5 pekerjaan perawatan yang telah direncanakan.
Asumsi Biaya Satuan: Rp150.000.
Perkiraan Biaya: Rp750.000.
Kegiatan 4 – Perlengkapan Keselamatan
Kebutuhan: 10 unit perlengkapan keselamatan sesuai hasil penilaian kebutuhan.
Asumsi Harga Satuan: Rp75.000.
Perkiraan Biaya: Rp750.000.
Kegiatan 5 – Pemeriksaan Teknis Alat Ukur
Kebutuhan: 2 layanan pemeriksaan atau kalibrasi sesuai jenis alat dan kebutuhan teknis.
Asumsi Biaya Satuan: Rp300.000.
Perkiraan Biaya: Rp600.000.
TOTAL PERKIRAAN ANGGARAN: Rp4.350.000
Seluruh angka hanya simulasi, bukan standar harga resmi atau daftar kegiatan yang pasti diperbolehkan menggunakan Dana BOSP.
Sekolah harus memeriksa kebutuhan sebenarnya, kesesuaian spesifikasi, harga, sumber dana, serta prosedur pengadaan dan persetujuan anggaran.
Biaya berdasarkan tahun ajaran juga perlu dipisahkan menurut tahun anggaran apabila kegiatan berlangsung melintasi 2026 dan 2027.
Program laboratorium sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan satuan pendidikan.
Misalnya, sekolah mempunyai program peningkatan kualitas pembelajaran sains.
Laboratorium dapat mendukung program tersebut melalui peningkatan akses praktikum, kelayakan peralatan, dan pengelolaan bahan pembelajaran.
Kegiatan kemudian dicantumkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sesuai kebutuhan dan prioritas sekolah.
Apabila membutuhkan pembiayaan, usulan diproses melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau sistem yang berlaku bagi penyelenggara.
RKT dan RKAS mempunyai fungsi berbeda.
RKT menjelaskan program serta kegiatan yang hendak dilaksanakan.
RKAS menjelaskan kegiatan yang membutuhkan pembiayaan beserta rincian anggaran berdasarkan sumber dana dan ketentuan yang berlaku.
Program yang tercantum dalam RKT tidak otomatis memperoleh persetujuan pembiayaan.
Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, perencanaan penggunaan Dana BOSP dituangkan dalam RKAS untuk satu tahun anggaran dan disusun berdasarkan kebutuhan serta hasil evaluasi satuan pendidikan.
Karena itu, pembiayaan laboratorium tidak boleh dilaksanakan sebelum pemeriksaan kelayakan kegiatan dan persetujuan yang diwajibkan.
Baca Juga: Panduan Menyusun RKS, RKJM, dan RKT Sekolah, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Program
Program kerja perlu menjelaskan pembagian tanggung jawab agar kegiatan tidak bergantung pada satu orang tanpa koordinasi.
Contoh pembagian fungsi internal:
Kepala Sekolah
Melakukan pengelolaan dan pengawasan sesuai kewenangan, termasuk penetapan program yang menjadi tanggung jawabnya.
Penanggung Jawab Laboratorium
Mengoordinasikan pelaksanaan program, pemeriksaan kebutuhan, monitoring, dan pelaporan.
Tenaga Laboratorium
Melaksanakan tugas teknis sesuai kompetensi, penugasan, serta prosedur yang berlaku.
Guru Mata Pelajaran
Merencanakan kegiatan praktikum, menyampaikan kebutuhan, membimbing murid, dan mengevaluasi pembelajaran.
Tim Sarana dan Prasarana
Membantu koordinasi kebutuhan fasilitas serta administrasi pemeliharaan dan pengadaan sesuai pembagian tugas.
Petugas Keuangan
Memproses kebutuhan pembiayaan berdasarkan kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Pembagian tugas tersebut merupakan contoh operasional. Sekolah perlu menyesuaikannya dengan struktur organisasi serta ketentuan kepegawaian masing-masing.
Keberhasilan pengelolaan laboratorium perlu diukur menggunakan indikator yang sesuai.
Indikator tidak seharusnya hanya berfokus pada banyaknya alat atau jumlah kegiatan.
Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:
Keterlaksanaan Praktikum
Mengukur jumlah kegiatan yang terlaksana dibandingkan dengan kegiatan yang telah direncanakan.
Kesiapan Peralatan
Memeriksa apakah alat yang dibutuhkan telah tersedia dan layak digunakan sebelum praktikum.
Ketersediaan Bahan
Menilai kesesuaian persediaan dengan kebutuhan pembelajaran.
Ketepatan Administrasi
Memeriksa kelengkapan serta konsistensi jurnal, register, kartu stok, dan laporan.
Pemeliharaan
Memeriksa apakah kegiatan perawatan dan tindak lanjut kerusakan dilaksanakan.
Pengendalian Keselamatan
Memeriksa apakah risiko telah diidentifikasi, pengendalian diterapkan, dan temuan keselamatan ditangani.
Manfaat Pembelajaran
Menilai bagaimana kegiatan praktikum membantu peserta didik mengembangkan kompetensi berdasarkan bukti pembelajaran yang sesuai.
Indikator tersebut merupakan contoh evaluasi internal, bukan sistem penilaian atau akreditasi nasional.
Untuk memantau pelaksanaan program, sekolah dapat menggunakan rumus sederhana.
Persentase Keterlaksanaan = (Jumlah Praktikum Terlaksana ÷ Jumlah Praktikum Direncanakan) × 100%.
Sebagai ilustrasi:
Praktikum direncanakan: 40 kegiatan.
Praktikum terlaksana: 34 kegiatan.
Praktikum ditunda: 4 kegiatan.
Praktikum dibatalkan: 2 kegiatan.
Total: 40 kegiatan.
Perhitungan:
34 ÷ 40 × 100% = 85%.
Artinya, 85 persen kegiatan yang direncanakan telah terlaksana pada periode tersebut.
Namun, angka tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai 85 persen.
Keterlaksanaan kegiatan merupakan indikator proses, sedangkan pencapaian kompetensi murid memerlukan asesmen tersendiri.
Laporan bulanan membantu mengetahui perkembangan kegiatan dalam periode tertentu.
LAPORAN BULANAN LABORATORIUM SEKOLAH
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Jenis Laboratorium: IPA
Periode: Oktober 2026
Penanggung Jawab: ....................................
A. Kegiatan Praktikum
Jumlah Kegiatan Direncanakan: 20
Jumlah Kegiatan Terlaksana: 17
Jumlah Kegiatan Ditunda: 2
Jumlah Kegiatan Dibatalkan: 1
Persentase Keterlaksanaan: 85%
B. Pemanfaatan Laboratorium
Jumlah Rombel yang Menggunakan: 9
Jumlah Sesi Penggunaan: 17
Jumlah Guru Pengguna: 3
C. Kondisi Peralatan
Jumlah Alat Tercatat: 150 unit
Alat Layak Digunakan: 135 unit
Alat Memerlukan Perbaikan: 10 unit
Alat Memerlukan Pemeriksaan Lanjutan: 5 unit
D. Penggunaan Bahan
Jenis Bahan Digunakan: 8 jenis
Jenis Bahan dengan Stok Perlu Ditambah: 3 jenis
Catatan: Kuantitas setiap bahan tercantum pada kartu stok masing-masing.
E. Pemeriksaan Keselamatan
Jumlah Temuan Baru: 2
Temuan Ditangani: 1
Temuan Dalam Proses: 1
Temuan Mendesak yang Belum Dikendalikan: Diisi berdasarkan pemeriksaan sebenarnya.
F. Evaluasi
Kegiatan yang tertunda disebabkan kebutuhan penyesuaian jadwal dan persiapan alat.
G. Tindak Lanjut
Memeriksa penjadwalan, menindaklanjuti peralatan yang memerlukan pemeriksaan, serta memperbarui kebutuhan bahan praktikum.
H. Pemeriksaan
Disusun oleh: ....................................
Diperiksa oleh: ....................................
Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................
Seluruh data merupakan simulasi yang memperlihatkan cara menyusun rekap.
Laporan tahunan memberikan gambaran mengenai seluruh kegiatan pengelolaan laboratorium.
Dokumen ini dapat disusun berdasarkan laporan bulanan, jurnal praktikum, register inventaris, catatan keselamatan, dan evaluasi program.
LAPORAN TAHUNAN LABORATORIUM SEKOLAH
Nama Sekolah: ....................................
Tahun Ajaran: ....................................
Jenis Laboratorium: ....................................
Penanggung Jawab: ....................................
A. Identitas dan Kondisi Laboratorium
Jumlah Ruangan: ....................................
Jumlah Guru Pengguna: ....................................
Jumlah Rombel Pengguna: ....................................
Jumlah Alat pada Akhir Periode: ....................................
B. Pelaksanaan Praktikum
Jumlah Kegiatan Direncanakan: ....................................
Jumlah Kegiatan Terlaksana: ....................................
Kegiatan Ditunda: ....................................
Kegiatan Dibatalkan: ....................................
Persentase Keterlaksanaan: ....................................
C. Pengelolaan Peralatan
Alat Layak Digunakan: ....................................
Alat Dalam Pemeriksaan: ....................................
Alat Memerlukan Perbaikan: ....................................
Kegiatan Pemeliharaan: ....................................
Kegiatan Kalibrasi jika Diperlukan: ....................................
D. Pengelolaan Bahan
Penerimaan Bahan: ....................................
Pemakaian Bahan: ....................................
Kondisi Persediaan: ....................................
Kebutuhan Berikutnya: ....................................
E. Keselamatan Laboratorium
Temuan Keselamatan: ....................................
Insiden Tercatat: ....................................
Near Miss Tercatat: ....................................
Tindakan Pengamanan: ....................................
Status Penyelesaian Temuan: ....................................
F. Pelaksanaan Anggaran
Kegiatan yang Memerlukan Biaya: ....................................
Anggaran Disetujui: ....................................
Realisasi Berdasarkan Dokumen Keuangan: ....................................
Keterangan: ....................................
G.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir