Pendidikan
M. Panji Maulana

Cara Menyusun Program Kerja dan Laporan Tahunan UKS 2026/2027: Trias UKS, RAB, Evaluasi, dan Contoh Format

Cara Menyusun Program Kerja dan Laporan Tahunan UKS 2026/2027: Trias UKS, RAB, Evaluasi, dan Contoh Format

31 Oktober 2026 | 19:40

Keboncinta.com-Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan program penting untuk mendukung kesehatan peserta didik dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, aman, serta nyaman. Agar pelaksanaannya berjalan terarah, sekolah membutuhkan program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata dan dievaluasi secara berkala.

Dalam praktiknya, kegiatan UKS sering berpusat pada penggunaan ruang kesehatan, penyediaan perlengkapan pertolongan pertama, atau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bersama Puskesmas.

Padahal, UKS mempunyai ruang lingkup yang lebih luas, meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.

Sebagai contoh, sebuah SMP mempunyai 300 peserta didik dan ruang UKS yang cukup memadai. Sekolah telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan siswa, pembiasaan cuci tangan, serta pemeriksaan kebersihan toilet.

Namun, kegiatan tersebut belum terdokumentasi dalam satu program kerja. Jadwal pemeriksaan tidak terintegrasi, kebutuhan anggaran belum diprioritaskan, dan laporan tahunan belum tersedia.

Akibatnya, sekolah kesulitan mengetahui kegiatan yang telah terlaksana, kebutuhan fasilitas yang belum terpenuhi, serta langkah perbaikan untuk tahun ajaran berikutnya.

Masalah tersebut dapat dikurangi melalui penyusunan program kerja dan laporan tahunan yang sistematis.

Pada tahun ajaran 2026/2027, perencanaan UKS perlu memperhatikan ketentuan kesehatan sekolah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, pedoman pelayanan kesehatan anak usia sekolah dari Kementerian Kesehatan, serta standar pengelolaan satuan pendidikan.

Program kerja dan laporan tahunan bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi instrumen untuk memastikan kegiatan UKS menghasilkan manfaat yang dapat ditinjau dan ditindaklanjuti.

Apa Itu Program Kerja UKS Sekolah?

Program kerja UKS merupakan dokumen perencanaan yang menjelaskan tujuan, sasaran, kegiatan, waktu, penanggung jawab, kebutuhan sumber daya, serta indikator keberhasilan pelayanan kesehatan sekolah.

Program dapat disusun untuk satu tahun ajaran, satu semester, atau periode tertentu sesuai kebutuhan.

Program kerja berbeda dari laporan kegiatan.

Program kerja menjelaskan kegiatan yang direncanakan.

Jurnal kegiatan mencatat pelaksanaan yang sebenarnya.

Laporan tahunan merangkum hasil, capaian, kendala, penggunaan sumber daya, serta rekomendasi perbaikan.

Ketiga dokumen tersebut saling berkaitan dan sebaiknya menggunakan informasi yang konsisten.

Dasar Hukum Program Kerja dan Laporan UKS Tahun 2026

1. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024

Pasal 221 mengatur kesehatan sekolah yang dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.

Ketiga kegiatan tersebut merupakan dasar penting penyusunan program UKS yang dikenal sebagai Trias UKS.

2. Peraturan Bersama Empat Menteri Tahun 2014

Peraturan Bersama Nomor 6/X/PB/2014, Nomor 73 Tahun 2014, Nomor 41 Tahun 2014, dan Nomor 81 Tahun 2014 mengatur pembinaan dan pengembangan UKS/Madrasah.

Peraturan ini menjadi salah satu rujukan pengorganisasian dan koordinasi penyelenggaraan UKS.

3. Permenkes Nomor 19 Tahun 2024

Peraturan tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat mengatur jejaring pelayanan kesehatan, termasuk koordinasi dengan satuan pendidikan.

Puskesmas berperan dalam pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sehat, rujukan, serta pencatatan dan pelaporan terintegrasi sesuai ketentuan.

4. Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025

Peraturan tentang Standar Pengelolaan menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program satuan pendidikan.

Program UKS perlu diselaraskan dengan kebutuhan dan perencanaan sekolah.

5. Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026

Peraturan ini menjadi acuan petunjuk teknis pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2026.

Jika kegiatan UKS menggunakan sumber dana tersebut, sekolah harus memastikan kesesuaian komponen pembiayaan, perencanaan RKAS, serta prosedur pertanggungjawaban.

6. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi

Laporan UKS dapat melibatkan informasi kesehatan siswa yang memerlukan perlindungan khusus.

Penyusunan laporan umum harus menghindari pengungkapan identitas dan rincian medis peserta didik yang tidak diperlukan.

Format administrasi dalam artikel ini merupakan contoh internal, bukan formulir nasional yang wajib digunakan secara seragam.

Memahami Trias UKS sebagai Dasar Program

Program UKS perlu dikembangkan berdasarkan tiga bidang utama berikut.

KomponenTujuanContoh kegiatan
Pendidikan kesehatanMengembangkan pengetahuan dan kebiasaan hidup sehatEdukasi gizi, kebersihan diri, CTPS
Pelayanan kesehatanMendukung deteksi dini dan pelayanan sesuai kewenanganPenjaringan kesehatan, koordinasi Puskesmas
Pembinaan lingkungan sehatMenjaga kondisi lingkungan sekolahMonitoring toilet, kantin, air, dan sampah

Ketiga bidang tersebut tidak boleh dipisahkan secara kaku.

Sebagai contoh, kegiatan edukasi cuci tangan merupakan pendidikan kesehatan. Namun, pelaksanaannya memerlukan fasilitas air serta sabun yang merupakan bagian dari lingkungan sekolah sehat.

Karena itu, perencanaan UKS harus menghubungkan kegiatan edukasi, pelayanan, dan fasilitas pendukung.

Langkah 1: Melakukan Evaluasi Kondisi Awal UKS

Penyusunan program perlu dimulai dengan pemeriksaan kondisi fasilitas, kebutuhan siswa, serta hasil kegiatan sebelumnya.

Data dapat dikumpulkan dari laporan UKS, pemeriksaan sarpras, rekap kunjungan, dan koordinasi dengan Puskesmas.

Contoh Evaluasi Awal UKS

DATA KONDISI AWAL PROGRAM UKS

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Tahun Ajaran: 2026/2027

Jumlah Siswa: 300 orang.

Jumlah Rombel: 9.

Jumlah Ruang UKS: 1.

Tempat Tidur UKS: 2 unit.

Toilet Siswa: 8 unit.

Toilet yang Berfungsi: 6 unit.

Titik Cuci Tangan: 6 lokasi.

Titik Cuci Tangan Berfungsi: 5 lokasi.

Program Edukasi Kesehatan Sebelumnya: 4 kegiatan.

Koordinasi Puskesmas: Sudah dilaksanakan.

Temuan Utama: Perlu perbaikan sanitasi, pembaruan perlengkapan, dan penataan dokumentasi kegiatan.

Seluruh angka merupakan simulasi.

Evaluasi awal harus menggunakan data yang benar-benar ditemukan, bukan angka perkiraan untuk memenuhi kelengkapan laporan.

Langkah 2: Menentukan Prioritas Program UKS

Tidak semua kebutuhan UKS dapat ditangani dalam satu waktu.

Sekolah dapat menentukan prioritas berdasarkan urgensi kesehatan, risiko keselamatan, jumlah siswa yang membutuhkan dukungan, kesiapan fasilitas, dan kemampuan sumber daya.

Contoh prioritas program:

Prioritas 1 – Keselamatan dan Kesehatan Mendesak

Memastikan prosedur penanganan keadaan darurat dan rujukan tersedia.

Prioritas 2 – Sanitasi Dasar

Memastikan toilet, air, dan fasilitas cuci tangan dapat digunakan.

Prioritas 3 – Pelayanan Kesehatan

Mengoordinasikan pemeriksaan atau penjaringan kesehatan sesuai program Puskesmas.

Prioritas 4 – Pendidikan Kesehatan

Melaksanakan edukasi sesuai kebutuhan siswa.

Prioritas 5 – Pembinaan Kantin Sehat

Memantau keamanan pangan serta kebersihan fasilitas kantin.

Prioritas 6 – Administrasi dan Evaluasi

Memperbaiki pencatatan, pelaporan, serta monitoring program.

Urutan tersebut merupakan contoh. Temuan berisiko tinggi perlu segera mendapatkan penanganan tanpa harus menunggu jadwal program berikutnya.

Langkah 3: Membuat Program Kerja Tahunan UKS

Program kerja tahunan sebaiknya memuat kegiatan yang realistis dan mempunyai penanggung jawab.

Contoh Program Kerja UKS 2026/2027

PROGRAM KERJA TAHUNAN UKS

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

ProgramWaktuPenanggung jawabIndikator
Pemeriksaan fasilitas UKSJuliKoordinator UKSData fasilitas tersedia
Edukasi kesehatanTiap semesterTim UKS dan guruKegiatan tercatat
Koordinasi penjaringanSesuai PuskesmasTim UKS dan PuskesmasSasaran dan tindak lanjut terdata
Monitoring kantinBerkalaTim kantin dan UKSTemuan ditangani
Pemeriksaan sanitasiBerkalaUKS dan sarprasFasilitas prioritas diperiksa
Pembinaan kader kesehatanSesuai programTim UKSPembinaan terlaksana
Evaluasi dan laporanTiap semesterKoordinator UKSLaporan tersedia

Indikator dalam contoh tersebut berfokus pada pelaksanaan dan pengelolaan program.

Sekolah dapat mengembangkan indikator hasil yang lebih spesifik bersama Puskesmas sesuai jenis kegiatan.

Langkah 4: Menyusun Kalender Kegiatan UKS

Kalender diperlukan untuk mengatur pelaksanaan selama tahun ajaran.

Juli 2026: Evaluasi awal, pemeriksaan ruang UKS, dan penyusunan program.

Agustus 2026: Edukasi kebersihan diri dan perilaku hidup bersih.

September 2026: Koordinasi penjaringan kesehatan bersama Puskesmas.

Oktober 2026: Pemeriksaan sanitasi dan fasilitas cuci tangan.

November 2026: Edukasi gizi seimbang dan pembinaan kantin sehat.

Desember 2026: Evaluasi program semester ganjil.

Januari 2027: Pemeriksaan ulang fasilitas dan kebutuhan semester genap.

Februari 2027: Pembinaan kader kesehatan remaja.

Maret 2027: Pendidikan kesehatan sesuai pemetaan kebutuhan siswa.

April 2027: Pemeriksaan lingkungan sehat dan inventaris UKS.

Mei 2027: Rekap kegiatan, monitoring tindak lanjut, dan evaluasi.

Juni 2027: Penyusunan laporan tahunan dan rekomendasi program berikutnya.

Kalender tersebut merupakan simulasi dan perlu diselaraskan dengan jadwal pelayanan Puskesmas serta kalender pendidikan sekolah.

Langkah 5: Menghubungkan Program UKS dengan Rencana Kerja Sekolah

Program UKS sebaiknya terintegrasi dengan perencanaan satuan pendidikan.

Sebagai contoh, hasil evaluasi menunjukkan fasilitas sanitasi belum memadai.

Kebutuhan tersebut dapat menjadi usulan kegiatan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) berdasarkan prioritas sekolah.

Apabila memerlukan pembiayaan, usulan diproses melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau mekanisme yang berlaku sesuai sumber dana.

Namun, kegiatan yang direncanakan tidak otomatis memperoleh persetujuan anggaran.

Perencanaan harus mempertimbangkan kebutuhan yang telah diverifikasi, kelayakan biaya, dan ketentuan pengeluaran.

Baca Juga: SOP Pemeliharaan dan Penanganan Kerusakan Sarpras Sekolah, Lengkap dengan Formulir dan Berita Acara

Langkah 6: Membuat Rencana Anggaran Biaya UKS

Anggaran dibutuhkan untuk kegiatan yang memang memerlukan pengadaan barang, perawatan, atau kebutuhan operasional lainnya.

Contoh RAB Program UKS

RENCANA ANGGARAN BIAYA UKS

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Komponen kebutuhanVolumeBiaya simulasi
Perlengkapan edukasi kesehatan5 paketRp500.000
Perlengkapan P3K yang sesuai kebutuhan4 paketRp600.000
Perawatan fasilitas UKS2 pekerjaanRp700.000
Dispenser sabun dan perlengkapannya5 unitRp250.000
Bahan administrasi program1 paketRp200.000
Total Rp2.250.000

Seluruh harga merupakan angka simulasi, bukan standar satuan biaya pemerintah.

Sekolah harus memeriksa spesifikasi, kelayakan pembelanjaan, ketersediaan dana, dan ketentuan pengadaan.

Jika menggunakan Dana BOSP, pembiayaan harus sesuai dengan petunjuk teknis 2026 dan RKAS yang disahkan.

Program tahun ajaran 2026/2027 juga melintasi dua tahun anggaran, sehingga kebutuhan biaya tahun 2026 dan 2027 perlu dipisahkan berdasarkan ketentuan masing-masing tahun.

Langkah 7: Menentukan Pembagian Tugas

Program UKS memerlukan kerja sama sejumlah pihak.

Kepala Sekolah

Bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pengawasan program sesuai kewenangan.

Koordinator UKS

Mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan laporan.

Petugas Administrasi UKS

Mengelola register kegiatan, inventaris, dan rekap program sesuai tugas.

Tim Sarana dan Prasarana

Menangani kebutuhan fasilitas dan tindak lanjut kerusakan.

Guru

Mendukung pendidikan kesehatan serta pembiasaan hidup sehat.

Puskesmas

Melaksanakan atau mengoordinasikan pelayanan kesehatan yang menjadi kewenangannya dan pembinaan program sesuai ketentuan.

Kader Kesehatan Remaja

Mendukung edukasi serta pembiasaan sehat berdasarkan pelatihan dan pendampingan.

Kader siswa tidak boleh diberi tugas diagnosis, pemberian obat sembarangan, atau tindakan medis di luar kewenangan.

Langkah 8: Menentukan Indikator Keberhasilan UKS

Indikator harus sesuai dengan jenis kegiatan.

IndikatorMetode evaluasi
Keterlaksanaan programBandingkan rencana dan realisasi
Jangkauan edukasiPeriksa jumlah peserta unik
Pelaksanaan penjaringanGunakan rekap sasaran dan peserta
Kondisi sanitasiPemeriksaan fasilitas
Penanganan temuanStatus tindak lanjut terverifikasi
Kesiapan UKSInventaris, stok, dan SOP
Koordinasi PuskesmasDokumen kegiatan dan tindak lanjut

Sekolah perlu membedakan indikator proses dengan hasil kesehatan.

Sebagai contoh, terlaksananya seluruh sesi edukasi tidak otomatis membuktikan seluruh siswa telah menerapkan perilaku hidup sehat.

Demikian pula, jumlah kunjungan ruang UKS yang meningkat bukan bukti bahwa kesehatan siswa memburuk.

Langkah 9: Menghitung Keterlaksanaan Program

Contoh simulasi program tahunan:

Kegiatan direncanakan: 30 kegiatan.

Kegiatan terlaksana: 26 kegiatan.

Kegiatan tertunda: 3 kegiatan.

Kegiatan dibatalkan: 1 kegiatan.

Persentase keterlaksanaan:

26 ÷ 30 × 100% = 86,67%.

Dengan demikian, 86,67 persen kegiatan yang direncanakan telah terlaksana.

Namun, angka tersebut hanya mengukur pelaksanaan kegiatan, bukan tingkat kesehatan seluruh siswa.

Program yang tertunda atau dibatalkan tetap perlu dicatat beserta alasannya.

Langkah 10: Membuat Rekap Program Berdasarkan Trias UKS

Contoh Rekap Kegiatan Tahunan

KomponenRencanaTerlaksanaBelum terlaksana
Pendidikan kesehatan12111
Pelayanan kesehatan871
Lingkungan sekolah sehat1082
Total30264

Jumlah empat kegiatan belum terlaksana terdiri atas tiga kegiatan tertunda dan satu kegiatan dibatalkan.

Rekap perlu dilengkapi alasan perubahan jadwal, kendala, dan rekomendasi tindak lanjut.

Jangan mencatat satu kegiatan sebagai terlaksana dua kali hanya karena kegiatan tersebut berkaitan dengan dua komponen Trias UKS. Untuk rekap total, setiap kegiatan perlu mempunyai identitas unik dan aturan penghitungan yang konsisten.

Langkah 11: Membuat Laporan Bulanan UKS

CONTOH LAPORAN BULANAN UKS

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Periode: Oktober 2026

A. Pendidikan Kesehatan

Kegiatan Edukasi Direncanakan: 2.

Kegiatan Terlaksana: 2.

B. Pelayanan Kesehatan

Jumlah Kunjungan Ruang UKS: 40.

Jumlah Siswa Unik yang Berkunjung: 32.

Kegiatan Koordinasi Pelayanan: 1.

C. Pembinaan Lingkungan Sehat

Pemeriksaan Fasilitas: 4.

Temuan Baru: 3.

Temuan Selesai Ditangani: 2.

Temuan Dalam Proses: 1.

D. Evaluasi

Kegiatan edukasi terlaksana sesuai jadwal. Terdapat satu temuan fasilitas yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

E. Rekomendasi

Memantau tindak lanjut kerusakan dan memperbarui kebutuhan sarana.

F. Pemeriksaan

Koordinator UKS: ....................................

Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................

Seluruh angka merupakan simulasi.

Data kunjungan kesehatan harus disajikan secara agregat tanpa membuka informasi medis individual siswa.

Langkah 12: Membuat Laporan Tahunan UKS

Laporan tahunan menggabungkan hasil seluruh kegiatan dalam satu periode.

Contoh Format Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH

TAHUN AJARAN 2026/2027

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Koordinator UKS: ....................................

A.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
program kerja UKS laporan tahunan UKS Trias UKS RAB UKS sekolah evaluasi program UKS administrasi UKS

Komentar Pengguna