Jika perusahaan belum menjelaskan rentang gaji untuk posisi tersebut, Anda dapat bertanya apakah tersedia kisaran kompensasi yang telah ditetapkan. Pertanyaan ini membantu Anda memahami penawaran sekaligus menghindari kesalahpahaman.
Hindari menjawab secara terburu-buru atau memberikan nominal hanya karena merasa tertekan. Jika membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan tawaran, sampaikan dengan tenang dan profesional.
Agar lebih siap, berikut contoh jawaban yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pelamar.
“Berdasarkan riset saya mengenai posisi ini dan keterampilan yang saya miliki, saya berharap mendapatkan gaji dalam kisaran yang sesuai dengan standar pasar. Namun, saya terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut dengan mempertimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan keseluruhan paket kompensasi yang ditawarkan.”
Jawaban tersebut menunjukkan bahwa pelamar memiliki pertimbangan yang jelas, tetapi tetap bersedia melakukan negosiasi.
Baca Juga: Anak Susah Diajak Shalat? Ini 5 Cara Orang Tua Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini
Menjawab pertanyaan ekspektasi gaji saat wawancara kerja tidak harus menjadi hal yang menakutkan. Kuncinya adalah melakukan riset terlebih dahulu, menentukan kisaran yang realistis, serta menjelaskan nilai yang dapat diberikan kepada perusahaan.
Pelamar juga perlu menjaga sikap profesional dan terbuka terhadap negosiasi tanpa mengabaikan batas minimum yang dapat diterima. Dengan persiapan yang baik, pembicaraan mengenai gaji dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepercayaan diri dan membangun kesepakatan kerja yang sesuai bagi kedua belah pihak.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir