KebonCinta.com-- Diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan pengaturan gula darah sehingga kadar glukosa dalam tubuh dapat meningkat dan, jika tidak dikendalikan, berisiko menimbulkan komplikasi.
Kabar baiknya, risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi melalui kebiasaan hidup yang lebih sehat. Upaya ini tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Memperbaiki pilihan makanan, mengurangi minuman manis, dan lebih aktif bergerak bisa menjadi langkah awal yang realistis.
Meski demikian, diabetes tidak selalu disebabkan oleh pola hidup. Faktor usia, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan tertentu juga memengaruhi risiko seseorang. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Baca Juga: Gula Merah Bukan Sekadar Pemanis, Ini Kandungan, Manfaat, dan Risikonya bagi Tubuh
Kebiasaan mengonsumsi teh manis, minuman bersoda, kopi dengan banyak sirup, atau minuman kemasan tinggi gula dapat meningkatkan asupan gula dan kalori harian.
Sebagai langkah awal, biasakan memilih air putih sebagai minuman utama. Jika menyukai teh atau kopi, kurangi tambahan gula secara bertahap agar lidah terbiasa dengan rasa yang tidak terlalu manis.
Perhatikan pula informasi nilai gizi pada kemasan. Gula tambahan dapat ditemukan dalam berbagai produk, termasuk minuman dan makanan yang tidak selalu terasa sangat manis.
Bukan berarti semua makanan manis harus dihindari sepenuhnya. Hal yang lebih penting adalah mengatur jumlah dan frekuensi konsumsinya agar sejalan dengan pola makan seimbang.
Pola makan yang beragam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Usahakan menyertakan sayuran, buah utuh, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat yang kaya serat dalam menu sehari-hari.
Serat dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan mendukung pengendalian gula darah. Buah utuh juga umumnya menjadi pilihan yang lebih baik daripada jus buah dengan tambahan gula.
Nasi putih tetap dapat dikonsumsi dalam pola makan seimbang. Namun, perhatikan porsinya dan padukan dengan sayuran serta sumber protein, seperti ikan, telur, tahu, atau tempe.
Dengan susunan menu yang lebih beragam, tubuh memperoleh zat gizi yang dibutuhkan tanpa harus mengandalkan satu jenis makanan saja.
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. Kebiasaan bergerak secara teratur juga bermanfaat untuk menjaga berat badan dan kesehatan jantung.
Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Berjalan cepat, bersepeda, berenang, atau melakukan senam dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan.
Sebagai sasaran umum bagi orang dewasa, Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Waktu tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi agar lebih mudah dijalankan.
Jika pekerjaan mengharuskan duduk lama, selingi dengan berdiri, melakukan peregangan, atau berjalan sebentar. Konsistensi lebih penting daripada memaksakan aktivitas berat yang sulit dipertahankan.
Baca Juga: 7 Tips Menjaga Kesehatan saat Musim Hujan agar Tidak Mudah Sakit
Kelebihan berat badan, terutama jika disertai penumpukan lemak di area perut, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada sebagian orang.
Jika berat badan berada di atas kisaran sehat, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi risiko.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir